Tahukan Anda, bahwa sebelum dikenal lewat mobil, truk dan alat beratnya, Volvo adalah pembuat bearing atau bantalan bola gotri? Ya, pada tahun 1915, Volvo adalah bagian dari SKF, Svenska Kullagerfabriken AB yang membuat bearing, pelumas dan lain-lain.

Menurut Margaret, pemandu di Volvo Museum, nama Volvo awalnya akan dipakai untuk menyebut salah satu produk bearing SKF. Nama itu berasal dari bahasa Latin volvere yang berarti “Saya berputar” atau “Saya menggelinding”. Namun belakangan nama itu digunakan dalam produk mobil yang diluncurkan 14 April 1927.

Mobil Volvo pertama yang dijuluki “Jakob” lahir ketika manajer penjualan SKF Assar Gabrielsson dan insinyur SKF Gustav Larson sepakat membuat mobil asli Swedia tahun 1924. “Mereka bermimpi membuat mobil yang cocok untuk lingkungan Swedia yang memiliki jalanan buruk saat itu,” ujar Margaret di Volvo Museum, Gothenburg.

Gabrielsson dan Larson kemudian memulai pembuatan mobil tahun 1926. Setahun kemudian, setelah membuat sepuluh prototipe, keduanya merasa siap memulai produksi mobil. Ditandai dengan hadirnya Volvo OV 4 atau Jakob, Volvo mengukuhkan diri sebagai pembuat mobil di Swedia. Namun pada tahun itu, hanya ada 280 mobil yang terjual karena seri Jakob ini merupakan mobil terbuka yang tidak pas dengan dinginnya cuaca Swedia.

Adapun truk pertama Volvo dibuat Januari 1928. Seri ini menarik perhatian banyak orang sehingga dijual hingga luar Swedia. Pada tahun ini juga Volvo menjual 639 mobil, dengan model seperti Jakob, namun kabinnya tertutup. Pada tahun 1934, Volvo membuat bus-nya yang pertama dan perusahaan mulai membuat berbagai mesin, termasuk mesin pesawat dan kapal.

Mengingat pasar yang terus tumbuh, Volvo mulai hadir dengan berbagai mobil, truk, dan bus dengan ciri khusus, yakni memiliki tingkat keselamatan tinggi. Tak heran bila brand Volvo kemudian identik dengan “safety”.  Produk-produk yang diluncurkan dari awal, tahun 50-an, 60-an, 70-an, 80-an dan 90-an kini dapat disaksikan di Volvo Museum.

Adapun karena kondisi ekonomi dan persaingan di pasar, Volvo Group menjual divisi pembuatan mobilnya, Volvo Car Corporation, ke Ford Motor Company 6.45 miliar dollar AS tahun 2000. Dari penggabungan ini, banyak komponen dan mesin Volvo yang kemudian dipakai di mobil-mobil Ford, Land Rover dan Aston Martin. Pada tahun 2010 Ford menjual Volvo Car Corporation ke Geely Automobile of China, setelah sebelumnya juga melego Jaguar Land Rover dan Aston Martin.

Sementara itu, Volvo Group yang tetap memproduksi truk, alat berat dan mesin-mesin kapal justru membeli Renault Véhicules Industriels pada Januari 2001.AB Volvo juga menguasai 13 persen saham pembuat truk UD Trucks.

Kini, walau terpisah secara perusahaan, Volvo Group dan Volvo Cars secara bersama-sama mengelola Volvo Museum di Gothenburg. Mengingat filosofi para pendirinya yang mengutamakan keselamatan, ketepatan, inovasi, dan menciptakan produk yang ramah lingkungan, nama besar Volvo sepertinya bakal terus berkibar.

Advertisements