Mochtar Riady alias Li Wenzhen adalah pendiri Lippo Group yang sangat terkenal namanya di dunia perbankan Indonesia. Beliau juga termasuk orang terkaya di Indonesia dengan jumlah aset triliunan rupiah. Sebagai pebisnis dan bankir sukses tentunya beliau menjadi inspirator bagi banyak orang untuk mengikuti jejak karirnya. Sebelum membahas lebih detail soal karirnya yang sangat sukses, simak terlebih dahulu info seputar keluarga Mochtar Riady. Mochtar Riady berprofesi sebagai seorang praktisi perbankan. Beliau adalah putera pengusaha kaya berdarah Indonesia-Tionghoa. Beliau lahir di Malang, Jawa Timur, pada tanggal 22 Mei 1929. Saat masih muda, beliau sempat menjadi tahanan penjajah Belanda karena aksi kerasnya dalam menentang pembentukan Negara Indonesia Timur.

Kesuksesan Mochtar Riady

Asetnya yang mencapai 20,9 triliun rupiah, Mochtar Riady dinobatkan sebagai orang terkaya kesebelas di Indonesia pada tahun 2012 lalu. Bisnisnya sendiri difokuskan pada pengadaan jasa keuangan seperti perbankan, reksadana, pengamanan, mananejemen aset, pendanaan, asuransi, dan lain sebagainya. Bank Lippo garapannya pun kini sudah memiliki banyak cabang bisnis seperti salah satunya adalah bisnis penyedia jasa keuangan yang telah disebutkan di atas. Cabang bisnis lainnya yang berada di bawah naungan Lippo Bank adalah bisnis properti dan urban development seperti perumahan, kota satelit, condo, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan pusat perindustrian. Jenis cabang bisnis lainnya adalah bisnis pengadaan infrastruktur seperti pembangunan pembangkit tenaga listrik, pembangunan jembatan besar, pembangkit tenaga gas, sanitasi, komunikasi, pembangunan jalan tol, dan pembangunan jalan raya. Satu lagi jenis cabang bisnis yang dikelola oleh Mochtar Riady, yaitu industri elektronik dan otomotif.

Sebagai sebuah perusahaan besar, Lippo Bank memiliki sedikitnya 50 buah anak perusahaan dengan total karyawan sebanyak 50.000 orang. Bisnis Lippo Bank tak hanya sukses di Indonesia saja, melainkan juga sukses di mancanegara. Sebut saja perusahaan-perusahaan milik Mochtar Riady yang berada di Hong Kong, Guang Zhou, Fujian, dan Shanghai. Semua bisnisnya ini kini dikelola oleh sang putera, Stephen Riady, yang kini sibuk berbisnis di Hong Kong.

Awal mula pendirian Lippo Bank yaitu dari pembelian saham Bank Perniagaan Indonesia yang tak lain adalah bank milik Haji Hasyim Ning. Pada tahun 1981, bank Perniagaan Indonesia dibeli oleh Mochtar Riady dan mengubah namanya menjadi Lippo Bank. Sebelumnya beliu menjadi tangan kanan Liem Sioe Liong karena bakatnya dalam hal pengelolaan keuangan terlihat begitu handal. Puncak kesuksesanya di dunia perbankan semakin jelas saat beliau menangani dan mengelola Panin Bank pada tahun 1975. Di bawah pengelolaanya, Panin Bank berhasil menjadi bank swasta terbaik. Bahkan Panin Bank menjadi saingan terberat Bank BCA besutan Liem Sioe Liong. Ketika Mochtar Riady ditunjuk sebagai pemimpin BCA, ia berhasil menjadikan BCA sebagai bank swasta terbaik juga. Selama memimpin BCA, aset atau kekayaan miliknya sudah mencapai 12,8 miliar rupiah. Pada tahun 1990, beliau berhasil menaikan jumlah aset BCA hingga angka lebih dari 5 triliun rupiah. Kesuksesannya ini kemudian membuatnya semakin percaya diri dan hingga akhirnya beliau membangun bisnis perbankan sendiri dengan nama Lippo Bank.

Tokoh yang dijuluki The Magic of Bank Marketing ini terkenal dengan kemampuan perbankan yang begitu handal. Beliau selalu memiliki banyak ide untuk menyelesaikan berbagai macam kasus yang berkaitan dengan keuangan. Beliau adalah lulusan Unversitas Indonesia. Berkat keahliannya di bidang keuangan, ia sering bertukar pikiran dengan sejumlah ekonom terkenal Indonesia seperti Ali Wardhana, Emil Salim, dan tokoh-tokoh berpengaruh lainnya.

