thumbnail

– – Piala Dunia 1986 diadakan di Meksiko mulai 31 Mei sampai 29 Juni. Kejuaraan kali ini dimenangi oleh Argentina setelah menundukkan Jerman Barat di final dengan skor 3-2.

Awalnya tuan rumah turnamen kali ini merupakan jatah Kolombia. Tetapi karena Kolombia menyatakan ketidaksanggupannya pada tahun 1982, maka FIFA kembali memilih tuan rumah. Meksiko lebih dipilih sebagai pengganti tahun 1983 di Stockholm, Swedia dibandingkan Kanada dan Amerika Serikat. Ini merupakan Piala Dunia kedua Meksiko setelah tahun 1970. Gempa bumi yang sempat terjadi tahun 1985 tidak mengurungkan niat Negeri Sombrero untuk menyelenggarakan turnamen akbar ini.

Format kompetisi kali ini berbeda dari tahun 1982. 24 tim yang lolos kualifikasi dibagi dalam enam grup. 16 tim terbaik maju ke 16 besar yang menggunakan sistem gugur. Belajar dari kasus Jerman dan Austria yang merugikan Aljazair empat tahun sebelumnya, maka partai terakhir penyisihan grup dimainkan secara bersamaan.

Ajang kali ini boleh dibilang sebagai Piala Dunia-nya Diego Armando Maradona. Maradona yang sedang berada di puncak performanya membawa Argentina sebagai juara. Penampilannya yang paling berkesan adalah di perempat final saat Tim Tango menundukkan Inggris lewat dua golnya. Gol pertama dikenang dunia sebagai “Gol Tangan Tuhan”. Yang kedua dicetak Maradona lewat dribble spektakuler melewati lima pemain Inggris. Gol ini bahkan disebut-sebut sebagai gol abad 20.

Prancis menjadi tim yang bersinar di turnamen kali ini. Les Bleus menunjukkan kelasnya dengan menundukkan juara bertahan Italia 2-0. Setelah itu mereka menekuk Brasil lewat suatu partai yang disebut-sebut pertandingan terbaik sepanjang masa. Michel Platini dkk memperlihatkan kehebatannya dan kiper Joel Bats menjadi pahlawan dalam adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3. Namun akhirnya keperkasaan Prancis dihentikan oleh Jerman di semifinal.

Jerman yang kembali lagi ke final setelah 1982 kali ini harus mengulang lagi kekecewaannya. Di partai puncak yang berlangsung di Stadion Azteca pemain Jerman tidak dapat menghentikan langkah Maradona yang menjadi inspirator Argentina. Skor 2-2 yang bertahan sampai tujuh menit sebelum peluit akhir, harus berubah setelah ujung Jorge Burruchaga merobek gawang Harald Schumacher. Skor 3-2 untuk anak asuh Carlos Bilardo.

Gary Lineker dari Inggris merebut Sepatu Emas setelah mengumpulkan enam gol sepanjang kejuaraan. Sedangkan gelar pemain terbaik tak pelak lagi jatuh ke tangan El Pibe de Oro, Maradona.

Pada event kali ini Kanada dan Irak mengawali kiprah mereka di Piala Dunia. Tetapi keduanya tersingkir di fase grup setelah tak pernah menang dari tiga partai yang dimainkan.

Untuk masalah disiplin, pemain Uruguay, Jose Batista, mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain tercepat yang dikartumerahkan karena terjadi belum genap satu menit laga negaranya kontra Skotlandia berlangsung.

Tuan rumah: Meksiko
Jumlah peserta: 121 (24 di putaran final)
Juara: Argentina
Jumlah pertandingan: 52
Jumlah gol: 132
Rata-rata gol: 2,54
Total penonton: 2.407.431
Rata-rata penonton: 46.297
Topskorer: Gary Lineker (ENG) 6 gol
Pemain terbaik: Diego Maradona