Kita semua bisa menjadi introvert atau ekstrovert, tergantung pada situasi. Ada beberapa  orang yang menonjolkan sisi ekstrovert mereka ketika menjadi tuan rumah bagi sebuah pesta, tetapi ketika mereka berperan sebagai tamu di sebuah pesta di mana mereka tidak kenal siapa-siapa, mereka akan menampilkan sisi introvert mereka. Begitu pula ketika anda berperan sebagai pembicara dan pendidik profesional, anda mungkin menonjolkan sisi ekstrover agar dapat memberikan informasi, tetapi ketika anda menghadiri seminar anda bisa saja jadi introvert. Jadi, bagaimana Anda menjadi ekstrovert dalam situasi sales ketika Anda tidak nyaman? Berikut adalah apa yang dapat anda lakukan untuk melangkah keluar dari zona nyaman anda:

Get passionate. Jadilah sangat bersemangat dengan apa yang anda jual sampai-sampai anda merasa ingin membaginya ke dunia. Dengan menjadi sosok yang penuh gairah, anda akan jadi sedikit tidak peduli terhadap bagaimana orang lain memandang anda.

Lakukan satu hal yang anda takuti sehari sekali. Penting bagi anda untuk membiasakan diri melakukan hal-hal yang membuat anda tidak nyaman. Hal ini akan menanamkan keberanian, keyakinan, dan mengubah fokus anda dari keterbatasan menjadi kemungkinan.

Jadilah gigih sampai Anda dikritik karenanya. Dalam kehidupan dan bisnis, terutama penjualan, Anda tidak akan sukses jika Anda tidak pernah dikritik. Follow up customer anda hingga mereka merasa tidak nyaman dan mengkritik anda karenanya. Dan sekali mereka melakukannya, follow up terus sampai mereka mengagumi anda karena kegigihan anda. Jika anda percaya pada produk, perusahaan dan diri anda, maka Anda tidak akan takut terhadap resiko kritik. Anda akan bersikeras menjualnya.

Sapalah setiap orang yang anda lalui. Anda dapat mulai memaksakan diri untuk melihat semua orang tepat di mata mereka dan mulai menyapa. Hal ini akan melatih reflek yang memungkinkan anda untuk mengambil sikap ketika anda perlu menjadi seorang ekstrovert, misalnya dalam sales call atau situasi lainnya.

Amati orang lain untuk perbedaan mereka. Setelah serangkaian kegagalan sales call, Anda mungkin akan mulai melihat semua prospek sebagai kemungkinan penolakan. Apa yang perlukan adalah meluangkan waktu sejenak dan mengamati bagaimana orang memiliki sifat yang benar-benar berbeda satu sama lain. Hal ini akan menghentikan Anda dari pemikiran bahwa setiap orang akan memberikan respon dengan cara yang sama.

Memaksa diri untuk tampil di depan umum. Latihan berikutnya adalah melangkah keluar dari rumah dan kantor sesering mungkin untuk bersosialisasi dengan orang-orang. Ketika pindah ke kota baru misalnya. Anda dapat mulai pergi ke tempat keramaian yang sama berulang-ulang sampai anda merasa nyaman.

Memberikan ceramah umum. Satu-satunya cara untuk menjadi nyaman berbicara kepada orang-orang adalah jadi lebih sering untuk tampil di depan umum. Anda dapat bergabung dengan komunitas lokal di mana anda dapat belajar bagaimana berbicara di depan orang lain.

Jadwalkan kegiatan yang padat. Ketika Anda terus-menerus bepergian, Anda tidak akan punya waktu untuk merasa tidak nyaman. Anda harus meminta bantuan, mendapatkan bantuan, berbicara dengan orang, tanya alamat, dll. Fokus Anda akan teralihkan ke dalam menyelesaikan satu demi satu sales call. So, get moving.

Bantu orang lain membuat penjualan. Setiap kali anda punya waktu luang ketika tidak ada jadwal untuk sales call, anda dapat menawarkan bantuan ke rekan sales anda lainnya. Setelah serangkaian kegagalan untuk closing, seorang salesperson bisa menjadi introvert dan cemas. Tapi dengan bersikap nothing to lose (karena dia bukan pelanggan anda, melainkan pelanggan rekan anda), maka anda akan merasa lebih rileks dan mendapatkan kembali kepercayaan diri Anda. Setelah Anda berhasil mencetak penjualan untuk orang lain, silakan kembali ke prospek Anda lagi.