Lippo Bank sendiri merupakan bank swasta terbesar kesembilan di Indonesia. Penilaian peringkat ini didasarkan dari jumlah aset yang didapatkan oleh Lippo Bank. Pemerintah Indonesia pernah menjual aset-asetnya di bank swasta ini karena mengalami kebangkrutan. Hasil penjualan aset ini kemudian digunakan untuk menutupi defisit keuangan negara. Bahkan pemerintah Indonesia pernah menetapkan kebijakan untuk lakukan bailout saat krisis ekonomi yang terjadi di Benua Asia.

Pada bulan Februari tahun 2004, sekitar 52,1% saham Lippo dibeli oleh Swissasia Global dari BPPN Indonesia. Saham tersebut senilai sekitar 140 juta dollar Amerika. Meski Riady dan keluarganya hanya memiliki saham minoritas di Lippo Bank, namun beliau masih menjadi pentolan Lippo Bank.

Anda tahu pusat perbelanjaan Matahari? Matahari adalah salah satu bisnis rintisan Mochtar Riady. Matahari hingga kini menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia. Ada banyak cabang Matahari yang tersebar di hampir semua kota-kota besar di Indonesia. Total gedung Matahari di Indonesia ada sekitar 116 unit. Di pusat perbelanjaan ini, ada banyak varian produk fashion untuk semua kalangan umur dan pria-wanita. Sayangnya Matahari yang sekarang banyak ditemukan di gedung-gedung pusat perbelanjaan bukan lagi sepenuhnya milik Riady. Pada tahun 2010, CVC membeli sekitar 80 persen saham Matahari dari Lippo Bank senilai 770 juta dollar AS. Hingga kini bisnis yang masih dimiliki keluarga Riady antara lain Lippo Karawaci yang bergerak di bidang properti. Fokus utama Lippo Karawaci adalah membangun kota satelit dengan konsep utama kota ramah lingkungan yang hijau dan dengan layanan kelas satu.

Lippo Karawaci, presentasi Lippo Bank kecil

Lippo Karawaci menjadi bisnis properti terbesar di Indonesia di mana aset dan kapital yang dimiliki tergolong besar. Tak hanya itu, pengembangannya juga terintegrasi dan unik. Selama lebih dari sepuluh tahun, Lippo Karawaci terkenal sebagai perusahaan pengembang dengan hasil terbaik serta merk produk yang mudah terkenal. Dengan merjer 8 perusahaan sejenis, Lippo Karawaci menjadi perusahaan properti yang mempunyai visi yang bisa dikatakan sangat baik untuk masyarakat. Visi perusahaan Lippo Karawaci yang dimaksud adalah menciptakan kehidupan retailer, urban, dan hotel yang nyaman.

Kini Mochtar tak memegang kendali perusahaan-perusahaan rintisannya. Tongkat kepemimpinan kini berpindah pada kedua puteranya, James Riady dan Stephen Riady. Keduanya menjadi CEO dengan wilayah pasar yang berbeda. James Riady adalah CEO operasional untuk Indonesia, sedang Stephen Riady adalah CEO operasional untuk Asia khususnya Hong Kong. Kini Mochtar Riady berperan sebagai penasihat untuk kedua puteranya. Tentunya beliau juga masih mengawasi jalannya roda bisnis yang sedang dijalankan oleh kedua puteranya.

Mochtar Riady hanyalah salah satu dari sekian banyak tokoh-tokoh sukses Indonesia di dunia bisnis. Ada banyak tokoh lainnya yang patut kita tiru kerja keras dan ketekunannya. Mereka menjadi tokoh-tokoh inspirator bagi banyak orang khususnya mereka yang ingin sukses dengan bisnisnya. Mochtar Riady, misalnya, beliau terinspirasi dari pegawai bank yang berpakaian rapi yang beliau jumpai saat masih berusia 10 tahun. Beliau kemudian bermimpi ingin menjadi bankir seperti mereka. Dari inspirasi dan mimpi inilah ia kemudian termotivasi untuk mewujudkannya. Anda pun bisa demikian. Silahkan Anda bermimpi setinggi-tingginya dan jangan lupa disertai dengan usaha dan kerja keras. Tak harus dari kalangan keluarga berduit, hanya bermodalkan kerja keras dan ketekunan, mimpi Anda bisa Anda wujudkan.