1. Untuk anak yang baru lahir sampai diupacarai 3 bulan, maka dibuatkan pelangkiran dari ulatan lidi/ ibus yang dinamakan berbentuk bulat, digantungkan di atas tempat tidur bayi.

Itu adalah stana Sanghyang Kumara, putra Bhatara Siwa yang ditugasi ngemban para bayi.

2. Setelah upacara 3 bulanan sampai terus dewasa – tua, pelangkiran diganti dengan bentuk yang dipakukan ke tembok.

Ini pelinggih Kanda-Pat (bukan Hyang Kumara lagi).

3. Pelangkiran juga untuk ‘pengayatan’

  1. Sanggah Pamerajan, yang jauh dari rantau
  2. Bhatara Dewa Ayu Melanting, bagi para pedagang
  3. Taksu, bagi para pregina
  4. Bhagawan Panyarikan, untuk di ruangan rapat/ pertemuan
  5. dll