thumbnail
– – Hanya bersaing dengan swedia, di tahun 1932 FIFA memutuskan Italia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 1934. Di bawah pengaruh Perdana Menteri Benito Mussolini, Italia menjadi juara setelah mengalahkan Cekoslovakia 2-1 di final.

Jumlah negara yang ikut serta di Piala Dunia kedua ini bertambah hingga 32 peserta, tapi hanya 10 yang berasal dari luar Eropa. Bahkan juara bertahan Uruguay tidak ikut serta. Penolakan hadir di Italia adalah sebagai balasan terhadap sikap Eropa empat tahun lalu yang enggan tampil di Uruguay.

Pada Piala Dunia kali ini telah diberlakukan babak kualifikasi yang juga diikuti tim tuan rumah. Di babak pertama yang menampilkan 16 tim yang lolos babak kualifikasi diadakan dengan menggunakan sistem gugur. Kedelapan tim yang lolos perempat final semuanya berasal dari Eropa, yakni Austria, Cekoslovakia, Jerman, Hongaria, Italia, Spanyol, Swedia dan Swiss.

Pada babak perempatfinal terjadi partai replay pertama di Piala Dunia. Italia mengalahkan Spanyol 1-0 di partai ulangan tersebut setelah sebelumnya bermain imbang 1-1. Kemudian mereka mengalahkan Austria 1-0 di semifinal untuk memastikan lolos ke final. Partai semifinal lainnya meloloskan Cekoslovakia ke final setelah menang atas Jerman 3-1.

Partai final pada 10 Juni di stadion Del Partiti sempat membuat tegang pendukung tuan rumah. Menyisakan 20 menit waktu pertandingan, Italia tertinggal 1-0 oleh gol Antonín Puc di menit 71. Mereka dapat menyamakan kedudukan sepuluh menit kemudian. Dan di perpanjangan waktu Italia berhasil menambah gol dan memastikan diri menjadi juara dunia kedua.

Sayangnya kemenangan Italia ini diiringi oleh berita miring. Beberapa pihak mengatakan bahwa Piala Dunia ini telah dipolitisasi, sama seperti Olimpiade 1936 di Berlin. Pengaruh Mussolini dikatakan telah mempengaruhi keputusan pemilihan wasit di partai yang dimainkan tuan rumah.

Wasit Swedia, Eklind yang memimpin partai semifinal dan final disebut sempat menemui Mussolini sebelum pertandingan dan bayak memberikan keuntungan bagi Italia. Beberapa wasit lainnya yang juga disinyalir banyak memberi keuntungan bagi tim Azzuri akhirnya dihukum oleh negara asalnya masing-masing.

Tuan rumah: Italia
Jumlah peserta: 32 (16 di putaran final)
Juara: Italia
Jumlah pertandingan: 17
Jumlah gol: 70
Rata-rata gol: 4,12
Total penonton: 395.000
Rata-rata penonton: 23.235
Topskorer: Edmund Conen (GER), Oldrich Nejedly (CZE), Angelo Schiavio (ITA) 4 gol

Advertisements