Portugal baru-baru ini meluncurkan seragam kandang anyar. Tak cuma bersolek untuk Piala Dunia, Selecao das Aquinas juga merayakan 100 tahun kelahiran federasi sepakbolanya.

“Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui”. Pepatah ini mungkin tepat menggambarkan peluncuran seragam baru negeri penjelajah tersebut. Dengan baju ‘zirah’ ini, Portugal siap bertarung di Brasil dan mempersembahkan hadiah untuk federasi, utamanya untuk publik tanah air.

Masih dengan warna merah khasnya, seragam baru Portugal punya desain bergaris-garis plus gradasi warna dari merah terang ke gelap. Seragam baru ini juga dilengkapi dengan simbol-simbol budaya sebagai identitas yang kuat.

Warna merah terang dilabur di separuh bagian tas seragam, sementara warna merah gelap di paruh bawah. Rangkaian setrip melintang dengan tebal bervariasi, yang menggambarkan energi, kecepatan, dan kegembiraan di lapangan.

“Kami melihat bagaimana Portugal memainkan sepakbola mereka, dengan kecepatan dan energi, mereka menunjukkan cara mendobrak lapangan yang mengejutkan dan bisa sangat mengagumkan. Kami ingin mengkreasi sebuah seragam yang merefleksikan gaya ini dengan desain yang penuh gairah dan semangat,” kata Martin Lotti, direktur kreatif Nike Football.

Kerahnya bertipe V-neck dengan warna merah gelap plus manset hijau di dalamnya. Di masing-masing sisi lambang federasi terukir tahun 1914 dan 2014, mewakili tahun berdirinya FPF (Federacao Portuguesa de Futebol) serta ulang tahun satu abadnya.

Di bagian dalam punggung tepatnya di bawah kerah terdapat panji merah hijau dengan Armillary Sphere di pusatnya, yang merupakan simbol sejarah pelayaran Portugal. Armillary Sphere ini adalah alat navigasi yang berbentuk semacam globe dan telah digunakan pelaut-pelaut ulung negeri semenanjung Iberia itu untuk menjelajahi dunia. Simbol ini sudah menjadi simbol nasional di Portugal selama lebih dari 500 tahun.

Nomor punggung dan nama pemain juga tak ketinggalan mendapatkan sentuhan kultur. Jenis huruf yang digunakan didesain khusus dengan inspirasi tipografi kuno yang biasa digunakan di rambu-rambu tradisional Portugis. Huruf khusus ini termasuk dalam kategori gaya Art Deco, yang menggambarkan kemewahan, glamor, kegembiraan, dan keyakinan.

Seperti seragam terbaru keluaran Nike lainnya, jersey ini didesain dengan canggih. Mengombinasikan teknologi Dri-FIT, panel jaring, dan lubang-lubang ventilasi, Nike menjamin seragam ini sejuk, nyaman, dan minim keringat saat dikenakan.

Rangkaian teknologi tersebut membuat sirkulasi udara di dalam seragam berjalan lancar, sehingga panas tubuh pengguna bisa dialirkan keluar seiring masuknya udara segar. Selain itu keringat bisa diuapkan dengan cepat dan menjaga bobot seragam tetap ringan.

Untuk meningkatkan kenyamanan dan menjamin tubuh bergerak dengan natural, Nike juga melakukan pemindaian tiga dimensi ke seluruh anggota skuat Portugal.

Perusahaan apparel asal Amerika Serikat itu juga menjaga filosofi ramah lingkungannya di seragam ini. Satu paket seragam ini dibuat dengan mendaur ulang botol plastik, rinciannya 100 persen polyester di celana, 96 % di kaus, dan 78% di kaus kaki. Total 18 botol dipakai untuk memproduksi satu paket seragam ini. Sejak 2010, Nike mengklaim total hampir dua miliar botol telah diolah.

“Seragam baru ini indah dan sederhana, dengan detail desain yang menghormati kultur dan sejarah Portugal. Teknologi di kaus ini juga menjagaku tetap kering, merasa sejuk, dan nyaman. Dan itu membuatku siap untuk menampilkan yang terbaik di lapangan,” kata kapten dan bintang Portugal, Cristiano Ronaldo.

“Ketika aku mengenakan seragam tim nasional, itu memberikanku rasa bangga yang sesungguhnya, dengan mewakili para penggemar, keluarga, dan teman-teman,” ungkapnya.

Di Piala Dunia 2014 Portugal berada di Grup G bersama Jerman, Ghana, dan Amerika Serikat.

Advertisements