Salah satu teknologi EcoBoost yang membuat wartawan penasaran saat mengikuti acara “Ford EcoBoost Smart Technology Preview pada Selasa lalu adalah “timing belt” yang disebut “belt-in oil drive” alias belt atau sabuk dalam oli. Klaim yang tidak kalah menggagumkan, “timing belt” tidak perlu diganti selama mesin digunakan! Kelebihan lain, karena direndam dalam pelumas. suara bising, getaran dan gesekan jadi berkurang! Semua itu diandalkan Ford agar mesin EcoBoost 1,0 L bekerja lebih efisiensi dan menghasilkan suara halus.

Konvensional
Selama ini, timing belt yang digunakan pada mesin bensin dan diesel dibuat dari karet yang harus bekerja pada suhu tinggi, disebut highly-saturated nitrile (HSN) dan benang dari serat gelas (fibre glass) di bagian dalam. Umur pakai timing belt ini berkisar 40.000 – 60.000 km (anjuran produsen mobil di Indonesia), sedangkan di Jepang bisa 100.000 km.

Tugas timing belt, menghubungkan kruk as (crankshaft) dengan nokken as (camshaft). Dibuat dengan bagian dalam bergerigi untuk mencegah “slip”. Putaran dari kruk as diteruskan timing belt ke nokken as yang bertugas mengoperasikan pelatuk katup (rocker) atau bisa juga dilakukan secara langsung (melalui mangkok).

Pada timing belt konvensional, bila putus, menyebabkan mesin berhenti total karena katup tidak bisa lagi berggerak. Lebih parah lagi, kalau katup beradu dengan puncak piston (karena tertahan saat membuka) dan menyebakan kerusakan mesin yang sangat parah (katup bengkok). Karena itulah, timing belt harus diganti secara regular.

Dayco

Dari hasil penelusuran KompasOtomotif, timing belt yang digunakan pada mesin Ford EcoBoost dibuat oleh Dayco, yang memang ahli untuk produk yang satu ini (termasuk puli dan tensioner), di Troy, Michigan, Amerika Serikat. Untuk mengembangkan belt ini, Dayco mengaku bekerja sama dengan insinyur Ford.

Menurut Dayco, timing belt dalam oli ini tidak hanya untuk memutar nokken as, juga untuk memutar pompa oli yang berada di bagian paling bawah mesin. Sebelumnya, untuk menggerakan, pompa, digunakan rantai. Dengan menggunakan belt ini, mesin EcoBoost 1,0 liter menjadi lebih ringan, tidak berisik, gesekan rendah dan menghasilkan kerja yang sangat efisien.

Sabuk atau belt yang dibuat oleh Dayco ini lebih ringan dibandingkan versi konvensional. Kehebatannya, tidak mudah mulur (sangat minim), gesekan sangat rendah dan tidak seberisik rantai. Dibuat dari fabric yang bisa melumasi sendiri, benang dari serat kaca atau bahan hibrida khusus dengan daya tahan lebih lama dan diberi lapisan (di seluruh permukaan yang bergesek) untuk mencegah abrasi saat digunakan. Karena kehebatannya itu, belt ini mendapatkan penghargaan inovasi Ford Eropa pada 2008.

Oli Khusus

Sementara itu, Society Engineering of Automotive International online menulis, mesin EcoBoost 1,0 liter ini, selain menggunakan timing belt yang inovatif, juga oli khusus yang dikembangkan Ford bersama dengan British Petroleum (BP). Daya gesek oli ini lebih rendah dan bisa digunakan sampai 20.000 km.

Karena khusus, harganya pun lebih mahal dibandingkan dengan oli konvensional. Namun konsumen memperoleh keuntungan, konsumsi bahan bakar lebih irit dan biaya perawatan yang lebih sedikit.