Setelah kalah empat kali berturut-turut dari Lionel Messi, Cristiano Ronaldo kembali merebut gelar FIFA Ballon d’Or. Aksinya bersama Real Madrid maupun tim nasional Portugal, membuat banyak kalangan menganggapnya sebagai pemain terbaik saat ini. Total 69 gol pada tahun 2013 juga jadi alasan kuat bagi banyak kapten dan pelatih timnas untuk memilih Ronaldo sebagai pemain terbaik dunia.

Banyak hal yang menarik dari pemain asal Portugal yang akan berumur 29 tahun pada Februari nanti.

Permainannya yang eksplosif dengan gabungan speed dan power membuatnya menjadi salah satu pemain paling berbahaya di dunia. Kecepatannya dalam dribbling membuat Ronaldo ditakuti bek lawan. Sementara lompatan Ronaldo yang bisa mencapai 70 cm ini juga membuat bek yang paling tinggi sekalipun akan kerepotan saat duel udara dengannya.

Namun masih terdapat satu kemampuan lain dari Ronaldo yang dianggap paling mengancam gawang lawan: tendangan.

Ronaldo memperkenalkan satu jenis tendangan baru yang disebut dengan knuckle shot. Tendangan ini adalah tendangan yang membuat bola seolah-olah berbelok dua kali di udara. Ya, berbeda dengan tendangan pisang yang membelokkan bola satu kali, knuckle shot membelokan dua kali ke dua arah yang berbeda.

Fenomena bola berbelok dua kali di udara ini memang terdengar seperti cerita khayalan di komik-komik masa kecil. Bagaimana bisa bola dibelokkan dua kali tanpa menyentuh apapun di udara?

Namun, dulu kita juga menganggap banana kick hanya kebetulan semata. Hingga akhirnya para ilmuwan menjelaskan fenomena ini sebagai akibat dari efek magnus yang memungkinkan bola dapat berbelok di udara.

Fenomena Vertikal dan Horizontal

Olahraga bisbol sebenarnya sudah memperkenalkan fenomena bola berbelok dua kali di udara seperti ini jauh sebelum Ronaldo melakukannya. Lemparan yang kemudian disebut knuckleball itu merupakan salah satu lemparan yang sangat sulit dipukul. Akibat keanehannya, Tim Wakefield, pitcher Boston Red Sox yang sering melakukan lemparan knuckleball, sampai mendapat julukan “alien”.

Ketika pertama kali mengetahui tendangan ini, saya berfikir bahwa knuckle shot adalah improvisasi dari banana kick. Tendangan pisang, yang membelokkan bola satu kali, dikembangkan menjadi knuckle shot yang berbelok dua kali. Ternyata saya salah. Kedua tendangan ini sangat berbeda.

Berbeda dengan banana kick yang ditendang dengan membuat bola berputar sekencang mungkin, knuckle shot justru membuat bola mental dengan putaran seminimal mungkin. Rata-rata knuckle shot yang dilakukan Ronaldo hanya menghasilkan 0,5-1 putaran per detik. Jumlah ini berbeda jauh dengan banana kick David Beckham atau Roberto Carlos yang mencapai hingga 10 putaran per detiknya.

Lalu pertanyaannya, bagaimana knuckle shot bisa terjadi? Benarkah bola berbelok ke dua arah yang berbeda?

Para ahli memberi nama tendangan ini knuckle shot karena terjadi efek knuckle (bola bergoyang di udara) ketika bola meluncur. Terdapat dua fenomena pada efek knuckle, yaitu fenomena di bidang vertikal dan fenomena di bidang horizontal.

Fenomena yang terjadi pada bidang vertikal adalah bola yang terjatuh lebih cepat dari seharusnya. Bola yang sedang meluncur kencang tiba-tiba jatuh beberapa sentimeter seolah-olah ada yang mendorongnya dari atas.

Sementara itu, fenomena di bidang horizontal adalah bola yang bergetar ke kanan dan ke kiri di udara. Hal inilah yang kemudian menyebabkan bola terlihat berbelok lebih dari sekali di udara.


