Beberapa kota di Brasil dapat dilihat melalui bangunan arsitekturnya, dan yang mengagumkan dari Brasilia adalah Estadio Nacional Mane Garrincha. Stadion berkapasitas 68.009 penonton ini adalah  stadion kedua terbesar di Brasil setelah Maracana yang bersejarah dan legendaris itu.

Stadion ini adalah satu dari tiga yang ada di Brasilia. Dua lainnya adalah Serejao yang merupakan markas dari klub Brasiliense, serta Stadion Bezzerao yang telah direnovasi dan dibuka kembali pada tahun 2008.

Nama Mane Garrincha sendiri diambil dari nama pemain legendaris Brasil, Manuel Fransisco dos Santos atau dikenal dengan nama Garrincha. Mane sendiri merupakan singkatan dari Manuel. Sepanjang kariernya bersama timnas Brasil, ia hanya merasakan kekalahan satu kali saja, yaitu saat melawan Hongaria di Piala Dunia 1966.

Sebagai stadion utamanya ibukota negara, stadion ini telah direnovasi dan dipercantik. Perbaikan yang dilakukan antara lain mengubah tampilan stadion agar terlihat lebih indah. Atap dan kerangka terbuat dari baja, lapangan direndahkan supaya penonton dapat melihat dengan baik dari tiap sudut stadion.

Di stadion ini akan digelar 7 pertandingan Piala Dunia 2014. Empat diantaranya adalah pertandingan penyisihan grup, kemudian satu pertandingan babak 16 besar, satu perempatfinal dan playoff perebutan juara ketiga.

Pengunjung dapat menikmati museum-museum dan tempat-tempat bersejarah di Brasilia seperti Jembatan Juscelino Kubitschek, Monumental Axis, Palacio da Alvorada, dan Katedral Brasilia. Terkenal pula sebuah danau buatan bernama Paranoa yang digunakan untuk olahraga Wakeboarding dan Windsurfing.

Didirikan dengan konsep daur ulang dan dilengkapi dengan kemudahan akses transportasi umum, proyek konstruksi ramah lingkungan ini memperkuat status Brasilia sebagai pemimpin dalam perencaan tata kota terbaik di dunia, serta terciptanya warisan berharga untuk sektor lain dari ekonomi lokal di Brasilia.

Advertisements