thumbnail

– – FIFA mengetok palunya di tahun 1984 sebagai tanda penunjukan Italia sebagai tuan rumah Piala Dunia tahun 1990. Ini merupakan pesta Piala Dunia kedua di “Negeri Pizza” itu, setelah mereka menyelenggarakan event yang sama 56 tahun sebelumnya.

Jerman menjadi negara ketiga yang menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali setelah Brasil dan Italia. Franz Beckenbauer juga menyusul prestasi Mario Zagallo yang menjadi kampiun Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Bahkan “Der Kaizer” menjadi orang pertama yang menjadi juara dunia sebagai kapten tim dan pelatih.

Format kejuaraan kali ini tetap sama seperti empat tahun sebelumnya. 24 kesebelasan yang lolos kualifikasi dibagi dalam enam grup. 16 tim terbaik maju ke 16 besar yang menggunakan sistem gugur. Tiga negara untuk pertama kalinya dalam sejarah lolos ke turnamen kali ini, diantaranya Kosta Rika, Republik Irlandia, dan Uni Emirat Arab.

Kekecewaan boleh dibilang menjadi kata pembuka Piala Dunia ini. Juara bertahan Argentina takluk di tangan Kamerun di partai awal lewat sundulan Francois Omam-Biyik. “The Indomitable Lions” menjadi tim Afrika pertama yang lolos ke perempat final sebelum ditekuk Inggris dan pemainnya Roger Milla mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol tertua Piala Dunia di usia 38 tahun 20 hari — rekor ini dipecahkan lagi olehnya empat tahun kemudian.

Argentina yang dapat kembali dari kekalahannya mengulangi sukses 1986 dengan melaju ke partai puncak. Mereka mengalahkan musuh bebutannya Brasil di 16 besar, dan di semifinal menjadi tim pertama yang menjebol gawang Italia yang dikawal Walter Zenga, dan menang lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal dan tambahan. Kiper Argentina, Sergio Goychochea, menjadi pahlawan di partai ini dengan menggagalkan dua penalti anak asuh Azeglio Vicini.

Di final Jerman mengalahkan Argentina dengan skor 1-0, yang gol tersebut diciptakan Andreas Brehme dari titik penalti, sekaligus membalaskan dendam mereka di final empat tahun lalu di Meksiko.

Salvatore “Toto” Schillaci mengobati kekecewaan Italia dengan merebut gelar pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak dengan enam gol. Takjubnya, prestasi ini diraih Toto walau ia baru sekali memperkuat Italia sebelum turnamen dimulai.

Ajang kali ini boleh dibilang tidak spektakuler sekaligus paling menyedihkan. Rata-rata gol per pertandingan merupakan yang terendah sepanjang sejarah Piala Dunia, ditambah lagi koleksi 16 kartu merah sepanjang turnamen oleh para pemain. Finalnya pun disebut partai antiklimaks karena diselesaikan oleh satu gol dari titik putih.

Permainan bertahan dan tekel-tekel keras menjadi ciri hampir semua tim yang bertanding. Dalam sistem gugur banyak tim yang cenderung bermain aman sampai 120 menit dan mengharapkan adu penalti daripada mengambil risiko dengan menyerang.

Argentina menjadi salah satu contoh, menjadi juara kedua dengan hanya mencetak lima gol dari tujuh pertandingan. Jerman yang menjadi juara merupakan sedikit tim yang memilih pola menyerang dalam setiap partainya.

Tuan rumah: Italia
Jumlah peserta : 24
Juara: Jerman Barat
Jumlah pertandingan: 52
Jumlah gol: 115
Rata-rata gol: 2,21
Total penonton: 2.517.348
Rata-rata penonton: 48.411
Topskorer : Salvatore Schilacci (ITA) 6 gol
Pemain terbaik: Salvatore Schilacci