Dibangun untuk penyelenggaraan Piala Dunia Brazil 1950, Estadio Jornalista Mario Filho, lebih dikenal dengan nama Stadion Maracana. Di tempat ini kejadian bersejarah terjadi, yaitu ketika tim nasional Brasil bertemu dengan Uruguay di partai final. Saat itu Maracana membludak sampai didatangi hampir 200 ribu orang, walaupun kapasitasnya hanya 150 ribu.

Kala itu Maracana juga menjadi saksi bisu atas duka cita massal warga Brasil yang dikalahkan Uruguay dengan skor 1-2.  Tangis di Maracana kian tragis usai Uruguay menerima trofi. Dua orang ditemukan tewas bunuh diri dengan meloncat dari atas tribun yang penuh sesak. Tiga orang yang meninggal karena serangan jantung. Petugas medis stadion mencatat ada 165 orang yang mereka rawat. Sebagian besar dari mereka pingsan karena histeris dengan kekalahan menyakitkan. Yang jatuh karena berdesakan di stadion tercatat hanya enam dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Maracana telah mengalami beberapa kali renovasi yaitu pada tahun 2000, 2006, dan terakhir 2013. Stadion yang berada di Rio de Janeiro ini akan menggelar 7 pertandingan Piala Dunia 2014, termasuk partai final.

Stadion yang dulunya sanggup menampung sampai 200 ribu penonton itu kini kapasitasnya dipangkas menjadi hanya 73.531 penonton. Meski demikian, Stadion Maracana tetap merupakan stadion terbesar di Brasil.

Untuk menjaga tata letak asli stadion, proyek renovasi termasuk pembongkaran cincin bawah kursi, pembangunan cincin baru yang menawarkan peningkatan visibilitas, perluasan akses dan penggantian semua kursi.

Stadion ini juga dilengkapi dengan atap baru dengan sistem pengumpulan air hujan. Tampilan bangunan yang sudah terdaftar di National Institute of Historical and Artistic Heritage ini adalah satu-satunya bagian yang tak tersentuh oleh perbaikan.

Stadion ini terletak di kota terbesar keempat di dunia, Rio de Jainero, yang juga akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2016. Pada tahun 2012, Rio de Jainero beserta lanskap Carioca ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia Unesco.

Di kota ini para pelancong bisa berkunjung ke Sugarloaf, sebuah bongkahan batu raksasa  yang fenomenal itu. Disediakan kereta gantung untuk menuju puncak Sugarloaf, yang dari sana bisa dilihat pemandang kota Rio yang spektakuler itu.

Selain Sugarloaf, di sana juga terdapat pantai-pantai yang indah, termasuk salah satu yang paling terkenal di dunia: Copacabana.

Sebagai daya tarik wisata paling populer kedua di Rio de Janeiro, Maracana terus menarik penggemar sepakbola di seluruh dunia. Pengunjung stadion dapat melihat Torre de Vidro (Glass Tower), yang dibuat khusus untuk penyelenggaran Piala Dunia.