Latest Entries »

Menurut Lontar Siwagama, sepatutnya di setiap rumah umat Hindu di Bali seyogianya dibangun tempat pemujaan yang disebut  Kamulan Taksu sebagai ”Huluning Karang Paumahan”. Pelinggih Kamulan Taksu itu sebagai tempat memuja Dewa Pitara sebagai Bharata Hyang Guru. Menurut Lontar Purwa Bhumi Kamulan, setelah Upacara Atma Wedana seperti Nyekah atau Memukur kalau  dalam tingkatan yang besar disebut Maligia. Setelah Atma Wedana itu Atman disebut Dewa Pitara selanjutnya distanakan di  Kamulan Taksu sebagaimana dijelaskan secara terperinci dalam Lontara Purwa Bhumi Kamulan.

Letak Sanggah/Merajan Kamulan di utama mandala, sedangkan bangunan seperti Sakutus/Sakaulu, Bale Gede, Mundak, Sakanem, Pawon, dan lain-lain  di bangun  di madya mandala. Sementara itu untuk  di nista mandala umumnya teba, tempat berbagai tumbuhan perindang sebagai paru-parunya rumah tinggal.

Rumah Umat Hindu di  Bali umumnya ditembok keliling. Pada tembok keliling itu  setiap sudut ada yang disebut “Padu Raksa.” Menurut Lontar Hasta Kosala Kosali ada dinyatakan sebagai berikut: Aywa nora padu raksa  bilang jungut, yan tan mangkana,hala sang maumah mabwat. Artinya:  Jangan tidak dibangun “padu raksa” di setiap sudut pekarangan rumah, kalau tidak dibangun akan tertimpa sial orang yang punya rumah itu. Saat Upacara Melaspas rumah itu, maka di sudut-sudut atau disebut Jungut itu distanakan Padu Raksa. Di sudut timur laut Padu Raksa disebut Sang Raksa sebagai manifestasi Bhatari Sri. Di sudut tenggara Padu Raksa disebut Sang Adi Raksa sebagai penjelmaan Bhatara Guru. Padu Raksa di barat daya berstana Sang Rudra Raksa sebagai penjelmaan Bhatara Rudra. Di barat laut  (Wayabya) Padu Raksa dijaga oleh Sang Kala Raksa manifestasi Bhatari Uma. Saat Melaspas itu juga di natar rumah ditanam Banten Resi Gana. Ritual ini dilatarbelakangi oleh Tattwa yang sangat dalam maknanya. Dari segi arti kata atau etimologi, kata Kala Raksa berasal dari bahasa Sansekerta dari kata kala dan raksa. Kala artinya  waktu dan energi. Raksa artinya menjaga, melindungi atau waspada. Mengenai kala atau waktu dan energi wajib kita pahami dengan benar, baik dan tepat. Kala jangan diartikan iblis, jin, setan yang tidak berasal dari budaya Hindu.
Canakya Nitisasttra IV.18 yang menyebutkan, melakukan sesuatu itu hendaknya diperhitungkan waktu yang tepat. Canakya Nitisastra III.11 menyatakan: Naasti jagarata bhayam, maksudnya, orang yang selalu waspada dan berhati-hati sangat kecil kemungkinannya tetimpa bahaya.
Istilah raksa atau sadar (terjaga) secara rokhani itulah yang harus dijadikan dasar mengelola waktu dan berbagai energi dalam hidup ini. Kaja Kauh sinah wenten Palinggih Tugu sane kewastanin Plinggih Panunggun Karang Tentang Pelinggih Penunggun Karang di Barat Laut atau Wayabya itu dalam Lontar Hasta Kosala Kosali ada dinyatakan: Wayabya natar ika ,iku Panunggun Karang paumahan.  Artinya: Di arah Barat Laut (Wayabya) dari natar perumahan itu tempat pemujaan Penunggun Karang.

Selain itu, dalam Lontar Sapuh Leger dalam salah satu versinya ada yang menceritakan orang bernama  Sang Sudha yang lahir pada hari Saniscara Kliwon Wuku Wayang yang disebut Tumpek Wayang. Seperti Bhisama Bhatara Siwa orang yang lahir Tumpek Wayang boleh jadi tadahan Bhatara Kala. Sang  Sudha merasa lahir pada Tumpek Wayang itu sangat ketakutan dan memang Bhatara Kala mengejarnya. Sang Sudha berlari dan berlindung di rumpun bambu yang sangat lebat. Sang Sudha punya adik bernama Diah Adnyawati. Sebagai adik tentunya sangat khawatir pada keselamatan kakaknya. Diah Adnyawati minta tolong pada Sang Prabhu Mayaspati yang bernama Sang Arjuna Sastrabahu. Sebagai Raja tentunya berkewajiban melindungi rakyatnya. Demi rakyatnya, Raja Sang Arjuna Sastrabahu memerangi Bhatara Kala. Dalam perang tanding itu Bhatara kalah melawan Raaja Sang Arjuna Sastrabahu. Karena kalah Bhatara Kala menyerah dan Raaja Sang Arjuna Sastrabahu menugaskan Bhatara Kala dengan Pewarah-warah sebagai berikut: Duh Bhatara Kala mangke ring wayabya ungguhanta, wus kita angrebeda ring rat. Artinya: Hai Bhatara Kala sekarang  di Barat Laut (Wayabya) letak tugas menjaga anda jangan lagi mengganggu kehidupan manusia. Sejak  itu Bhatara Kala yang berstana di Pelinggih Penunggun Karang disebut Sang Kala Raksa yang memimpin Sang Raksa, Adi Raksa dan Rudra Raksa.

Sajian tulisan di Lontar itu memang sedikit mitologis. Tetapi mari maknai hal itu secara filosofi untuk diaktualkan dalam tataran kehidupam individual dan sosial. Manusia hidup bersama  ruang dan waktu. Dalam istilah Sansekerta disebut Bhutakala. Kata bhuta secara denotatif artinya ruang dan kala artinya waktu. Dalam waktu itu ada energi atau kekuatan. Swami  Satya Narayana pernah menyatakan pagi sekitar pukul 4.00 s/d 8.00 waktu membawa energi Satvika. Sekitar pukul 8.00 s/d 16 sore waktu membawa energi Rajasika. Dari pukul 16.00 s/d pkl 20.00 kembali waktu itu membawa energi Satvika. Dari pukul 20.00 s/d pkl 4.00 pagi membawa energi Thamasika. Karena itu manusia yang mengharapkan kehidupan bahagia wajib menyelaraskan perilakunya dengan ruang dan tiga waktu.

Upacara menyelaraskan perilaku inilah dalam wujud ritual sakral disebut “Mecaru” Kata “Caru” dalam bahasa Sansekerta artinya selaras atau harmonis, manis dan dalam pustaka Samhita Suara kata “Caru” artinya cantik.Ini artinya ritual sakral Mecaru itu dalam kehidupan sehari-hari harus diaktualkan dengan cerdas dan bijak, agar senantiasa selaras dengan keadaan ruang yang kita miliki dan waktu yang terus berproses dari hari ke hari. Tujuan Mecaru bukan untuk mengusir jin setan iblis. Dalam ajaran Hindu istilah itu memang tidak dikenal dalam Sastra-Sastra suci Hindu.

Adanya Banten Resi Gana yg ditanam di natar pekarangan rumah bermakna untuk mengingatkan umat penghuni rumah tersebut agar dalam membina dan membangun rumah tangga mengedepankan perhitungan dan pemikiran yang cerdas dan  bijak. Pemikiran yang cerdas dan bijak itu diperkuat oleh ilmu pengetahuan. Kata ”Gana” dalam bahasa Sansekerta artinya berpikiran, berhitung. Karena itu Dewa Gana manifestasi Tuhan itu memiliki tiga fungsi sebagai Wigna-gna Dewa,Dewa Winayaka dan Dewa Wigneswra.

Agar hidup ini terhindar dari berbagai halangan gunakan pikiran dengan cerdas dan bijak sebagai dasar berhitung dalam menggunakan Indria. Apa lagi Manawa Dharmasasttra II.92 menyatakan bahwa pikiran itu adalah Indria yang kesebelas atau Ekadasendria Manah Jnyanam. Pikiran yang bijaksana atau Manah Jnyanam itu disebut juga Rajendria atau Rajanya Indria. Karena itulah dimana-mana umat Hindu memuja Tuhan sebagai Dewa Gana. Sebagai Wighna-wighna Dewa atau menghilangkan halangan dalam hidup. Kedepankanlah pikiran yang bijak atau Manah Jnyanam dalam mengendalikan Indria untuk menjalankan hidup.

Memuja Ganesa sebagai Dewa Wianayaka agar benar-benar hidup ini diselengarakan dengan bijaksana.Orang bijaksana adalah orang yang senantiasa menggunakan Manah Jnyanam sebagai dasar membangun kebijaksanaan. Demikian juga setiap orang adalah sesungguhnya pemimpin. Minimal memimpin dirinya sendiri. Untuk itu pujalah Ganesa sebagai  Wighneswara agar kita bisa jadi pemimpin  yang bijak.

Demikianlah rumah umat Hindu di Bali pancaran spiritual dipancarkan dari Sanggah Kamulan yang diyakini mendatangkan kekuatan untuk menggunakan waktu dan energi yang dikendalikan oleh pikiran yang cerdas dan bijak. Itulah  makna dari Sanggah Kamulan sebagai Huluning Karang Paumahan, Banten Resi Gana dan Padu Raksa yang dipimpin oleh Sang  Kala Raksa di Peliggih Penunggun Karang di Barat Laut atau Wayabiya.

Dewa Siwa digambarkan mengenakan beberapa atribut, diantaranya bulan sabit di kepala Dewa Siwa, simpul rambut yang bergelung, memegang tongkat trisula dengan gendang kecil bernama damaru, mengenakan seekor ular cobra di lehernya, dan atribut lainya.

Trisula adalah tombak bergigi tiga sebagai lambang tiga sifat Siwa sebagai pencipta, pemelihara, dan pelebur dari alam semesta beserta isinya. Sementara itu di bhuwana alit atau dalam tubuh manusia, trisula dihubungkan dengan trinadi, yaitu tiga simpul syaraf dalam badan astral yang terdiri dari ida, pinggala, dan susumna. Pada bagian lain trisula juga melambangkan kejayaan.

