thumbnail

– – Prancis menjadi penyelenggara Piala Dunia 1998. Ini adalah kali kedua bagi negara ini setelah 1938. Sudah pun jadi tuan rumah, mereka juga keluar sebagai juara setelah mengandaskan Brasil 3-0 di final.

Prancis yang mengalahkan Maroko untuk menjadi tuan rumah menyelenggarakan event akbar ini di sepuluh stadion di sembilan kota. Satu stadion bahkan sengaja dibangun untuk pagelaran partai puncak, yaitu Stade de France.

Format kejuaraan kali ini berubah dari sebelumnya. Jumlah tim menjadi lebih besar. FIFA memberikan jatah 32 negara untuk berpartisipasi, termasuk tuan rumah. 32 tim ini dibagi dalam delapan grup. Hanya juara dan runner-up grup yang mendapat tiket berlaga di 16 besar.

Sistem gol emas pertama kali diberlakukan di sini, di mana setiap tim yang pertama kali mencetak gol di babak tambahan langsung dinyatakan sebagai pemenang tanpa menunggu waktu usai.

Seperti Piala Dunia sebelumnya yang selalu diisi “muka” baru. Prancis 1998 kedatangan Kroasia, Jamaika, Jepang, dan Afrika Selatan sebagai debutan. Kroasia bahkan membuat kejutan dengan menjadi terbaik ketiga di turnamen.

Bintang-bintang baru muncul di ajang kali ini. Anak muda dari Liverpool Michael Owen mengejutkan dunia dengan penampilannya. Ia mencetak gol indah di 16 besar saat Inggris kontra Argentina. Davor Suker memimpin Kroasia sampai semifinal dan mencetak enam gol, terbanyak sepanjang turnamen. Dan yang paling spektakuler adalah penampilan playmaker tim Les Bleus, Zinedine Zidane. Kegemilangan sepanjang turnamen ditutup dengan dua golnya di final yang meruntuhkan Brasil.

Selain itu beberapa kasus juga muncul. Gelandang Inggris David Beckham dikecam di negaranya karena dituduh sebagai penyebab kekalahan timnya atas Argentina. Ia mengganjal pemain Argentina Diego Simeone dan diberi kartu merah oleh wasit Denmark Kim Milton Nielsen. Ada juga kasus striker Brasil Ronaldo yang dikabarkan terkena epilepsi semalam sebelum final.

Walaupun dirundung masalah dan timnya kalah di final, Ronaldo tetap dinobatkan FIFA sebagai pemain terbaik ajang ini. Sedangkan Lev Yashin Award untuk kiper terbaik digondol kiper Prancis Fabien Barthez.

Tuan rumah: Prancis
Jumlah peserta: 32
Juara: Prancis
Jumlah pertandingan: 64
Jumlah gol: 171
Rata-rata gol: 2,67
Total penonton: 2.785.100
Rata-rata penonton: 43.517
Topskorer: Davor Suker (CRO) 6 gol
Pemain terbaik: Ronaldo (BRA)