thumbnail

– – Setelah sepuluh tahun akhirnya Piala Dunia kembali didakan di Amerika Selatan, tepatnya di Chile. Brasil mempertahankan gelar juaranya dengan mengalahkan Cekoslovakia 3-1 di final.

Keputusan FIFA pada tahun 1956 di Lisbon memilih Chile sebagai tuan rumah, menyisihkan dua kandidat favorit lainnya yaitu Jerman Barat dan Argentina. Chile sempat diragukan kesanggupannya setelah pada Mei 1960 diguncang gempa terbesar dalam sejarah berkekuatan 9,5 skala Richter yang menewaskan lebih dari 5.000 orang.

Namun ketua penyelenggara Piala Dunia saat itu, Carlos Dittborn, meyakinkan dunia dengan mengatakan: “Karena kami tak memiliki apapun, kami akan melakukan segalanya untuk membangun kembali negara kami.”

Dan akhirnya Chile sanggup bersiap diri menjadi tuan rumah. Sayangnya Dittborn tak dapat melihat kesuksesan negaranya menjadi tuan rumah, karena ia meninggal sebulan sebelum Piala Dunia dimulai. Namanya kemudian diabadikan menjadi salah satu stadion di negara tersebut.

Format kompetisi tidak banyak berubah. Babak pertama yang diikuti 16 negara dibagi menjadi empat grup berisi 4 tim. Yang mengejutkan hanya Swedia, runner-up Piala Dunia sebelumnya, gagal lolos kualifikasi.

Kejadian negatif banyak menghiasi turnamen ini. Permainan yang terlalu defensif, serta taktik yang menjurus kasar banyak diperagakan tim yang berlaga. Puncaknya terjadi pada pertandingan Chile vs Italia di Grup B yang dikenal dengan sebutan “Battle of Santiago”. Para pemain saling memukul dan menendang lawannya, namun wasit asal Inggris Ken Aston hanya mengeluarkan dua kartu merah. Polisi terpaksa turun ke lapangan untuk menjaga kedua tim keluar lapangan di akhir pertandingan. Dalam pertandingan itu, Chile menang 2-0.

Tak banyak bintang yang lahir di turnamen ini. Pele, bintang Brasil empat tahun lalu harus menjadi penonton sepanjang turnamen setelah cedera pada pertandingan pertama lawan Cekoslovakia. Demikian juga penjaga gawang Uni Soviet, Lev Yashin, yang disebut-sebut sebagai pemain terbaik saat itu, tampil mengecewakan dan mengakibatkan timnya harus kalah dari tuan rumah di perempatfinal.

Pada Perempatfinal Brasil berhasil menghentikan Inggris 3-1. Bintang Brasil di pertandingan tersebut adalah Garrincha yang mencetak dua gol. Brasil akan bertemu Chile di Semifinal. Sedangkan semifinal lainnya mempertemukan dua negara yang saat ini telah terpecah, yaitu Yugoslavia dan Cekoslovakia.

Disaksikan 76.000 penonton di Estadio Nacional, Santiago, Brasil menyingkirkan tuan rumah dengan skor 4-2. Dalam pertandingan ini Garrincha yang mencetak dua gol terkena kartu merah di menit 83, menyusul pemain Chile Honorino Landa yang harus keluar tiga menit sebelumnya.

Sedangkan di tempat lain, hanya disaksikan 6.000 penonton, Cekoslovakia mengalahkan Yugoslavia 3-1. Pada perebutan juara tiga tuan rumah akhirnya menang melawan Yugoslavia 1-0 Melalui gol Eladio Rojas di menit terakhir.

Di final, Brasil seperti empat tahun lalu harus tertinggal terlebih dahulu oleh gol Josef Masopust di menit 15. Namun Brasil dengan cepat membalas dua menit kemudian melalui kaki Amarildo yang memanfaatkan kesalahan kiper Vilem Schroif. Dengan tambahan dua gol Zito dan Vava di babak kedua Brasil akhirnya mempertahankan gelar juara dunia.

Tuan rumah: Chile
Jumlah peserta: 56 (16 di putaran final)
Juara: Brasil
Jumlah pertandingan: 32
Jumlah gol: 89
Rata-rata gol: 2,78
Total penonton: 776.000
Rata-rata penonton: 24.250
Topskorer: Garrincha (BRA), Vava (BRA, Leonel Sanchez (CHI), Drazen Jerkovic (YUG), Valentin Ivanov (URS, Florian Albert (HUN) 4 gol

Advertisements