Memajang senjata suci Trisula di tempat pemujaan Siwa tidaklah sekadar benda simbolik, karena kehadiran Trisula tersebut hendaknya membangkitkan ingatan dan semangat sadhaka untuk mengenali Trisula dalam dirinya dan menjadikannya jalan untuk meningkatkan kualitas spiritual.

Menurut Swami Satyananda yang diambil dari http://www.yogamag.net, nadi, chakra dan distribusi prana menurut yoga, tantra dan ilmu kundalini, prana seharusnya berasal pingala nadi. Dalam kerangka sumsum tulang belakang, ada tiga saluran yang dikenal sebagai nadi dalam yoga. Satu disebut ida, yang lain adalah pingala dan yang ketiga adalah sushumna. Ida nadi mewakili energi mental, pingala mewakili prana atau energi prana dan sushumna mewakili semangat atau kesadaran spiritual. Ketiga nadi berasal chakra Muladhara, yang terletak di perineum atau leher rahim.

Pingala nadi mengalir ke kanan dari Muladhara dan terus menyeberang ida di setiap chakra semua jalan sampai ke ajna. Ada enam chakra melalui mana pingala melewati nadi. Yang pertama adalah chakra Muladhara dari mana ia berasal. Yang kedua adalah swadhisthana dimana nadi melintasi ke kiri. Yang ketiga adalah chakra Manipura dimana nadi melintasi ke kanan. Dan keempat adalah anahata dimana nadi melintasi ke kiri. Kelima adalah vishuddhi dimana nadi melintasi ke kanan dan keenam adalah ajna, dimana nadi berakhir dari kanan.

Demikian pula, ida nadi juga melintasi di setiap chakra tetapi dalam urutan terbalik. Setiap calon yoga tulus harus memiliki pemahaman yang jelas dari jalur tiga nadi utama tersebut.

Pingala nadi adalah saluran distribusi untuk prana dalam tubuh, dan dari masing-masing chakra prana disebarluaskan ke setiap organ tubuh. Dari swadhisthana energi prana didistribusikan ke sistem genito-kemih. Manipura Chakra memasok prana untuk sistem pencernaan dan anahata memasok sistem pernapasan dan kardiovaskular. Dari vishuddhi, distribusi berlangsung ke telinga, mata, hidung dan tenggorokan, dan chakra ajna adalah distributor energi melalui mana otak manusia diberi makan. Bahan bakar hidup

Prana bukan hanya sebuah konsep filosofis; itu adalah dalam setiap arti substansi fisik. Sama seperti gelombang radioaktif atau elektromagnetik ada meskipun kita tidak dapat melihat mereka, dengan cara yang sama, dalam tubuh fisik ini, ada gelombang prana dan bidang prana. Sekarang, kita masing-masing memiliki jumlah tertentu dari prana dalam tubuh fisik kita dan kita memanfaatkan ini dalam perjalanan hari ke hari kegiatan kita sepanjang hidup. Ketika prana kita  berkurang, maka sakit akan merasuk, dan ketika kita memiliki banyak prana, setiap bagian dari tubuh dalam kesehatan yang sempurna. Jika kita memiliki kelebihan prana, dapat ditularkan kepada orang lain untuk penyembuhan atau magnet.

Prana dari dalam dapat dirangsang oleh praktek pranayama dan dengan demikian meningkat menjadi kuantum yang lebih besar. Otak membutuhkan prana maksimum, dan untuk latihan meditasi, itu membutuhkan pasokan meningkat. Oleh karena itu kita perlu  berlatih pranayama sebelum memulai latihan meditasi kita. Jika kita tidak dapat menyediakan banyak bahan bakar prana ke otak, pikiran menjadi sangat gelisah dan terganggu. Ketika otak menerima pasokan kekurangan dari prana, Anda menderita depresi saraf atau gangguan saraf. Maka seluruh tubuh berkeringat, ada gemetar di setiap organ, Anda tidak dapat berdiri, pikiran Anda goyah dan Anda terus berpikir pikiran negatif. Anda bahkan tidak bisa tidur dan Anda tidak ingin berbicara atau berpikir. Situasi  ini menunjukkan bahwa otak hanya menerima jumlah yang sangat kecil dari prana.

Teknik Meningkatkan Prana

Anda tidak harus berpikir bahwa hanya dengan berlatih pranayama kecil Anda mengirim banyak prana ke otak. Proses pasokan dan asimilasi prana ke dalam otak sangat rumit. Otak adalah instrumen halus dan hanya dapat diperkaya dengan bentuk halus dari prana, bukan bentuk kotor. Oleh karena itu, ketika Anda berlatih pranayama, Anda akan harus mengkonversi prana menjadi kekuatan halus.

Bernapas yang dalam saja tidak cukup untuk merangsang prana. Dengan bernapas dalam-dalam, Anda merangsang sistem pernapasan Anda dan sirkulasi darah, tetapi jika Anda bisa memeriksa otak pada waktu itu, Anda akan melihat bahwa itu setidaknya terpengaruh.  Ketika Anda berlatih pranayama dengan konsentrasi, seperti yang ditunjukkan oleh studi ilmiah, gelombang otak mengalami perubahan yang signifikan dan sistem limbik juga dipengaruhi secara positif. Sadar dan bawah sadar bernapas.
Otak dapat dibagi menjadi dua bagian-otak frontal dan otak posterior. Otak posterior adalah otak naluriah yang telah kita warisi melalui inkarnasi hewan. Otak frontal adalah pusat kesadaran keseluruhan. Ketika Anda bernapas tanpa kesadaran, nafas terdaftar di otak posterior, tetapi ketika Anda menyadari bahwa Anda bernapas dan Anda sadar menyaksikan seluruh proses, maka terdaftar oleh otak sadar, otak frontal. Perbedaan ini tampaknya sangat sederhana, tapi efeknya sangat besar. Sepanjang hidup, Anda bernapas secara tidak sadar, seperti binatang, anak-anak dan kebanyakan orang lain lakukan, kecuali untuk beberapa yang sudah mulai berlatih yoga. Sekarang, dalam setiap kasus, aliran prana sedang didaftarkan di otak posterior seakan komputer. Saat Anda menyadari pernapasan Anda dan Anda mulai melakukan dan mengontrol nafas dalam mode tertentu, segera otak frontal register pengaruh.

Fakta ini telah diungkapkan oleh eksperimen ilmiah dan telah membawa kita pada kesimpulan berikut. Pernapasan sadar memiliki efek yang sama sekali berbeda pada otak dibanding pernapasan bawah sadar. Melalui pernapasan sadar kita pasti mampu untuk memberi makan seluruh tubuh dengan prana, tapi kita tidak dapat menyediakan otak dengan prana cukup untuk evolusi dan pertumbuhan. Melakukan prana ke otak dalam rangka untuk meringankan penyakit otak, dalam rangka untuk mengembangkan kapasitas laten, otak atau untuk memulai evolusi otak, kita tidak bisa hanya bergantung pada cara kita telah bernapas di masa lalu. Inilah alasan mengapa berbagai bentuk pranayama dipraktekkan.

Ketika Anda berlatih pranayama, prana dirangsang di daerah yang lebih rendah dari tubuh, tetapi Anda harus memiliki sarana memaksa energi prana untuk naik. Entah bagaimana, Anda harus membuat kekuatan negatif yang akan mendorong energi prana melalui sumsum tulang belakang. Untuk alasan pranayama ini harus dilakukan dalam koordinasi dengan bandhas tertentu.

Tiga bandhas yang dimasukkan ke dalam praktek pranayama adalah jalandhara bandha, Uddiyana bandha, dan mula bandha. Ketiganya membuat kekuatan negatif seperti kekuatan mendepak digunakan untuk mengambil air dari sumur. Ada dua kekuatan yang digunakan untuk memompa air-kekuatan mengisap dan kekuatan mendepak. Ketika kita berlatih pranayama dengan bandhas, kita menempatkan kekuatan mendepak ke dalam tindakan. Jadi, melalui pranayama Anda menghasilkan prana di wilayah bawah tubuh, maka dalam rangka untuk mengalirkannya ke otak Anda harus latihan pertama mula bandha, maka uddiyana bandha, dan akhirnya jalandhara bandha.

Mula bandha adalah kontraksi perineum, uddiyana bandha adalah kontraksi otot-otot perut dan jalandhara bandha adalah penguncian dagu terhadap sternum. Prana kemudian dilakukan ke otak dengan bantuan sistem peredaran darah halus. Jaringan pembuluh melalui mana darah beredar bukan hanya susunan tabung berongga. Ini adalah generator dan distributor prana juga.

Foto: Tom Dulat/Getty Images

Siapa yang tidak kenal ketika kita melihat sosok “bapak-bapak brewok” di logo sebuah kesebelasan asal Belanda? Kesebelasan tersebut adalah Ajax Amsterdam. Sosok yang ada di logo Ajax tersebut tidak lain adalah Ajax sendiri.
Jika kita melihat nama-nama kesebelasan asal Belanda, kita bisa menemukan banyak terminologi yang diambil dari nama-nama tempat, pahlawan, atau tokoh mitologi seperti Sparta (Rotterdam), Heracles (Almelo), Excelsior, Fortuna (Sittard), Xerxes, dan masih ada beberapa lagi, salah satunya adalah Ajax.

Tanggal 18 Maret 1900 merupakan tanggal di mana Floris Stempel, Carel Reseer, Han Dade, dan Johan Dade akhirnya benar-benar mendirikan kesebelasan Ajax di kota Amsterdam setelah upaya tersebut sempat tertunda sejak tahun 1894.

Mengenai penamaan kesebelasan sendiri, keempat pria tadi terinspirasi dari seorang pahlawan mitologi Yunani yang bernama Ajax (biasa dikenal sebagai Aias dalam Bahasa Indonesia). Sosok Ajax digambarkan sebagai sosok yang gagah dan tinggi. Ia merupakan raja di Salamis, yang juga bersepupu dengan Achilles. Ajax terkenal dengan kekuatan dan keberaniannya, terutama dalam pertempuran melawan Hector dalam Perang Troya.

