thumbnail

– – Setelah mengalahkan Jerman Barat dalam pemilihan tuan rumah untuk Piala Dunia 1966, Inggris kembali mempecundangi tim yang sama di partai final. Inggris menang secara kontroversial 4-2 dan menjadi juara pertama kalinya — dan satu-satunya hingga kini.

Kejadian unik terjadi beberapa minggu sebelum Piala Dunia dimulai. Tropi Jules Rimet sempat dicuri ketika dipertunjukan dalam sebuah eksebisi bulan Mei di London. Untungnya beberapa hari sebelum babak kualifikasi dimulai, seekor anjing bernama Pickles menemukan tropi itu dalam keadaan terbungkus koran dan disembunyikan di bawah semak-semak di selatan kota London.

Dalam turnamen kali ini mulai diperkenalkan logo dan maskot Piala Dunia. Maskot Piala Dunia pertama saat itu adalah seekor Singa yang dinamakan Willie. Gambar Willie juga ditampilkan di sudut kanan poster resmi Piala Dunia.

Format kompetisi tetap sama seperti empat tahun lalu, yaitu 16 negara yang lolos kualifikasi dibagi kedalam empat grup berisi empat tim. Kemudian dua peringkat teratas masing-masing tim lolos ke perempatfinal.

Babak penyisihan grup berjalan kurang menarik akibat sebagian besar tim mulai memainkan pola defensif. Contohnya dapat dilihat dari hasil yang diperoleh tuan rumah. Di akhir penyisihan grup Inggris yang berada di peringkat pertama hanya memasukkan empat gol dan tidak kemasukan satu gol pun.

Kejutan terbesar terjadi di Grup 4 yang diisi oleh Italia, Uni Soviet, Chile dan Korea Utara. Korea Utara secara mengejutkan menyingkirkan juara Piala Dunia dua kali, Italia, dan lolos ke babak perempat final bersama Uni Soviet yang menjadi juara grup.

Babak perempatfinal menampilkan kemenangan mudah Jerman Barat yang menghancurkan Uruguay 4-0. Lalu penampilan mengejutkan Korea Utara tampaknya akan dapat membawa mereka ke semifinal setelah unggul tiga gol atas Portugal dalam 22 menit awal.

Portugal yang menyingkirkan juara bertahan Brasil di penyisihan grup melakukan comeback yang luar biasa. Bintang Portugal Eusebio mencetak empat gol balasan, ditambah gol dari Augusto di menit 78 menjadikan skor berkesudahan 5-3.

Kemudian di dua partai perempatfinal lainnya Uni Soviet yang dipimpin kiper Lev Yashin menang 2-1 atas Hongaria. Sedangkan tuan rumah berhasil menyingkirkan Argentina dengan gol tunggal Geoff Hurst. Pertandingan ini diwarnai dengan kartu merah yang diberikan kepada pemain Argentina Antonio Rattin yang awalnya menolak keluar lapangan hingga akhirnya harus ditarik keluar oleh beberapa polisi.

Kedua pertandingan semifinal berakhir dengan skor 2-1. Jerman Barat mengalahkan Uni Soviet. Sedangkan dua gol Bobby Charlton bagi tuan rumah cukup untuk menyingkirkan Portugal. Demikian juga perebutan juara ketiga yang akhirnya dimenangkan Portugal berakhir dengan skor 2-1 atas Uni Soviet.

Partai final disaksikan oleh 97.000 penonton yang hadir di stadion Wembley. Jerman Barat unggul lebih dahulu lewat gol Helmut Haller yang kemudian disamakan oleh Hurst empat menit kemudian. Pada menit 78 Inggris tampaknya akan menjadi juara setelah gol.

Martin Peter membawa The Three Lions berbalik unggul. Namun dengan pantang menyerah Jerman Barat akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di satu menit terakhir oleh gol Wolfgang Weber yang memanfaatkan bola hasil tendangan bebas.

Pertandingan di perpanjangan waktu akhirnya dikuasai Inggris. Pada menit ke-98, terjadi kontroversi. Bola hasil tendangan Hurst mengenai tiang atas dan memantul ke bawah. Bola sepertinya belum melewati garis gawang namun wasit mengesahkannya sebagai gol setelah sempat berkonsultasi dengan hakim garis. Hingga kini kejadian itu menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah sepakbola.

Namun Inggris tidak menjuarai Piala Dunia 1966 dengan gol kontroversial. Hurst akhirnya memastikan kemenangan Inggris dengan gol bersih pada menit ke-120. Dengan kemenangan ini, Inggris menjadi negara ketiga yang memenangkan Piala Dunia di negara sendiri setelah Uruguay dan Italia.

Tuan rumah: Inggris
Jumlah peserta: 71 (16 di putaran final)
Juara: Inggris
Jumlah pertandingan: 32
Jumlah gol: 89
Rata-rata gol: 2,78
Total penonton: 1.614.677
Rata-rata penonton: 50.459
Topskorer: Eusebio (POR) – 9 gol