Stadion ini berada di kota Cuiaba yang terkenal dengan kekayaan flora dan faunanya. Maka dari itu, pembangunan stadion dilakukan dengan semangat ramah lingkungan. Hasilnya, stadion bernama lengkap Estadio Arena Pantanal ini (akan) terlihat sangat hijau dan asri.

Pendekatan pembangunan berkelanjutan diaplikasikan di tiap detail stadion, dengan menggunakan kayu sebagai konstruksi, yang didatangkan dari sumber yang sudah tersertifikasi. Limbah dan sampah pun dipastikan diolah dan bisa digunakan kembali. Begitu pua dengan kondisi udara dan kualitas tanah yang terus dimonitor dengan baik, sehingga stadion ini dijuluki O’Verdao atau The Big Screen.

Stadion ini didirikan pada tahun 1970 oleh Jose Fragelli yang merupakan gubernur Mato Grosso kala itu. Maka dari itu, nama stadion tersebut adalah Estadio Jose Fragelli. Namun setelah diruntuhkan pada Mei 2010, lalu dibangun kembali, stadion ini dinamakan Estadio Arena Pantanal.

Pantanal diambil dari nama sebuah bioma terbesar dan terlengkap di Brasil. Pantanal juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dari Pantanal itu juga mengapa Cuiaba terpilih menjadi salah kota tempat penyelenggara Piala Dunia 2014.

Cuiaba adalah ibu kota dari negara bagian Mato Grosso, berpenduduk hanya 542.861 jiwa dan berjarak  2.000 kilometer dari Samudera Pasifik dan Atlantik.

Estadio Arena Pantanal akan menggelar 4 pertandingan babak penyisihan grup yaitu Chile vs Australia (13/6), Rusia vs Korea Selatan (17/6), Nigeria vs Bosnia dan Herzegovina (21/6), serta Jepang vs Kolombia (24/6).

Kapasitas stadion ini mencapai 42.968 penonton dengan konsep multi-puprose stadium yang mempunyai struktur yang adaptif, sehingga kapasitasnya dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan.

Stadion ini dipakai oleh klub lokal Cuiaba seperti Mixto dan Operario, serta dapat dimanfaatkan untuk menggelar event-event seperti pertunjukan, eksebisi, dan lain-lain.

Advertisements