Meskipun demikian, pada awal-awal kesebelasan didirikan, sosok Ajax belum terpampang di dalam logo kesebelasan tersebut. Dari periode 1900-1911 dan 1911-1928, Ajax masih menggunakan logo standar dengan gambar orang yang sedang menendang bola.

Di logo awal, orang tersebut terlihat masih mengenakan seragam dengan warna merah serta celana hitam. Pada awal mulanya, Ajax memang memilih untuk menggunakan warna tersebut. Barulah pada tahun 1911 mereka menggantinya menjadi warna putih kombinasi balok merah yang bertahan hingga sekarang ini.

Hal itu tidak terlepas dari promosinya Ajax ke Divisi Utama Liga Belanda pada tahun tersebut. Sementara di saat yang bersamaan, seragam dengan warna tadi telah digunakan oleh tim kuat di Belanda ketika itu, yakni Sparta Rotterdam, yang merupakan kesebelasan tertua di Belanda.

Sedangkan pada tahun 1928, sosok Ajax yang gagah berani itu akhirnya direpresentasikan ke dalam logo kesebelasan. Pada tahun 1990, logo sempat diubah menjadi sedikit lebih abstrak dari sebelumnya. Logo dengan potret Ajax yang bertahan hingga saat ini tersebut ditarik dengan hanya 11 baris, yang juga melambangkan 11 pemain dari tim sepakbola itu sendiri.

Sampai sekarang, kesebelasan yang bernama resmi AFC Ajax (Amsterdamsche Football Club Ajax) ini bisa dibilang merupakan kesebelasan tersukses yang terdapat di negara yang acap kali disebut dengan nama Holland itu.

Jika ditotal, saat ini Ajax telah memenangkan 71 gelar yang di antaranya termasuk dari 33 gelar Liga Belanda, 18 Piala KNVB, dan empat gelar Liga Champions UEFA.

Darah Yahudi di Tubuh Ajax Amsterdam

Bukanlah pemandangan yang aneh jika pertandingan Ajax yang dilangsungkan di Amsterdam Arena selalu dihiasi oleh bendera Israel dan bendera bintang daud milik para suporter garis keras. Bukan tanpa sebab juga jika Ajax dituduh sebagai kesebelasan Yahudi Belanda dan mendapatkan julukan de Joden (the Jews).

Sebagai kesebelasan yang berbasis di Amsterdam Timur, memang banyak orang Yahudi yang kerap kali terlihat dalam pertandingan-pertandingan Ajax. Amsterdam Timur sendiri merupakan tempat di mana banyak orang Yahudi bermukim di kota tersebut.

Sementara mengenai cap Yahudi yang ditujukan kepada Ajax, hal tersebut diprakarsai oleh para hooligan di sekitar tahun 80’an. Ketika itu mereka kerap meneriakan yel-yel lantang seperti “Joden, Joden” (Yahudi, Yahudi) di setiap Ajax berlaga. Hal itu pun tetap berlangsung hingga saat ini.

Meski demikian, mantan pemilik Ajax, Uri Coronel pernah membantah jika Ajax merupakan kesebelasan milik Yahudi. Coronel, yang juga seorang Yahudi, pernah berujar bahwa sebetulnya hanya ada sedikit sekali pemain dan para suporter yang memeluk agama Yahudi di dalam kekeluargaan Ajax.

“Ajax adalah klub dengan sedikit sekali pemain dan suporter pemeluk agama Yahudi. Tidak banyak umat Yahudi dalam Ajax. Memang Ajax mempunyai image Yahudi dan banyak sekali fans yang meneriakkan ‘Yahudi, Yahudi’, tapi bisa saja mereka sama sekali bukan orang Yahudi,” cetus Coronel seperti yang dikutip RNW.

Ajax, Pahlawan Pelopor Sepakbola

Apa yang diucapkan oleh Coronel pun lantas dibenarkan oleh Simon Kuper. Setelah melakukan riset, melalui bukunya yang berjudul Ajax, the Dutch, the War, jurnalis kenamaan itu menyebutkan bahwa Ajax memang tidak pernah menjadi kesebelasan Yahudi. Menurutnya, tim asal Amsterdam ini merupakan kesebelasan milik kelas menengah pada awal mulanya.

“Sepanjang sejarah, Ajax tidak pernah menjadi klub Yahudi. Sebelum Perang Dunia II, kesebelasan asal Amsterdam ini merupakan milik kelas menengah, miliknya para administrator dan orang-orang yang memiliki perusahaan sendiri. Kebanyakan orang Yahudi terlalu miskin untuk menjadi anggota Ajax.”

Rinus Michels, Gloria Ajax, dan Johan Cruyff

Pada tahun 1965, Ajax mengalami nasib terburuknya di sepanjang sejarah tim itu berdiri. Ketika itu, kesebelasan yang dilatih oleh Vic Buckingham tersebut nyaris saja terdegradasi dari Divisi Utama Liga Belanda. Manajemen pun kemudian menunjuk mantan penyerang Ajax, Rinus Michels, sebagai arsitek baru mereka.

Oleh Michels, Ajax disulap menjadi tim yang sangat menakutkan. Bukan hanya di Belanda, namun juga di Eropa. Ketika itu ia memperkenalkan skema yang dikenal dengan nama totaalvoetball atau total football kepada dunia. Gaya bermain tersebut bukan hanya digunakan oleh Ajax, akan tetapi ditularkan juga kepada tim nasional Belanda yang berlaga di ajang Piala Dunia 1974.

Prestasi paling fenomenal yang pernah dicetak oleh Ajax adalah ketika mereka menjuarai Piala Champions (kini bernama Liga Champions) sebanyak tiga kali berturut-turut. Era ini disebut oleh mantan pelatih Ajax, Tomislav Ivic, dengan sebutan “Gloria Ajax”.

“Gloria Ajax” milik Rinus Michels pun memperkenalkan pula apa yang disebut dengan Twelve Apostels, atau dua belas murid. Di antara kedua belas pemain (11 pemain inti dan satu cadangan) tersebut terdapat pula sosok fenomenal bernama Johan Cruyff.

Ajax, Pahlawan Pelopor Sepakbola

Cruyff adalah sosok penyempurna gaya bermain total football yang diusung oleh Michels. Ia pun disebut-sebut sebagai pemain terhebat yang pernah dimiliki oleh Belanda. Dengan badan kurusnya, ia sangat lihai menggocek bola. Visi bermainnya pun sangat luar biasa. Saking istimewanya, nomor punggung 14 yang dikenakannya ketika masih aktif bermain, saat ini dipensiunkan oleh pihak Ajax.

Sempat berpetualang ke Barcelona, Cruyff akhirnya kembali ke Ajax pada tahun 1985. Akan tetapi, kedatangannya ketika itu bukanlah sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih. Meski di awal kepelatihannya itu ia gagal membawa Ajax menjadi juara, namun berkat filosofi menyerangnya, Cruyff berhasil membuat sosok Marco van Basten menjadi penyerang yang menakutkan. Di tahun itu Basten mampu mengakhiri musim dengan menjadi top skor berkat raihan 37 golnya di sepanjang kompetisi.

Sulit Berprestasi di Eropa Setelah Era Van Gaal

Tahun 1991 Louis van Gaal resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Ajax Amsterdam. Ia dipromosikan dari asisten pelatih menjadi pelatih utama setelah Leo Beenhakker hijrah menuju Real Madrid. Di musim perdananya, Van Gaal langsung unjuk gigi. Tangan dinginnya berhasil mempersembahkan trofi UEFA Cup (kini bernama Liga Europa) setelah mengalahkan Torino di babak final.

Setelah itu, Ajax dibawanya terus berprestasi. Total, ia mampu mempersembahkan delapan trofi, yang tiga di antaranya merupakan hat-trick juara Liga Belanda dari tahun 1993-1995. Sementara masa keemasannya terjadi di musim 1994/95. Selain tak terkalahkan di Liga, dengan keberanian mengandalkan para pemain mudanya, ia berhasil membawa Ajax merengkuh trofi Liga Champions setelah mengalahkan AC Milan di partai pamungkas.

Ketika itu skuat Ajax diisi oleh nama-nama yang siap melejit seperti Edwin van der Sar, Frank de Boer, Ronald de Boer, Michael Reiziger, Edgar Davids, Marc Overmars, Clarence Seedorf, Jari Litmanen, Finidi George, Nwanko Kanu, dan Patrick Kluivert, yang dibantu oleh pemain senior macam Frank Rijkaard dan Danny Blind.

Setelah para pemain tersebut pergi meninggalkan Ajax, kondisi kesebelasan langsung cenderung menurun. Prestasi terbaik mereka setelah menjadi juara di tahun 1995 hanyalah menjadi runner-up di tahun 1996, dan semifinalis di tahun 1997. Sementara setelah itu, Ajax lebih banyak berkutat di babak grup saja hingga sejauh sekarang ini.

De Toekomst sebagai Akademi Terbaik di Dunia

Sudah bukan rahasia umum lagi jika Ajax merupakan produsen dari pemain-pemain kelas dunia. Melalui akademinya yang bernama De Toekomst, atau ‘masa depan’, Ajax berhasil memperkenalkan pemain-pemain seperti Marco van Basten, Dennis Bergkamp, Edgar Davids, Frank dan Ronald de Boer, Edwin van der Sar; hingga era Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart, Marteen Stekelenburg, John Heitinga, Nigel de Jong, Christian Eriksen, Thomas Vermaelen, Jan Vertonghen, dan masih banyak lagi, kepada dunia.

Adalah Rinus Michels yang menggagas terbentuknya akademi tersebut. Saat ini, De Toekoemnst menggunakan sistem pemantau pergerakan pemain setiap menit dan detik. Untuk memantau perkembangan pemain pun fasilitas kamp dilengkapi kamera beresolusi tinggi dengan sensor gerak. Sehingga kekurangan dan kelebihan pemain bisa diawasi dari waktu ke waktu.

