thumbnail

– – Piala Dunia 1970 kembali berlangsung di benua Amerika setelah berlangsung di Eropa empat tahun sebelumnya. Meksiko kali ini berkesempatan menggelar ajang sepakbola terakbar ini. Brasil menggondol Piala Dunia ketiga mereka setelah mengalahkan Italia di final 4-1.

Permainan yang mengalir dengan indah hadir kembali. Tak ada permainan keras menjurus kasar seperti tahun 1962 dan 1966. Tak ada satu pun kartu merah yang dikeluarkan wasit. Bahkan dikatakan inilah “Piala Dunia terbaik sepanjang masa”. Tim Samba Brasil yang diperkuat Pele, Jairzinho, Rivelino, Tostao disebut-sebut sebagai tim terbaik yang pernah ada.

Format turnamen tetap sama dengan 1966. Ke-16 tim peserta dibagi dalam empat grup. Dua terbaik dari masing-masing grup melaju ke perempat final yang dilakukan dengan sistem gugur.

Brasil benar-benar menjadi juara sejati di ajang kali ini. Mereka tak pernah kalah ataupun bermain imbang di setiap laga yang dimainkan. Pelatih Mario Zagallo benar-benar pandai dalam meramu bakat-bakat hebat dalam timnya. Pele alias Edson Arantes do Nascimento mengulang sukses di tahun 1958 dan 1962 dan menjadi satu-satunya pemain yang merengkuh tiga gelar Piala Dunia.

Brasil melewati penyisihan grup dengan mulus. Berada bersama juara bertahan Inggris, Brasil tak menemui hadangan berarti. Hanya satu aksi kiper Inggris Gordon Banks saat melawan anak-anak Zagallo yang sempat membuat orang Brasil terkejut. Satu sundulan keras Pele berhasil diselamatkan Banks dengan kecepatan mengagumkan karena ia berada di tiang dekat sebelum bergerak ke tiang jauh. Pele, yang sempat mengangkat tangan lantaran yakin pasti gol, tak percaya tandukannya dihalau Banks. Momen ini kemudian dinobatkan sebagai “penyelamatan abad ini”.

Di semifinal antara Jerman Barat dan Italia, kapten “Tim Panser” Franz Beckenbauer yang mendapat cedera tangan tetap memaksakan diri untuk bermain walaupun tangannya harus dibebat perban putih. Orang-orang di Jerman mengatakan bahwa pertandingan ini merupakan pertandingan abad ini (Jahrhundertspiel) dan sebuah tanda di Stadion Azteca Meksiko dibuat untuk mengenang pertandingan ini.

Di final tim Azzuri berhasil menahan Pele dkk di babak pertama. Pemain “Negeri Pizza” Roberto Boninsegna menyamakan kedudukan di menit 37 setelah Italia tertinggal pada menit 18 lewat gol Pele. Namun di paruh kedua, langkah Brasil sudah tak tertahankan lagi. Tim Samba berhasil menambah gol lewat Gerson, Jairzinho, dan Carlos Alberto untuk mengubah skor menjadi 4-1.

Dengan kemenangan ini Brasil berhak menyimpan Piala Jules Rimet untuk selama-lamanya. Dan Zagallo menjadi orang pertama yang memenangi Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih.

Di lain pihak, bomber Jerman Gerd Muller menjadi pemain tertajam sepanjang turnamen dengan mengemas 10 gol. Dengan demikian ia berhak membawa pulang Sepatu Emas yang dipersiapkan untuk pencetak gol terbanyak.

Tuan rumah: Meksiko
Jumlah peserta: 71 (16 di putaran final)
Juara: Brasil
Jumlah pertandingan: 32
Jumlah gol: 95
Rata-rata gol: 2,97
Total penonton: 1.673.975
Rata-rata penonton: 52.666
Topskorer: Gerd Muller (GER) – 10 gol