Sejak pengerjaan renovasi stadion selesai pada Juni 1999, stadion bersejarah Estadio Joaquim Americo- yang lebih dikenal dengan nama Arena da Baixada- dianggap sebagai salah satu paling modern dan terbaik yang ada di Brasil.

Stadion ini adalah markas Atletico Paranaense yang dikonstruksi ulang pada 1914 dan direnovasi beberapa kali, termasuk yang terakhir pada Desember 2012.

Sekitar tahun 1970-an stadion ini ditutup, namun dibuka kembali pada tahun 1984 dan digunakan hanya dalam beberapa tahun saja. Bangunan stadion lama dirobohkan pada tanggal 26 Desember 1997, tepat setelah pengumuman bahwa akan ada proyek pembangunan stadion yang baru.

Pada bulan Juni 1999, proyek pembangunan stadion yang baru dimulai. Pada tahun 2005, perusahaan ternama Jepang, Kyocera, membeli hak penanaman stadion tersebut. Dengan demikian nama stadion tersebut berubah menjadi Kyocera Arena.

Beberapa bagian stadion diperbaiki pada renovasi kedua. Perbaikan yang cukup mencolok adalah perbaikan pada baris kursi penonton. Perbaikan baris kursi dan penambahan jumlah kursi membuat kapasitas penonton meningkat menjadi kurang lebih 40.000 kursi.

Stadion ini merupakan stadion tertua yang menggelar pertandingan Piala Dunia Brasil 2014. Arena da Baixada menempati kawasan yang sebelumnya merupakan depot bubuk mesiu Angakatan Darat.

Kota Curitiba adalah ibukota dari negara bagian Parana. Letak kota ini 1.081 kilometer dari ibukota Brasil, Brasilia. Kota ini berhawa dingin, berada di dataran tinggi, sekitar 3.120 kaki di atas permukaan laut.

Arena da Braixada akan menggelar 4 pertandingan penyisihan fase grup. Keempat pertandingan tersebut adalah Iran-Nigeria (16/6), Honduras-Ekuador (20/6), Australia- Spanyol (23/6) dan juga Aljazair-Rusia (26/6).

Stadion yang terletak di Kota Curitiba ini sempat terancam dibatalkan sebagai tempat penyelenggara Piala Dunia karena berbagai masalah pembangunan dan keamanan, plus keuangan. Pada 18 Februari 2014 akhirnya stadion ini diputuskan  tidak akan digantikan sebagai penyelenggara Piala Dunia.