Tempat ini juga memiliki sebuah riset olahraga nomor satu di dunia. Pemain dari segala kelompok usia bisa dilihat melalui komputer, seperti halnya labotarium luar angkasa milik NASA.

Akademi ini pun menjadi acuan bagi akademi-akademi kesebelasan di dunia. Tidak terkecuali dengan La Masia yang menjadi milik Barcelona. Khusus bagi La Masia, akademi tersebut memang didirikan tanpa andil yang kecil dari seorang Johan Cruyff. Pada tahun 1979, Cruyff mengusulkan Barcelona untuk membangun akademi yang mengacu kepada De Toekomst.

Dengan menerapkan kurikulum dan fasilitas yang hampir sama, La Masia pun kemudian menjelma menjadi salah satu akademi terkemuka di dunia. Banyak pemain-pemain hebat bermunculan dari sana, seperti Pep Guardiola, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Cesc Fabregas, Gerard Pique, juga Lionel Messi.

Selain itu, Ajax pun mengembangkan feeder club di beberapa negara dengan tujuan untuk menjaring pemain-pemain yang berbakat. Di Afrika Selatan, melalui Ajax Cape Town, kesebelasan yang juga memiliki julukan de Godenzoden ini pernah berhasil mendapatkan talenta berbakat seperti Steven Pienaar.

Ajax, Pahlawan Pelopor Sepakbola

Melihat kesebelasan seperti Ajax saat ini, kita mungkin melihat mereka sebagai kesebelasan yang sarat dengan masa lalu. Memulai dari pemilihan sosok Ajax sebagai pahlawan pemberani, revolusi sepakbola melalui totaalvoetbal, sampai menginspirasi La Masia melalui akademi mereka, Ajax-lah sebenarnya yang menyebarkan benih-benih sepakbola yang kita kenal sekarang ini, mulai dari tiki-taka, gegenpressing, dan sebagainya.

Foto: AFP PHOTO / THONY BELIZAIRE
Federasi sepakbola Curaçao, sama seperti federasi sepakbola yang berasal dari negara kepulauan, adalah federasi sepakbola yang tidak besar-besar amat, tapi beruntung.

Curaçao adalah sebuah negara yang berada di wilayah Kepulauan Karibia, di sebelah utara Venezuela, dan merupakan bagian dari Kerajaan Belanda, atau bisa kita sebut sebagai anggota persemakmuran Belanda (mirip-mirip persemakmuran Inggris). Negara ini memiliki ikatan yang kuat dengan Belanda, campur tangan Belanda pun cukup kuat dalam perkembangan Curaçao sebagai negara.

Hampir sama seperti Indonesia (meski Indonesia berstatus sebagai negara terjajah), cukup banyak bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Belanda yang tersebar di Curaçao, termasuk di ibukotanya, Willemstad. Bahasa Belanda pun menjadi salah satu bahasa resmi dari negara ini, selain Bahasa Inggris dan Papiamentu (bahasa lokal).

Selain dari segi bangunan dan bahasa, campur tangan Belanda pun cukup terasa kuat dalam perkembangan sepakbola Curaçao, termasuk dalam segi federasinya.

Sejarah Federasi Sepakbola Curaçao

Setelah terjadinya geliat sepakbola di Curaçao, yang dibawa oleh para masyarakat Curaçao yang sempat belajar di Belanda, federasi sepakbola Curaçao yang pertama pun dibentuk, beberapa tahun setelah kesebelasan sepakbola pertama di Curaçao dibentuk pada 1909. CVB (Curaçao Voetbal Bond) adalah nama dari federasi tersebut, didirikan pada 1921.

CVB membawahi dan mengatur kegiatan sepakbola yang dilangsungkan di Curaçao saat itu, termasuk mengadakan liga sepakbola Curaçao yang pertama pada 1926 silam. CVB pun mulai berafiliasi dengan FIFA pada 1932.

Dilihat dari penggunaan nama CVB ketika itu, terlihat pengaruh Belanda yang begitu kuat dalam pemilihan nama federasi sepakbola Curaçao. Untuk menjalin persahabatan dengan sesama pulau dan negara yang merupakan anggota persemakmuran di Kepulauan Karibia, CVB mengajak federasi negara Aruba untuk bergabung dan membentuk federasi sepakbola persemakmuran Belanda.

Kelak beberapa negara persemakmuran Belanda yang lain juga ikut bergabung. Pada 1958 semua negara persemakmuran Belanda tersebut membentuk NAVU, yaitu Persatuan Sepakbola Persemakmuran Belanda, yang bertujuan untuk merangkul semua negara persemakmuran Belanda yang ada di kepulauan Karibia.

Akhirnya pada 9 Februari 2011, atau baru enam tahun yang lalu, NAVU dibubarkan, dan nama federasi sepakbola Curaçao berubah menjadi FFK (Federashon Futbòl Kòrsou, menggunakan Bahasa Papiemento). Memerhatikan perkembangan dari federasi sepakbola Curaçao, tampak campur tangan (atau bantuan?) dari Belanda begitu kuat terhadap sepakbola Curaçao.

Bantuan dari Belanda, Apa Itu Menguntungkan Atau Merugikan?

Membandingkan dengan negara Indonesia, ketika sepakbola di sini digunakan sebagai alat perlawanan untuk melawan penjajahan Belanda, sehingga kerap terjadi bentrokan antara pemerintah kolonial dan warga pribumi terkait sepakbola, lain hal dengan yang terjadi di Curaçao.

Berkat afiliasi mereka dengan Kerajaan Belanda (dalam bentuk persemakmuran), banyak hal positif yang didapat oleh negara anggota CONCACAF tersebut. Pada 1946 silam, Feyenoord Rotterdam bisa didatangkan untuk ikut turnamen internasional yang ada di Curaçao, melibatkan negara Suriname, Aruba, dan klub Atletico Juniors dari Kolombia.

Selain itu, banyak juga pemain-pemain asal Curaçao yang berkesempatan untuk bermain dan merasakan atmosfer Liga Belanda berkat afiliasi baik mereka dengan Kerajaan Belanda, dari dulu hingga sekarang. Pelatih-pelatih kenamaan seperti Patrick Kluivert dan Pim Verbeek pun pernah menjadi pelatih tim nasional Curaçao.

Federasi Sepakbola Curaçao dan Belanda yang Menolong Mereka

Bantuan-bantuan dari Belanda ini, dengan mendatangkan tim asal Belanda secara langsung, serta mengirimkan pemain-pemain dari Curaçao untuk berkompetisi di Belanda, adalah hal yang positif. Namun, tak serta merta bisa langsung disebut bahwa bantuan dari Belanda ini disebut menguntungkan bagi Curaçao.

Memang benar mendatangkan kesebelasan dari luar negeri dapat menjadi sarana pembelajaran untuk pembenahan pengelolaan sepakbola. Benar juga adanya dengan mengirimkan pemain ke luar negeri dapat menjadi bekal dan keuntungan tersendiri, baik bagi si pemain maupun bagi negara yang mengirimkan.

Tapi dalam kasus Curaçao ini, bantuan dari Belanda tersebut bisa dibilang memberikan keuntungan, tapi di sisi lain masih memberikan kerugian bagi Curaçao.
Ditambah lagi banyak juga pemain-pemain yang notabene adalah pemain-pemain yang memiliki keturunan Curaçao ataupun lahir di Curaçao, namun pada akhirnya memilih untuk membela negara Belanda seperti Riechedly Bazoer, Vurnon Anita, dan Jetro Willems.

Tapi Curaçao pun tidak perlu risau. Beberapa talenta yang ada di negeri orang masih ada yang mau membela Curaçao, seperti Leandro Bacuna di Aston Villa dan kapten Curaçao saat ini, Cuco Martina, yang sekarang bermain di Liga Primer bersama Southampton, walau mereka pun belum bisa mengantarkan prestasi yang positif untuk Curaçao sampai saat ini.

Federasi Sepakbola Curaçao dan Belanda yang Menolong Mereka

Kondisi Sepakbola Curaçao Sekarang

Sejak tidak lagi tergabung di NAVU dan menjadi organisasi mandiri kembali, seperti halnya ketika masa CVB, federasi sepakbola Curaçao bisa dibilang tidak melakukan sebuah gebrakan brilian selain pemisahan diri dengan NAVU. Dari segi prestasi, tidak ada hal memuaskan yang mampu diraih Curaçao.

Meski pernah ditangani Patrick Kluivert selama setahun (2015 sampai 2016), tercatat tidak ada prestasi-prestasi mentereng yang pernah diraih oleh timnas Curaçao. Masuk Piala Dunia mereka belum mampu (dari 1930 sampai sekarang). Dalam ajang Piala Emas, mereka belum pernah mencicipi gelar juara.

Dalam ajang Piala Karibia, prestasi tertinggi yang diraih oleh Curaçao pun hanya sebatas lolos sampai babak keempat. Dari segi prestasi, tidak ada yang bisa dibilang menggembirakan bagi timnas senior. Pun dengan timnas mudanya. Terakhir pada 2013, timnas U20 Curaçao gagal masuk ke putaran final Piala Dunia U20 karena kalah dari Meksiko dan El Salvador.

Apa yang diraih oleh Curaçao ini sama seperti apa yang diraih oleh timnas-timnas yang berasal dari federasi sepakbola yang kecil, semacam San Marino, Malta, dan federasi-federasi sepakbola di wilayah Karibia. Mereka belum mampu mencatatkan prestasi, merusak dominasi negara-negara besar di dunia.

Ketimpangan pun menjadi masalah tersendiri yang harus diselesaikan oleh Curaçao. Masalah yang menjadi universal, khusus bagi negara-negara kecil dan federasi sepakbola yang kecil pula.

Memang benar jika timnas Curaçao belum bisa berprestasi di kancah sepakbola internasional. Tidak salah juga mengatakan bahwa Curaçao adalah tim lemah, sama seperti San Marino ataupun Jamaika, karena memang federasi sepakbola mereka tidak sebesar federasi sepakbola negara yang lain.

