Sukanto Tanoto adalah salah satu pengusaha sukses Indonesia yang bisnisnya merambah ke pasar internasional. Dulunya Sukanto hanyalah anak seorang pedagang. Tak disangka anak pedagang ini kini telah meraih sukses yang teramat besar di dunia bisnis Indonesia, Asia, dan bahkan internasional. Kesuksesannya ini tak datang begitu saja. Berkat kerja keras dan sifat tekun seorang Sukanto Tanoto yang membuat dirinya menjadi raja di dunia bisnis yang dirintisnya. Sukanto Tanoto adalah CEO PT Garuda Mas International sekaligus CEO PT Inti Indorayon Utama. Pada tahun 2006, ia dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes yang beredar di bulan Juli 2006 lalu. Pada saat itu kekayaannya mencapai triliunan rupiah.

Sukanto Tanoto adalah putera sulung dari Amin Tanoto. Ia bersama enam saudaranya dibesarkan di keluarga sederhana. Setiap kali pulang sekolah ia membantu ayahnya berdagang minyak, bensin, dan peralatan mobil. Sembari membantu ayahnya, ia sering membaca buku-buku yang ada di tempat di mana ayahnya berjualan. Buku-buku yang ia baca pada saat itu adalah buku tentang Perang Dunia dan Revolusi Industri. Dari sinilah semangat berbisnisnya muncul. Pria yang kini berusia 65 tahun ini memiliki nama asli Tan Kang Hoo. Dari namanya saja kita bisa menyimpulkan bahwa ia adalah anak keturunan Tionghoa yang mana masyarakat Tionghoa sangat terkenal dengan kerja keras dan kepandaiannya mengatur keuangan. Ia lahir di Belawan, Medan pada tanggal 25 Desember 1949 silam. Sebagai CEO Garuda Mas, ia kini lebih banyak menghabiskan waktunya di Singapura karena Singapura adalah markas pusat Garuda Mas. Ia memutuskan tinggal di Singapura agar ia lebih mudah menangani bisnisnya. Garuda Mas adalah sebuah perusahaan yang komoditi utamanya adalah kertas/pulp dan kelapa sawit.

Meski tahun 2011 lalu ia bukan pengusaha terkaya lagi di Indonesia, hingga kini kekayaannya masih tergolong sangat besar. Kekayaan terakhir yang tercatat di Majalah Forbes tahun 2011 adalah sekitar US$2,8 miliar. Dengan angka kekayaan yang sangat fantastis ini, pada tahun 2011 Sukanto Tanoto menduduki peringkat keenam orang terkaya di Indonesia. Sedang di kancah global, Sukanto Tanoto menempati urutan ke-284 orang terkaya di dunia pada tahun 2008 dengan jumlah kekayaan hingga US$ 3,8 triliun. Jumlah kekayaan ini tentu prestasi yang sangat membanggakan. Bisnis yang kini masih dijalankan dengan baik oleh Sukanto Tanoto bisa saja membawanya ke peringkat yang lebih tinggi lagi sebagai orang dengan kekayaan terbanyak di dunia.

Pastinya banyak orang yang penasaran dengan perjalanan karirnya. Termasuk Anda kan? Pada mulanya Sukanto Tanoto hanya sebagai pemasok barang dan alat untuk sebuah perusahaan BUMN yaitu Pertamina. Tak lama kemudian ia menapaki dunia industri perusahaan. Dengan kerja keras dan ketekunannya, ia kemudian berhasil menjadikan industry perusahaanya sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia dan Asia. Perusahaan kertas/ pulp dan kelapa sawit adalah industri perusahaan utama yang ia jalani. Prestasi Sukanto Tanoto tak hanya cukup di sini saja. Perusahaan kertas dan kelapa sawitnya masuk ke dalam perusahaan pulp dan kelapa sawit Asia yang terdaftar di Bursa Efek New York. Tak banyak perusahaan yang bisa masuk ke dalam daftar Bursa Efek New York kecuali perusahaan besar dan ternama. Kini Sukanto Tanoto mengembangkan sayap bisnisnya ke beberapa bidang bisnis lain. Sebut saja bisnis konstruksi dan energi.