* Fenomena horizontal knuckle shot (atas) dan fenomena vertikal knuckle shot (bawah)

Untuk lebih mengetahui gerak knuckle shot, bayangkanlah ketika Anda naik pesawat terbang. Pernahkah Anda merasa pesawat seperti terjatuh sedikit kemudian melayang kembali? Jika merasakan kejadian ini saat naik pesawat terbang, Anda tidak perlu khawatir pesawat akan terjatuh, karena fenomena ini adalah hal yang wajar terjadi.

Fenomena jatuhnya bola secara tiba-tiba saat efek knuckle terjadi, disebabkan oleh hal yang sama dengan fenomena pesawat terbang itu. Saat meluncur di udara, bola akan menerima gaya gravitasi bumi yang menyebabkan bola bergerak parabola. Namun, tekanan udara juga sedikit memberi gaya angkat ke atas sehingga bola tidak langsung terjatuh.

Knuckle shot membuat bola perputar sangat pelan.Ini menyebabkan gaya angkat bola, pada posisi bola tertentu, berkurang drastis dari yang sebelumnya. Dengan begitu, gaya gravitasi menjadi jauh lebih kuat ketimbang gaya angkat bola.Hal inilah yang kemudian menyebabkan bola tiba-tiba terjatuh sedikit, dan kemudian melayang kembali membentuk lintasan parabola yang baru.

Menggoyangkan Bola Seperti Ronaldo

Sekilas, tendangan ini memang sangat rumit dan mustahil untuk ditiru. Namun pada teorinya tendangan ini justru tidak sesulit banana kick. Saya, yang untuk ukuran pemain level amatir saja tidak lolos, dapat melakukan tendangan ini sekali dari 10 kali percobaan yang saya lakukan. Meskipun hasil tendangannya tentu saja tidak sesempurna yang dihasilkan Ronaldo.

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, knuckle shot adalah tendangan yang menghasilkan bola meluncur tanpa menghasilkan putaran. Jika Anda mencari di situs youtube, akan ditemukan banyak video tutorial untuk melakukan tendangan khas Cristiano Ronaldo ini. Dari tahapan-tahapan yang banyak dijelaskan, sebenarnya ada dua tahapan inti untuk melakukan knuckle shot.

Untuk menghasilkan tendangan tanpa putaran, bola harus ditendang tepat di tengah-tengah. Bola juga mesti ditendang dengan bagian atas kaki, atau sering juga disebut kura-kura kaki. Hal ini dikarenakan bagian kaki ini adalah bagian yang paling keras, sehingga dapat menghasilkan benturan paling maksimal.

Tahap penting terakhir adalah: setelah kaki dan bola saling berbeturan, kaki harus segera dihentikan untuk tidak mengikuti laju bola. Hal ini berguna untuk mempersingkat waktu kontak antara kaki dengan bola, sehingga dampak yang dihasilkan akan semakin besar.

Jika Anda baru pertama kali mencoba tendangan ini, saya tidak menyarankan Anda untuk sering-sering melakukannya. Tendangan menggunakan kura-kura, yang mengharuskan Anda menendang tepat ditengah, cukup rawan menyebabkan cedera engkel.

Ketika benturan yang terjadi tidak tepat, atau bahkan Anda justru menendang tanah, maka ada risiko mencederai engkel. Berhentinya kaki secara tiba-tiba juga memberikan beban yang lebih besar kepada otot kaki Anda, dibandingkan jika Anda menendang bola seperti biasanya. Ini karena otot kaki Anda harus memberikan tenaga lebih untuk melakukan pengereman laju kaki.

Untuk itu, lebih baik melakukan latihan tendangan ini secara perlahan-lahan. Pada tahap awal, coba kuasai setiap teknik dari tendangan ini dengan baik tanpa mengeluarkan tenaga yang besar terlebih dahulu.

Tendang bola tepat di tengah dengan tenaga kecil. Dengan begitu, tubuh Anda akan mulai terbiasa dengan cara menendang yang baru ini. Setelah kaki anda mulai terbiasa, sedikit demi sedikit tambahkan power yang diberikan kaki Anda ke bola. Dengan begitu kaki tidak akan mendapatkan beban besar secara tiba-tiba.

Advertisements