Tapi Curaçao adalah negara yang beruntung. Bantuan dari Belanda membuat mereka mampu mengenal dunia lebih cepat. Bantuan dari Belanda juga yang membuat Curaçao dapat menyusun federasi sepakbola mereka sampai seperti sekarang ini.

Sekarang ini bahkan Curaçao berada pada peringkat ke-75 FIFA, yang merupakan peringkat terbaik mereka sepanjang sejarah.

Oleh karena itu, jangan heran jika di masa depan, Curaçao akan menjadi negara yang berprestasi, karena berkat Belanda di masa lalu, sepakbola sekarang menjadi salah satu olahraga yang cukup digemari di Curaçao.

Bicara soal Tiempo adalah bicara tentang sejarah Nike di sepakbola. Tiempo punya peran besar melejitkan nama Nike di tengah persaingan besar dunia apparel. Yang terbaru dari generasi klasik itu telah lahir: Tiempo Legend VI.

Tiempo tak diragukan lagi adalah salah satu generasi sepatu terbaik dalam sejarah sepakbola. Sejak pertama kali dirilis secara umum pada tahun 1994, lini ini sudah mengalami perjalanan panjang dan punya tempat tersendiri di hati para pesepakbola dunia.

Sepatu ini dikenal punya tingkat kenyamanan yang amat tinggi dan desain yang nyaris selalu simpel. Hal-hal ini pula yang masih terus dipertahankan Nike kala merilis Tiempo Legend VI, untuk merawat nilai sejarah Tiempo dan karakter klasiknya.

Masih mengandalkan kulit kanguru sebagai lapisan utama demi memaksimalkan sentuhan dan kontrol bola, Nike mengombinasikannya dengan teknologi teranyar di Tiempo Legend VI. Pada generasi terbaru ini, Nike berupaya meminimalisir lubang dan jahitan pada kulit semaksimal mungkin.

Busa penahan kulit melalui proses vacuum press agar bisa menyatu dengan kulit sepatu demi mencegah adanya jahitan, namun di lain sisi tetap menjaga kelembutan sepatu. Dengan begitu, air dan lumpur bisa dicegah meresap ke sela-sela kulit sepatu yang bisa membuatnya mengeras. Otomatis, Nike pun sudah menekan ketebalan lapisan utama sepatu.

Untuk mempertahankan bentuk dan lekukan kulit, kerangka khusus diterapkan pada Tiempo Legend VI. Rangka ini pula yang memastikan kaki ‘terkunci’ dengan mantap di dalam sepatu. Bagian medial sepatu (kaki bagian dalam) dirancang dengan saksama agar mendapatkan tinggi permukaan yang pas, yang lebih tinggi dari bagian lateral (kaki bagian luar) agar sesuai dengan anatomi kaki.

Sejumlah sentuhan lain juga dilakukan untuk kian memaksimalkan aspek kenyamanan, yakni di bagian tumit dan pelat sol sepatu. Bagian lain yang mendapatkan perubahan adalah ‘lidah’ sepatu. Secara sederhana, tak ada lagi ‘lidah’ sepatu yang menjulur ke bagian tali di generasi terbaru ini.

“Para pemain dengan Tiempo adalah mereka yang memulai serangan. Kami memprioritaskan sentuhan dan keakuratan yang mereka andalkan. Dengan Tiempo Legend VI, kami menantang diri kami untuk bekerja dengan material legendaris dalam cara yang baru,” kata Desainer Sepakbola Nike, Vianney de Montgolfier.

“Tiempo Legend VI adalah sepatu klasik yang modern. Sepatu ini menyatukan material-material dan estetika dari sebuah ikon, dengan ketrampilan penuh inovasi masa kini,” imbuhnya.

Pada desainnya, Tiempo Legend VI secara garis besar menggunakan satu warna dominan dengan warna sekunder di bagian tumit, plus logo ikonik ‘swoosh’ di sisi luar sepatu dan tulisan Tiempo di bagian tumit. Tampilannya tetap simpel seperti generasi pertamanya, yang saat itu muncul dengan satu warna dan menonjol dengan logo besar di sisi luar.

Andal dalam aspek sentuhan, kontrol, dan kenyamanan, sepatu ini masih akan jadi andalan sejumlah bintang ternama seperti Gerard Pique, Sergio Ramos, dan Andrea Pirlo. Mundur lebih dari dua dekade silam, generasi pertama Tiempo juga dikenalkan para pesohor seperti Eric Cantona, Ian Wright, dan Jorge Campos. Kala itu ketiganya ambil bagian dalam iklan berbujet besar pertama Nike Football berjudul ‘The Wall’, di mana para pemain sepakbola saling mengoper bola mengelilingi dunia.

Foto: Nike
Tak gampang memadukan pola penuh di seragam dan membuatnya tampak menarik. Tapi Nike berhasil melakukannya di seragam Kroasia.

Pola kotak-kotak selalu menjadi pola seragam Kroasia sejak berdiri pada 1990-an. Pola tersebut merupakan pola utama dari lambang negara yakni Coat of Arms, yang juga menempati bagian tengah bendera negara.

Oleh karena itu pula warna utama seragam kandang timnas Kroasia adalah merah-putih, sesuai warna pola Coat of Arms tersebut. Pola yang sudah berusia lebih dari 500 tahun itu, sejak era Kerajaan Kroasia, lantas mendapatkan sentuhan modern dari Nike di seragam baru Kroasia.

Nike memadukan pola kotak-kotak tersebut dengan efek gelombang, sehingga membuatnya tampak seperti bendera yang berkibar. Efek gelombang ini sendiri sudah digunakan timnas Kroasia ketika kali pertama tampil di Piala Dunia pada 1998 di Prancis, di mana mereka finis ketiga.

Untuk melengkapi penggunaan warna bendera, biru pun dipakai pada detail-detail di seragam ini. Motif kotak-kotak tak cuma diterapkan di kaus, melainkan juga pada kaus kaki. Sementara warna putih jadi warna dominan di celana. Perpaduan warna dan pola ini menjadikan seragam Kroasia tampak ngejreng, mencolok, tapi di satu sisi tetap menawan.

Template yang sama digunakan pada seragam tandang. Namun warnanya berubah menjadi kombinasi biru dan biru tua, sementara detailnya menggunakan warna putih.

Pada celana dan kaus kaki, biru menjadi warna tunggal dengan sentuhan kelir berbeda di detailnya. Perpaduan itu membuat ada semacam kesan dingin dari setelan tandang Kroasia ini.

Foto: AFP PHOTO / JAVIER SORIANO
Terdapat suatu hal yang cukup menarik dari penunjukkan pelatih baru di AC Milan setelah era Carlo Ancelotti; Jika diperhatikan, Presiden Milan Silvio Berlusconi selalu menunjuk pelatih yang belum terkenal atau belum berpengalaman melatih kesebelasan besar.

Tentu muncul sebuah pertanyaan, mengapa hal tersebut berani dilakukan oleh Berlusconi?

Nama-nama seperti Leonardo de Araujo, Massimiliano Allegri, Clarence Seedorf, Filippo inzaghi, Sinisa Mihajlovic, Cristian Brocchi, dan yang terbaru adalah Vincenzo Montella tentu masih kalah mentereng dibandingkan dengan Carlo Ancelotti pada saat mereka ditunjuk sebagai pelatih Milan.

Hasilnya pun terlihat dengan sedikitnya prestasi yang diraih oleh Milan pada masa itu. Hanya Allegri saja yang mampu mempersembahkan gelar berupa satu Scudetto dan satu Piala Super Italia. Sebelum akhirnya Montella juga mampu meraih gelar Piala Super Italia akhir 2016 lalu.

Jika kita melihat jauh ke belakang, penunjukan pelatih yang dilakukan oleh Berlusconi ini seperti mempunyai ikatan romantisme dengan Arrrigo Sacchi. Ya, Sacchi yang merupakan salah satu pelatih terbesar dalam sejarah Milan.

Ketika ditunjuk untuk melatih Milan, Sacchi tidak memunyai pengalaman di kesebelasan besar. Ia hanya memiliki pengalaman melatih tim usia muda dan divisi bawah saja.

Namun, dengan segala keyakinan yang ada di benaknya, Berlusconi dengan berani mempercayai awal revolusi Milan kepada “Tuan Bukan Siapa-Siapa” Arrigo Sacchi. Hal ini pun dibalas oleh Sacchi dengan prestasi gemilang.

Sacchi adalah fenomena. Ia juga merupakan pemberontak. Bagaimana tidak? Ia muncul dengan filosofi sepakbola anti-Italia — ketika Italia begitu identik dengan sepakbola bertahan, ia menerapkan hal yang sebaliknya.

Sepakbola menyerang menjadi identitasnya. Menerapkan pressing ketat dengan garis pertahanan tinggi dan menuntut para pemainnya untuk bisa melakukan setiap tugas di lapangan. Ia memang penyuka konsep Total Football ala Belanda.

Memimpin Revolusi Milan

Ketika mengambil alih Milan pada 1986, Berlusconi tentu ingin merevolusi Milan yang sedang terpuruk secara finansial dan kualitas. Dan untuk mewujudkan keinginannya tersebut, ditunjuklah Sacchi sebagai pemimpin revolusi ini.

Penunjukan pria kelahiran Fusignano, Italia, itu tentu menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak. Ia bukanlah sosok pelatih ternama dan belum cukup berpengalaman untuk melatih kesebelasan besar. Penunjukan Sacchi pada saat itu hanya didasarkan atas keberhasilannya saat membawa AC Parma mengalahkan Milan dua kali di Coppa Italia.

Namun, semua keraguan itu berhasil dijawabnya dengan sangat baik. Bukan hanya merevolusi Milan, ia juga merevolusi namanya sendiri. Dari awalnya yang tidak dikenal oleh banyak orang menjadi sebuah fenomena dan membuatnya terkenal.

Tugas Sacchi ketika memimpin revolusi Milan ini sangatlah berat. Bukan hanya karena harus membawa sebuah kesebelasan yang lama terpuruk untuk bangkit lagi, melainkan juga karena harus bisa menyatukan bakat-bakat Italia seperti Franco Baresi, Carlo Ancelotti, hingga Paolo Maldini dengan pemain bintang dari luar negeri Pizza seperti trio Belanda, Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard.

