Bagi Anda yang menginginkan penghasilan tambahan, ada beberapa pilihan usaha yang mungkin akan Anda lakukan. Salah satunya adalah invetasi.

Dari pada Anda terus menabung di bank dan mengharapkan bunga bank dari dana yang Anda simpan, tidak ada salahnya sedikit dari dana yang Anda miliki dipergunakan untuk berinvestasi. Investasi sendiri ada bermacam-macam. Mulai dari obligasi, saham, emas, dan lain-lain. Namun, bagi Anda yang mungkin belum pernah sama sekali mencoba investasi, pasti akan ada keraguan di dalam diri Anda. Bagaimana untuk mengatasi keraguan tersebut?

Berikut akan saya berikan beberapa tips berinveastasi untuk para pemula.

 1. Melakukan invetasi di waktu yang tepat

Kunci pertama dalam sukses berinvestasi adalah mengetahui terlebih dahulu apa itu investasi. Bagaimana siklus investasi itu terjadi. Seperti halnya kehidupan, di ekonomi juga berjalan dengan siklusnya sendiri. Jika Anda masuk pada saat yang tepat dalam siklus tersebut, maka uang yang dihasilkan akan lebih banyak.

2. Amati setiap siklus yang ada

Setelah mengetahui jalannya siklus, kemudian perhatikanlah siklus setiap instrumen investasi, Anda bisa memilih siklus mana yang siap menanjak.

3. Cari instrumen investasi yang Anda kuasai

Selanjutnya,  memilih instrumen investasi yang Anda kuasai, lebih bagus lagi yang Anda sukai. Ada beberapa pilihan jika Anda akan memulai investasi dengan modal kurang dari Rp 10 juta.

– Reksa Dana, yaitu wadah dan pola pengelolaan dana/modal

– Beli saham di pasar modal.

– Logam Mulia.

4. Investasi harus ditahan untuk jangka panjang

Kunci keempat dalam sukses berinvestasi adalah harus ditahan untuk jangka waktu yang cukup panjang. Hal ini dilakukan untuk menepis volatilitas dan risiko kerugian. Kesalahan terbesar yang sering dilakukan investor adalah selalu terlalu siap melindungi portofolionya, sehingga sering panik ketika pasar jatuh dan melepas seluruh investasinya. Padahal, sebaiknya investor harus yakin kalau tren melemah itu hanya bagian dari siklus yang nantinya akan kembali menguat, kecuali memang siklus instrumen investasi tersebut sudah mendekati puncaknya.

5. Evaluasi setiap tren investasi

Jadilah investor yang bertolak belakang, tetapi tidak melawan pasar. Contohnya, saat semua orang melakukan aksi beli, Anda harus jadi penjual. Begitu juga sebaliknya, saat semua orang menjual, Anda harus jadi pembeli.

 6. Ketahui puncak dari siklus investasi sebelum jatuh

Sebuah investasi akan mencapai puncaknya sebelum akhirnya masuk ke tren menurun. Puncaknya memang tidak bisa dilihat secara langsung, namun ada beberapa cirinya, yaitu:

– Imbal hasil yang Anda dapatkan tiba-tiba mengebut, lebih tinggi dari yang biasanya Anda dapatkan dalam jangka waktu setahun. Sebentar lagi siklus investasi ini akan mencapai puncaknya.

– Jika semua yang Anda kenal, teman-teman, saudara dan tetangga membicarakan soal keuntungan hasil investasi yang didapat di instrumen yang sama dengan Anda. Ciri-ciri mendekati puncaknya.

– Jika banyak orang mulai berhenti kerja dan mengandalkan hidup hanya dengan berdagang saham di bursa lewat online trading, atau menjadi broker properti. Contoh seperti ini menunjukkan kedua instrumen investasi itu sudah mencapai siklus puncaknya, sudah saatnya Anda mencari instrumen investasi baru dengan siklus yang masih muda.