Sukanto Tanoto adalah pengusaha yang cerdik di mana ia mampu memanfaatkan sebuah kesempatan sebelum orang lain melirik dan mengambil kesempatan tersebut. Setelah menjadi pemasok barang dan peralatan untuk Pertamina, ia kemudian menjajaki bisnis di bidang kayu lapis. Ia pun kembali tertantang untuk merintis bisnis kelapa sawit. Pada saat itu belum ada orang Indonesia yang menggeluti bisnis minyak sawit. Bisnis kelapa sawit lebih banyak dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing. Karena ia adalah pribadi yang pintar berbisnis, tak butuh lama bagi dia untuk masuk dan menguasai pasar hingga ia dijuluki sebagai penguasa sawit di Sumatera.

Sukses dengan bisnis sawit, ia lalu memperluas bisnisnya dengan mendirikan bisnis pulp, rayon, dan kertas. Bisnis pulp, rayon, dan kertas inilah yang kemudian diberi nama PT Insti Indorayon Utama (IIU). Bisnis pulp ini kini menjadi pemasok bibit unggul pohon sumber pembuat pulp untuk kancah domestik. Namun sayang, bisnis pulp-nya ini dituding sebagai penyebab utama rusaknya ekosistem dan lingkungan di Danau Toba dan sekitarnya. Danau Toba yang tadinya berair bersih dan jernih kini terbukti tercemar oleh limbah industry pulp. Dengan berat dan terpaksa Sukanto pun menutup bisnis pulp-nya ini.

Sukantio tak berhenti begitu saja. Ia pun kemudian mendirikan bisnis pulp di tempat lain. Riau yang menjadi pilihannya. Pabrik pulp di Riau ini bernama PT Riau Pulp. Di Riau, ia memanfaatkan Hutan Tanaman Indiustri yang berpotensi menghasilkan pulp banyak. Kini industry inii bisa menjadi insutri pulp terbesar di dunia. Belajar dari pengalaman sebelumnya di Medan, Sukanto Tanoto kemudian mendirikan sebuah organisasi khusus untuk warga lokal Riau yang dinamakan Community Development khusus untuk warga agar tahu bagaimana caranya untuk melakukan pembinaan di bidang bisnis kecil-kecilan untuk UKM, cara menanam tanaman holtikultura dan pertanian. Wujud peduli Sukanto terhadap warga setempat juga terlihat saat ia membantu warga setempat membangun jalan. Proyek pembangunan jalan ini tentu didanai oleh Sukanto agar mobilitas warga lancar.

Bisnis lainnya yang tak kalah mengagumkan kiprahnya adalah bisnis Sukanto di dunia perbankan. Pihaknya berhasil mengambil alih United City Bank dengan cara membeli saham-sahamnya saat bank mengalami krisis finansial. United City Bank kemudian ia ubah menjadi Unibank. Di bidang property, ia membangun Thamrin Plaza di Medan dan Uni Plaza.

Nah, yang satu ini adalah pretasi Sukanto di kancah luar negeri yang sungguh mengagumkan. Ia menanamkan saham ke perusahaan kelapa sawit internasional, yaitu National Development Corporation Guthrie yang berada di Mindanao, Filipina dan di Electro Magnetic yang berlokasi di Singapura. Ia pindah dan bermukim di Singapura bersama keluarganya sejak tahun 1197. Kini keluarganya juga menekuni beberapa bisnis yang cukup baik.

Semoga Anda terinspirasi oleh perjalanan sukses seorang Sukanto Tanoto, salah satu pengusaha terkaya di Indonesia. Semoga dari sini Anda juga dapat belajar dan banyak terinspirasi oleh kisah-kisah Sukanto. Anda juga dapat membeli buku karangannya untuk mengetahui segala ilmu tentang bisnis. Dengan demikian Anda dapat mengikuti jejak langkah Sukanto. Mungkin saja Anda-lah generasi penerus setelah Sukanto. Tentu setiap orang menginginkannya, bukan? Seseorang bisa sukses jika selalu bekerjakeras dan tekun. Dan yang penting jangan pernah takut untuk coba-coba saat akan merintis bisnis. Jadilah seorang high risk taker, semakin besar risiko semakin besar peluang yang akan Anda dapat.