Arrigo Sacchi, Pemimpin Revolusi Milan yang Gagal bersama Gli Azzurri

Revolusi Milan di bawah asuhan Sacchi memang terbilang cukup sukses. Tercatat delapan gelar berhasil oleh Milan pada masa itu. Yang paling prestisius tentu keberhasilan meraih gelar Piala/Liga Champions dua kali secara berturut-turut pada 1988/1989 dan 1989/1990. Keberhasilan ini membuat Milan menjadi kesebelasan terakhir yang mampu meraih gelar Piala/Liga Champions secara berturut-turut.

Kegemilangan prestasi Sacchi dan pasukannya di Milan pada masa itu membuat mereka disebut-sebut sebagai salah satu tim terbaik yang pernah ada di dunia ini. Sebutan “The Dream Team” sangat sering didengungkan oleh para pencinta sepakbola yang pernah menonton atau mengetahui kehebatan Milan racikan Sacchi.

Nasib Sial bersama Gli Azzurri

Ketika kariernya bersama Milan berakhir pada 1991, ia menerima pinangan untuk menukangi timnas Italia. Namun, perjalanan kariernya di Gli Azzurri ini lebih banyak dinaungi kesialan. Sacchi mengambil alih posisi pelatih Italia dari tangan Azeglio Vicini yang gagal membawa Gli Azzurri lolos ke Piala Eropa 1992.

Ini artinya ia bertugas untuk membawa Italia lolos dan berprestasi di Piala Dunia 1994. Untuk mewujudkan harapan tersebut, Sacchi bukannya melakukan hal-hal yang disukai oleh publik. Ia malah melakukan kebalikannya seperti saat ia mendobrak filosofi sepakbola bertahan Italia.

Ia membuang pemain-pemain bintang pada saat itu dari timnas Italia seperti Walter Zenga, Giuseppe Bergomi, Roberto Mancini, dan Gianluca Vialli. Sacchi lebih memilih menggunakan jasa para pemain Milan yang pernah dilatihnya dan peraih Ballon d’Or 1993, Roberto Baggio. Hal ini tentu membuatnya mendapat banyak kritikan dari pemerhati sepakbola di italia.

Apalagi ketika bermain di Piala Dunia 1994, penampilan Italia pada babak grup tidaklah mengesankan. Mereka bahkan harus menelan kekalahan pada laga pertama melawan Republik Irlandia. Beruntung pada dua laga selanjutnya Italia mampu meraih hasil yang lebih baik dan lolos ke babak berikutnya dengan berstatus sebagai salah satu peringkat tiga terbaik (ketika itu Piala Dunia masih terdiri dari enam grup dan diikuti oleh 24 tim).

Arrigo Sacchi, Pemimpin Revolusi Milan yang Gagal bersama Gli Azzurri

Perjalanan anak asuh Sacchi memang semakin membaik hingga akhirnya mencapai babak final untuk bertemu dengan Brasil. Di sinilah kesialan menimpa Sacchi; laga final ini berakhir dengan skor 0-0 dan harus dilanjutkan dengan adu penalti.

Pada babak adu penalti Sacchi harus menerima kenyataan pahit setelah tiga pemainnya gagal menjalankan tugas mereka dengan baik. Kita tentu ingat tiga nama ini: Franco Baresi, Daniele Massaro, dan Roberto Baggio. Dua dari tiga penendang tersebut merupakan pemain Milan yaitu Baresi dan Massaro. Sementara Baggio bisa dikatakan seperti anak emas Sacchi yang tak tergantikan di Italia layaknya Van Basten di Milan.

Ini mungkin bisa jadi sebuah karma bagi Sacchi yang membuang para pemain bintang seperti Mancini dan Bergomi demi memilih pemain-pemain Milan.

Ternyata kesialan Sacchi ini tidak berakhir di Piala Dunia 1994. Pada gelaran Piala Eropa 1996, nasib sial kembali menimpa dirinya. Italia gagal dibawanya lolos dari babak grup. Salah satu penyebabnya adalah tergabungnya mereka dengan grup kuat yang berisikan Jerman dan Republik Ceko, finalis pada edisi Piala Eropa tersebut, serta Rusia.

Setelah Piala Eropa 1996, kariernya bersama Gli Azzurri pun berakhir. Sacchi seperti tidak ditakdirkan untuk meraih kesuksesan bersama timnas, ia harus meninggalkan Italia dengan tangan kosong tanpa gelar.

Manusia memang tidak ada yang sempurna, begitupun dengan seorang Arrigo Sacchi. Pria yang lahir pada 1 April 1946 ini memang bergelimangan gelar saat menukangi AC Milan. Akan tetapi, ia tidak mampu berbuat banyak ketika dipercayai untuk melatih timnas Italia.

Entah memang karena karmanya terhadap Mancini, Bergomi, Zenga, dan Vialli, atau memang Tuhan tidak mengizinkannya merasakan gelar bersama tim nasional agar ia tetap menjadi manusia biasa yang tidak sempurna.

Salam Kerja.

Kerja kerja kerja.

Mari kerja nyata terangi negeri.

Para sahabat yang berbahagia saya sangat senang dapat membagikan pengetahuan, informasi dan pengalaman yang saya dapatkan sejak bergabung di PT PLN (Persero) melalui tulisan ini. Sampai saat ini sudah banyak hal yang saya dapatkan dari PLN. Di PLN saya belajar apa itu kerja nyata terangi negeri. Saya belajar tentang adat, budaya, lingkungan, dan aneka macam karakter pegawai. Kalau istilah gaulnya sisi nonteknis. Begitu juga sisi teknisnya saya dapatkan, pelajari, dan praktekkan. Semua hal tersebut saya bagikan di sini dengan topik pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. Keahlian khusus ini saya dapatkan saat masih bertugas di PLTD. Tidak sembarang orang bisa menguasainya, tidak sembarang tempat bisa dipelajari dan tidak sembarang waktu bisa dilakukan. Menurut saya hal ini menarik bahkan sangat menarik sebab keahlian ini sederhana tapi berdampak besar. Saya belum menemukan rumus empiris tentang keahlian khusus ini. Mereka saling ketergantungan memiliki keterkaitan satu sama lain yang tidak bisa dipisahkan. Bagaikan hutan dengan binatang yang ada di dalamnya. Begitu juga keahlian ini, faktor apakah yang dominan apakah orang, tempat, waktu, metode atau yang lain? Yang jelas pekerjaan ini memerlukan keahlian khusus, yang sangat bermanfaat dalam upaya PT PLN (Persero) melakukan kerja nyata terangi negeri.

Saya akan ceritakan keahlian khusus ini mulai dari kesan pertama bergabung di PT PLN (Persero). Saya masuk perusahaan elit ini dengan mengikuti tes penerimaan pegawai untuk penempatan di seluruh wilayah Indonesia. Kalau para senior menyebutnya penerimaan pegawai pusat. Saat diklat prajabatan sudah terasa bahwa kerja di PLN itu harus cepat, tepat, dan akurat. Hebat deh pokoknya. Harus disiplin dalam segala hal karena bermain dengan makhluk yang tidak kelihatan (arus listrik). Salah raba bisa kena setrum, salah pegang bisa kebakar, salah pasang bisa meledak, salah ukur bisa merusak alat itu sendiri. Tugas kerja nyata terangi negeri pertama saya adalah di pembangkit. Sesuai dengan bidang ilmu saya  yaitu teknik mesin dan bidang yang saya lamar engineer pembangkit (EP). Setelah melapor ke unit induk keesokan harinya saya langsung ke PLTD. Karena sudah tidak sabar melakukan kerja nyata terangi negeri. Walau jauh dari kampung halaman, walau menempuh perjalanan jauh tapi saya tetap semangat. Penasaran PLTD apa? PLTD ini ada di Nusa Tenggara Barat tepatnya di ujung timur pulau Lombok. Masuk jenis PLTD besar dengan daya terpasang 27.972 kW. Unit pembangkit ini beroperasi sesuai Standar Operational Procedur (SOP), berdasarkan kondisi mesin dan sesuai kebutuhan listrik dari masyarakat. Kalau orang-orang teknik memberi istilah interkoneksi yang secara umum bisa diartikan tenaga listrik yang dihasilkan dari beberapa unit pembangkit seperti PLTD, PLTU, dan PLTMH digabungkan dalam frekuensi yang sama untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Agar mesin pembangkit bisa kontinyu menerangi negeri yang mana mesin ini seperti manusia yang memerlukan pemeriksaan dan asupan zat gizi serta vitamin maka mesin ini harus memasuki tahap medical check up. Kayak istilah medis ya. Medical check up disini adalah pemeliharaan rutin berdasarkan jam kerja atau lamanya mesin itu beroperasi diantaranya ada pemeliharaan harian, mingguan, bulanan, top overhaul, semi overhaul, dan mayor overhaul.

