Berkomunikasi bukan hanya tentang kita berbicara atau membuat tulisan yang berisi pesan kepada orang lain. Karena terkadang ada dari pendengar kita yang sulit memahami penjelasan kita melalui ucapan ataupun tulisan. Sehingga butuh cara lain bagi kita dalam menyampaikan pesan kepada pendengar, salah satunya yaitu melalui bahasa tubuh. Bahasa tubuh memang menjadi bagian terpenting dalam sebuah komunikasi, terutama saat hendak menyampaikan pesan kepada klien atau pelanggan yang kita temui langsung. Mengetahui dan menggunakan bahasa tubuh yang baik akan membantu kita untuk sukses dalam bisnis.

Tubuh

201109-omag-confidence-600x411

1. Mulailah dengan berdiri tegak, punggung yang tegak tapi tidak terlalu kaku, bahu yang rileks sehingga tidak terlihat terlalu tegang.

2. Sejajarkan tubuh Anda dengan orang yang Anda ajak berbicara, ini menandakan Anda ingin terlibat dalam percakapan tersebut.

3. Jaga posisi kaki Anda untuk tidak saling berjauhan atau menyilang. Penelitian menunjukkan bahwa setiap orang cenderung menyilangkan kakinya ketika ia sedang menyimpan informasi.

4. Atur sedikit posisi lengan Anda untuk lebih santai, karena ini menunjukkan kita fokus dalam mendengarkan.

5. Bercerminlah terlebih dahulu, atur posisi Anda saat berbicara. Karena setiap posisi kita dapat menunjukkan apa kondisi atau keadaan kita saat itu. Apakah kita sedang tertekan, menghadapi masalah atau sedang berusaha untuk menyukai orang yang berbicara dengan kita.

Lengan dan tangan

body-language

6. Jaga posisi lengan Anda untuk tetap rileks di samping tubuh, karena itu akan menunjukkan kita mau mendengarkan orang lain berbicara. Dan ketika kita menjaga posisi kaki untuk tidak terlalu jauh, maka itu menunjukkan bahwa kita mampu menyerap informasi lebih banyak.

7. Gunakan tangan Anda ketika sedang berbicara, karena ini dinilai mampu meningkatkan kredibilitas Anda dengan pendengar. Selain itu, gerakan tangan sebagai sebuah isyarat dapat meningkatkan proses berfikir diri kita.

8. Ketika bertemu dengan orang kita dianjurkan untuk menjabat tangan mereka dengan erat, tapi tidak terlalu kuat. Bagi sebuah perusahaan, berjabat tangan dengan klien atau relasi sangatlah diharuskan, karena cara ini dapat menetapkan nada apa yang akan digunakan ketika hendak berbicara nantinya.

9. Pastikan cara yang Anda lakukan sesuai dengan budaya yang ada di kondisi tersebut. Karena budaya yang berbeda akan memberikan penilaian yang berbeda pula.

Kepala

8-77-12

10. Ketika Anda mengangguk dan tersenyum dengan ikhlas, maka itu menunjukkan bahwa Anda memahami, setuju dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh pembicara.

11. Tertawa, adalah cara yang bagus untuk meringankan suasana hati ketika digunakan dengan tepat. Dan ini juga menunjukkan bahwa Anda memperhatikan cerita yang disampaikan.

12. Jaga kontak mata Anda, tapi tidak menatap mereka ketika sedang berbicara. Kontak mata akan menujukkan bahwa Anda tertarik dalam percakapan yang ada.

13. Jangan berkedip terlalu banyak. Berkedip dengan cepat bisa menggambarkan kondisi Anda yang tidak nyaman dengan percakapan saat ini.

14. Atur ekspresi wajah, karena sekali lagi ini menunjukkan bahwa Anda berada dalam suatu kondisi tertentu, sepetri tertekan atau hanya ingin merasa nyaman dengan orang tersebut.

15. Pantau suara atau nada bicara Anda. Tetap rendah dan tidak berakhir dengan kalimat yang seolah – olah itu sebuah pertanyaan. Ambil nafas dalam – dalam dan berbicara perlahan dengan jelas.

Tambahan kecil

16. Ketika Anda sedang berada di sebuah pertemuan, ada baiknya Anda membuat sebuah catatan. Bukan hanya untuk catatan Anda di masa depan, tapi ini akan menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap apa yang orang lain katakan. Tapi tetap ingat untuk membuat kontak mata secara teratur dengan orang lain, tujuannya agar pembicara masih merasa Anda tetap memperhatikan mereka.

17. Ada kalanya kita perlu untuk memperhatikan setiap bahasa tubuh yang dilakukan oleh pembicara. Tidak jarang mereka akan menggunakan bahasa isyarat saat menyampaikan maksud yang sulit diungakapkan. Ini juga akan membantu Anda untuk mengetahui maksud apa yang ia inginkan di masa depan.

18. Mengakhiri suatu pertemuan dengan berjabat tangan dan kontak mata, akan menunjukkan bahwa Anda menikmati pertemuan itu dan berharap ingin bertemu di lain waktu.