Gambar contoh mesin pembangkit diesel

Semua jenis pemeliharaan tersebut diatas dilakukan rutin tiap hari, minggu, dan bulan. Yang berbeda adalah mayor overhaul, kenapa berbeda? Karena downtimenya lama berkisar 45 hari. Mayor overhaul adalah pembongkaran total. Dilakukan saat mesin sudah beroperasi selama 18.000 jam. Semua komponen mesin dibongkar untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Jangan sampai terjadi kerusakan fatal yang mengakibatkan mesin tidak bisa beroperasi dalam waktu lama yang dapat berakibat macetnya suplai listrik ke masyarakat. Pembongkaran ini dilakukan dengan hati-hati agar material tidak rusak. Dan tentu saja dilakukan oleh orang yang mengerti tentang dunia mesin. Mengapa demikian? Karena material yang dibongkar adalah material utama dari mesin yang sangat vital dan berat. Pembongkarannya tidak sembarangan, harus mengikuti prosedur yang berurutan. Ada tanda-tanda khusus dari komponen mesin yang tidak boleh tertukar. Setelah semua komponen terbongkar pemindahannya juga harus hati-hati. Materialnya sangat berat, berat cylinder head mesin saja 132 Kg kebayang gak beratnya? Beda banget dengan cylinder head sepeda motor atau mobil teman-teman kan? Kira-kira menurut anda cara memindahkannya seperti apa? Ayo, seperti apa ya? Disini perlu keahlian dan alat khusus. Memindahkan material yang berat harus dilakukan dengan alat bantu yang dinamakan crane. Crane ada banyak, untuk sebuah PLTD crane dengan daya angkat dan angkut 20 TON cukup.  Pengoperasian crane tidak boleh sembarangan. Di PLN ada sertifikasi operator crane. Biasanya yang memiliki sertifikat ini para teknisi lapangan. Mereka memindahkan material mesin sesuai SOP dan standar keselamatan kerja yang berlaku. Pemindahan material dengan crane memang terlihat mudah, tapi kalau teman-teman belum terbiasa apalagi tidak memiliki SIM crane akan sulit sekali. Material yang kalian angkat dan angkut akan membentur material lain sana sini. Sebab perintah yang diberikan pada crane harus tepat, tidak boleh terlalu pelan atau terlalu cepat. Inilah salah satu kemampuan pegawai PLN dalam kerja nyata terangi negeri yaitu berkomunikasi dan menyamakan frekuensi dengan crane. Dari pembongkaran saja harus teliti, apalagi yang lain. Disinilah keahlian itu mulai ditunjukkan yaitu bukan sembarang orang bisa melakukannya. Setelah semua komponen terbongkar dan ditempatkan di area khusus overhaul, selanjutnya material tersebut dibersihkan sampai mengkilap.

Setelah pembersihan selesai, kerja nyata terangi negeri selanjutnya masuk ke tahap pengukuran parts atau komponen. Semua komponen diukur seperti bushing, valve, push rod, tappet, ring piston, piston, cylinder head, cylinder liner, connecting rod, cam shaft, crank shaft, dan lain sebagainya (ijin sharing istilah mesin gan). Cukup segitu aja ya, kalau disebutkan semua nanti satu lembar folio gak muat. Semua pengukuran parts ini memerlukan ketelitian dan keahlian. Yang memerlukan keahlian khusus adalah pengukuran ovality pin journal dari crank shaft. Proses pengukuran ini terbilang unik dan kadang diluar dugaan tapi kalau dilogikakan masuk. Proses ini harus dilakukan oleh orang yang berkompeten. Keahlian ini merupakan kombinasi pemahaman teori, praktek langsung dan pengalaman kerja dilapangan dengan alat yang terstandarisasi. Itulah mengapa pekerjaan ini memerlukan kemampuan khusus. Kelihatannya sederhana hanya pegang alat ukur lalu dipasang pada benda yang diukur kemudian baca hasil pengukuran. Tapi kenyataannya tidaklah demikian. Salah memutar gear alat ukur hasil pembacaan berbeda, bahkan bisa merusak alat ukur itu sendiri. Salah melakukan kalibrasi alat ukur hasil pengukuran juga berbeda. Berikut saya sharing tata cara pengukuran keovalan crank pin dengan menggunakan micrometer, caranya adalah :

  1. Pastikan lingkungan kerja aman dan selalu memakai peralatan safety.
  2. Bersihkan permukaan crank pin dari debu, oli dan kerak bekas oli.
  3. Posisikan crank pin pada posisi TDC atau BDC dengan memutar turning gear.
  4. Ambil micrometer sesuai dengan ukuran pin yang akan diukur, lalu bersihkan dengan kain bersih.
  5. Lakukan kalibrasi micrometer dengan alat kalibrasi sesuaikan dengan ukuran crank pin yang akan diukur. Kalibrasi ini penting untuk memastikan alat ukur berada pada posisi nol (0).
  6. Lakukan pengukuran crank pin dengan cara memegang micrometer boleh tangan kanan/kiri umumnya dipakai tangan kanan, jangan menutupi skala pada posisi pengukuran agar hasil pengukuran jelas terlihat. Kemudian tahan bingkai micrometer dengan telapak tangan, selanjutnya putar selubung pengukur dan juga gigi geser dengan telunjuk dan ibu jari.
  7. Putar gigi geser sampai terdengar suara klik. Lalu kunci micrometer dengan key lock nya agar skalanya tidak berubah.
  8. Baca skala utama apakah menunjukkan satuan atau tengah satuan.
  9. Baca skala nonius yang tepat segaris dengan skala utama. Kemudian lakukan pembacaan hasil pengukuran.
  10. Cara mengetahui hasil pengukuran yaitu dengan cara menjumlahkan skala nonius dengan skala utama, lalu jumlahkan kembali atau kurangi dengan ketelitian micrometer.
  11. Lakukan pengukuran di 4 posisi masing-masing pada derajat 0°, 45°, 90° dan 135°.
  12. Bila pengukuran sudah selasai, bersihkan kembali micrometer dan simpan pada kotaknya.
  13. Bersihkan kembali bahan dan area kerja.

Gambar contoh micrometer

Selanjutnya untuk mendapatkan ovality, hitung dan bandingkan data hasil pengukuran. Bandingkan juga dengan standar ukuran pada buku manual dari pabrikan. Untuk melakukannya kira-kira apakah teman-teman bisa? Ragu? Atau bingung? Itulah salah satu keahlian khusus yang jarang terendus dalam kerja nyata terangi negeri. Kalau dibaca cara pengukuran di atas pasti semua merasa dan berkata bisa. Tapi di lapangan tidaklah demikian.  Sebab “bisa” karena melihat dengan “bisa” karena membaca dan “bisa” karena mengerjakan adalah berbeda. Pekerjaan ini membutuhkan intelegensi dan skill. Pekerjaan ini sangat penting karena menentukan keovalan crank pin yang mempengaruhi kinerja dan umur part dari mesin pembangkit. Bila salah dalam pengukuran, perhitungan data hasil pengukuran akan salah. Maka ovality dari crank pin menjadi salah. Pada saat assembly tidak didapatkan clearance bearing yang sesuai petunjuk buku manual mesin. Putaran shaft tidak lembut yang mempengaruhi defleksi shaft tersebut. Saat mesin beroperasi oil film diluar nilai ketentuan dari pabrikan mesin. Sehingga menyebabkan kerusakan bearing dan crank pin itu sendiri. Bisa dibayangkan bukannya kondisi mesin menjadi baik dan beroperasi optimal tetapi sebaliknya yaitu kerusakan fatal yang menyebabkan downtime lama. Biaya perbaikan bertambah yang ujung-ujungnya kerugian bagi PLN dan masyarakat.

Bukan sembarang orang bisa menguasainya, yaitu tidak semua orang bisa melakukannya dengan benar dan mendapatkan hasil akurat. Latihan dan pendidikan sangat membantu dalam menguasai keahlian khusus ini dalam kerja nyata terangi negeri. Keahlian khusus ini adalah cerminan dari tingkat intelegensi, konsentrasi, bakat, pengetahuan, pengalaman kerja dan kondisi psikologis. Kondisi emosionalnya harus seimbang. Kalau emosinya lagi tinggi mungkin ada masalah pribadi, keluarga atau kantor maka pekerjaan pengukuran yang dilakukan biasanya terburu-buru. Sehingga beberapa langkah pengukuran akan terlewatkan. Pada saat pengukuran gigi geser alat ukur akan diputar dengan tergesa-gesa bahkan diputar kencang sehingga hasil pengukuran tidak akurat. Sebaliknya saat emosinya rendah, kurang semangat dalam pengukuran maka konsentrasinya tidak bagus, sudut ukur bisa salah, dampaknya juga sama yaitu hasil pengukuran tidak akurat.

Pengukuran tidak dilakukan di sembarang tempat. Pengukuran ini dilakukan di mesin itu sendiri.Crank shaft dalam kondisi terpasang pada dudukannya di engine frame. Bisa dibayangkan salah posisi duduk atau berdiri dalam pengukuran, salah memegang alat, miring memasang alat, salah derajat putar bidang crank pin yang akan diukur menyebabkan hasil pengukuran yang didapatkan salah.

Gambar contoh crank shaft

Kemudian tidak sembarang waktu bisa dilakukan. Ini hanya bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu! Ingat kita membahas keahlian dalam pengukuran ovality ya, bukan hal-hal mistis yang mencari waktu tertentu seperti malam jumat kliwon, malam satu suro atau yang lainnya. Pengukuran ini hanya dilakukan pada saat mayor overhaul atau saat terjadi gangguan crank pin. Waktu khusus disini maksudnya pengukuran dilakukan saat si pengukur merasa nyaman. Bisa pagi siang atau sore yang jelas saat jam kerja. Bukan hari libur atau bukan pula malam hari. Sebab kalau malam waktunya istirahat. Kenyamanan dalam melakukan pekerjaan ini sangat penting. Bila melakukannya pada saat lapar, pengukuran yang dilakukan tidak sebaik saat perut terisi. Bila melakukannya saat perut kepenuhan selepas makan siang bisa-bisa mengantuk, angka 7 bisa dilihat angka 1 bahkan garis skala nonius tidak terbaca. Maka tidak tepat lagi hasil pengukurannya. Jadi pengukuran ini dilakukan pada saat si pengukur dalam kondisi psikis dan fisik yang fit dan nyaman. Kalau diluar sana disebut enjoy. Enjoy dalam kerja nyata terangi negeri!

Setelah proses pengukuran selesai didapatlah angka yang akan berbicara menentukan proses selanjutnya. Seperti threatment apa yang akan dilakukan pada crank pin tersebut, apakah perlu polishing atau tidak, perlu cek hardness atau tidak. Kemudian menentukan parts yang diganti diluar paket part mayor overhaul. Serta sebagai bank data dari historis mesin pembangkit. Bila semua itu sudah selesai selanjutnya dilakukan pemasangan kembali, penyetelan ulang, dan kalibrasi untuk memastikan kondisi mesin pembangkit ready to start. Siap beroperasi memproduksi listrik menerangi nusantara. Mempermudah aktifitas masyarakat, menggairahkan perekonomian, yang pada akhirnya memajukan bangsa Indonesia. Oleh PT PLN (Persero) diistilahkan dengan Kerja Nyata Terangi Negeri.

Singkatnya, menurut saya keahlian khusus penentuan ovality crank pin dalam kerja nyata terangi negeri adalah kombinasi dari hard dan soft skill yang tidak terlihat tapi berdampak besar. Diantaranya adalah kemampuan teknis dalam bidang pembangkit yaitu paham dunia teknik, pengukuran dan mesin karena didalamnya ada standar-standar teknis seperti ISO, JIS, SNI dan standar keselamatan kerja. Kemampuan memanfaatkan sumber daya melalui kerjasama, mengorganisasi teman, bahan dan alat kerja. Manajemen stres karena bekerja di tempat panas, bising, berdebu dan berteman dengan bau khas pelumas dan bahan bakar. Kemudian kemampuan mengkonsep teknis pengukuran yang disertai pengambilan keputusan. Dan yang terakhir kemampuan mengatur waktu karena target penyelesaian pekerjaan tersebut

Demikianlah keahlian khusus yang jarang terendus dalam kerja nyata terangi negeri pada bidang pembangkitan di PT PLN (Persero). Keahlian yang tidak akan hilang, walaupun  ada hambatan dan tekanan dalam bekerja serta tuntutan dari luar. Kemampuan, kemauan, semangat, dan tekad kerja nyata terangi negeri akan tetap berkobar. Selamat Hari Listrik Nasional ke 71. Jayalah PLN Jayalah Indonesia.

↓⇓

http://www.kompasiana.com/ekawimerta/keahlian-khusus-yang-jarang-terendus-dalam-kerja-nyata-terangi-negeri_5807feea2523bd52088b4568

Makna jam bangun tidur

 

Terbangun antara pukul 11 dan 1 malam

Pengobatan tradisional Cina berpendapat bahwa jangka waktu ini terkait dengan empedu. Jika Anda terbangun pada periode waktu ini, bisa menjadi indikasi Anda mengalami kekecewaan emosional.

Anda perlu fokus pada perasaan mencintai dan menghargai diri sendiri, dan ingat untuk memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang pernah Anda buat.

Terbangun antara pukul 1 dan 3 pagi

Periode waktu ini terhubung ke organ hati Anda. Jika Anda terbangun pada jam ini, itu pertanda bahwa Anda menyimpan perasaan marah, dan memiliki terlalu banyak energiyang atau energi negatif.

Minumlah segelas tinggi air dingin dan coba berdamai dengan kemarahan Anda; mencari tahu apa yang mengganggu Anda, sehingga Anda dapat beristirahat.

Terbangun antara pukul 3 dan 5 pagi

Terbangun pada jam ini terkait dengan paru-paru Anda dan merupakan tanda kesedihan. Untuk kembali bisa beristirahat dengan tenang, coba berlatih latihan pernapasan saat Anda memfokuskan pikiran Anda dan mengekspresikan iman. Hal ini akan membantu Anda.

Selain itu, terbangun antara jam tersebut dapat menjadi tanda bahwa lubuk hati Anda sedang ingin memberitahukan sesuatu. Ketika mereka mengirimkan pesan, adalah bijaksana bagi Anda untuk memperhatikan. Lubuk hati Anda sedang mencoba untuk membawa Anda ke dalam keselarasan hidup yang lebih baik dengan tujuan akhir Anda.

Terbangun antara pukul 5 dan 7 pagi

Selama ini, sebagian besar energi manusia yang berkaitan dengan keberanian berhubungan dengan usus besar. Jika Anda terbangun pada jam tersebut, Anda mungkin memiliki penyumbatan emosional. Setelah Anda terbangun, coba untuk tetap berbaring dan meregangkan tubuh, atau pergilah ke kamar mandi untuk buang air untuk menenangkan tubuh Anda.

 

Francesco Totti

Ada yang bilang ‘life begins at 40’. Kepala empat, usia di mana seseorang seharusnya menikmati hidupnya dan bebas dari pekerjaan. Itu pula yang banyak terjadi pada pesepakbola kebanyakan.

Bagi pesepakbola, usia kepala tiga saja kadang sudah dibilang uzur. Banyak yang sudah gantung sepatu saat usia mereka menginjak angka 30an. Apalagi kepala empat.

Tapi itu tidak terlihat pada Francesco Totti. Setidaknya untuk saat ini, belum.

Hari ini, 27 September 2016, Totti genap berusia 40 tahun. Di saat teman-teman seangkatannya sudah banyak yang gantung sepatu, beberapa juga sudah jadi pelatih atau jadi aktor di balik layar sebuah klub, Totti masih asyik berlari-lari di atas lapangan.

“Pangeran” yang satu ini memang masih menikmati perannya sebagai pemain. Tapi ia bukan sekadar pemain yang menjadi simbol tim. Totti membuktikan bahwa dirinya masih bisa memberi kontribusi penting untuk Roma.

Musim lalu, karier Totti di Roma satu-satunya klub yang ia bela selama 24 tahun ini seperti akan mencapai garis finisnya. Kontraknya kala itu memasuki tahun terakhir dan waktu bermainnya mulai tereduksi. Totti mulai lebih akrab dengan bangku cadangan.

Tapi Totti tetaplah Totti. Ia selalu ada ketika Roma membutuhkannya. Meski cuma jadi pemain pengganti, Totti adalah supersub.

Musim ini Totti memang masih belum jauh dari bangku cadangan. Tapi, lagi-lagi ia membuktikan bahwa dirinya masih bisa berkontribusi untuk Roma. Dua gol dan dua assist sudah dia sumbangkan untuk Roma dari empat kali penampilan, tiga di antaranya sebagai pemain pengganti.

Akhir pekan kemarin, misalnya, dalam pertandingan melawan Torino, Totti mencatatkan sebuah milestone. Ia membukukan golnya yang ke-250 di Serie A usai menaklukkan Joe Hart lewat titik putih. Sayangnya, itu tak cukup untuk menyelamatkan Roma dari kekalahan. Tapi Totti kini tercatat sebagai pemain kedua yang mengoleksi 250 gol di Serie A setelah Silvio Piola (274 gol).

Totti memang masih sangat enjoy bersenang-senang dengan bola di atas lapangan. Ia masih belum kehilangan sentuhan-sentuhan khas serta visinya meski fisik termakan usia.

Tengok saja dua assist yang ia berikan untuk Dzeko di pertandingan melawan Sampdoria dan Crotone. Dengan satu kali sentuhan, Totti melepaskan umpan lambung terukur melewati barisan pertahanan lawan untuk kemudian dituntaskan oleh Dzeko menjadi gol. Totti membuktikan bahwa genius tidak mengenal usia.

Barangkali dengan cara itu pula Totti menyiasati fisiknya yang tidak muda lagi. Dengan umpan-umpan satu kali sentuhan yang akurat, Totti tak perlu berlari. Umpan-umpan semacam itu juga akan membuat Totti sulit diterka lawan.

“Totti hidup satu menit di depan yang lainnya,” puji pelatih Crotone, Davide Nicola. “Jika saja saya bisa memasang jam pemain-pemain saya lebih cepat satu menit.. intuisinya fenomenal.”

“Masih menentukan di usia ke-40 berarti ia masih punya mesin dan kemampuan untuk memberi begitu banyak emosi kepada orang-orang, dan gairah yang melampaui batas apapun,” lanjutnya.

Tak bisa disangkal, apa yang ditawarkan Totti saat ini memang sulit ditandingi oleh pemain Roma lainnya. Keberadaannya kerap kali menyuntikkan antusiasme ke lapangan maupun penonton. Bukan berarti Roma lesu tanpa Totti, namun ia punya sesuatu yang unik yang tak dimiliki pemain lain. Romanisti juga masih belum siap melepas pangeran pujaannya itu. Setiap kali Totti melakukan pemanasan atau masuk ke lapangan, tepuk tangan riuh akan terdengar memenuhi stadion.

Lalu, haruskah Totti berhenti bermain?

Foto: Getty Images Sport/Paolo Bruno

“Saya merasa rileks. Pola pikir saya tepat, saya bahagia, menjalaninya dari hari ke hari. Kenapa harus berhenti kalau saya merasa seperti itu? Jika tubuh saya bertahan, pikiran saya bisa membantu saya melakukan apapun,” ucap Totti usai membantu Roma membalikkan keadaan atas Sampdoria.

Masa bakti Totti sebagai pemain di Roma memang hanya akan sampai akhir musim ini. Tapi, untuk saat ini, masih terlalu dini untuk bicara soal kontrak.

Mari bicara saja soal kado untuk ulang tahun Totti. Jika bisa berandai-andai, mesin waktu atau ramuan awet muda pasti menjadi dua barang yang ada di daftar teratas hadiah untuk Totti. Bukan cuma suporter, beberapa koleganya juga masih ingin melihat Totti mengolah bola di atas lapangan lebih lama lagi.

Allenatore Roma, Luciano Spalletti, bilang ingin menghadiahi Totti mesin waktu DeLorean dari kisah ‘Back to the Future’. Sementara pelatih yang memenangi Scudetto bersama Totti di tahun 2001, Fabio Capello, ingin mantan anak didiknya itu dapat kesempatan untuk menjadi lebih muda agar bisa selalu menyaksikan permainannya yang tak kalah tampan dari wajahnya.

“Dia adalah Peter Pan kami, ia menolak untuk tumbuh dewasa dalam hal sepakbola dan kami senang. Ia amat berkelas dan saya harap ia bisa terus merasa seperti anak-anak ketika dia masuk ke lapangan,” ujar General Manager Roma, Mauro Baldissoni.

Ya, seperti Peter Pan yang menolak untuk tumbuh dewasa, Totti juga tak mau dimakan usia. Untuk saat ini, kita nikmati saja dulu Totti selagi masih bisa. Kesampingkan dulu isu-isu yang meliputi hubungannya dengan Spalletti yang terus saja dikabarkan renggang. Atau perdebatan soal kehebatannya hanya karena jumlah trofi yang bisa dihitung dengan jari. Seorang Francesco Totti sepatutnya dirayakan.

Happy forty, Francesco Totti!