Hampir semua produsen dunia saat ini berlomba-lomba mengembangkan teknologi otonomos, membuat mobil bisa menyopir sendiri dengan komputer canggih. Meski seperti mimpi, sejumlah pebisnis dunia menilai, teknologi ini sudah bisa dikomersialkan pada 2025.

Kemampuan teknologi ini menghindari kecelakaan akan mengurangi biaya asuransi yang mahal. Di samping itu, mobil hemat konsumsi bahan bakar karena otonomos bisa mencegah akselerasi yang tidak semestinya. Kemacetan di persimpangan juga bisa dikurangi karena setiap mobil bisa berkomunikasi satu dengan lainnya.

 

Para pengguna berusia lanjut yang secara fisik dinyatakan tidak mampu lagi juga tidak akan kehilangan hak mengemudikan mobil. Sementara itu, anak muda yang kurang berpengalaman bisa lebih aman, dan dilindungi asuransi yang lebih murah.

 

“Pada 2025, mobil otonomos dipasarkan secara global. (Teknologi tersebut) mampu menciptakan revolusi mobilitas pribadi, memungkinkan orang bekendara sampai tua, pemakaian bahan bakar yang irit, dan mengurangi kecelakaan sampai titik nol,” tulis HSBC dalam laporannya yang dilansir Inautonews (2/12/2013).

 

Dampak
Di sisi lain, kehadiran teknologi ini diperkirakan punya dampak buruk terhadap perusahaan taksi. Layanan transportasi massal seperti kereta, bus, dan penerbangan jarak pendek akan ditinggalkan. Masyarakat lebih memilih jalan langsung dari rumahnya menunju lokasi yang dituju karena lebih nyaman menggunakan mobil milik sendiri.

 

Industri penginapan juga akan kena “getah”. Jika seseorang bisa berkendara siang dan malam untuk mengejar rapat penting di kota lain, ia tidak harus mampir ke penginapan untuk tidur. Teknologi ini membuat mobil bisa bekerja tanpa istirahat.

 

Industri IT seperti pengembang aplikasi, sistem hiburan dalam mobil, akan memperoleh pasar baru. Sementara itu, radio dan bisnis musik bakal kehilangan pendengar setia. Laju mobil di jalan tol semakin cepat jika teknologi ini terbukti aman dan mampu mengurangi kecelakaan.

 

“Ini bukan mainan. Dampak sosial dan ekonomi sangat beragam. Di luar keuntungan praktis, kami memprediksi mobil otonomos dalam skala besar akan menghemat 1,3 triliun dollar AS untuk perekonomian Amerika Serikat. Secara global, penghematan lebih besar sampai 5,6 triliun dollar AS,” ucap Morgan Stanley, lembaga keuangan global yang berbasis di Manhattan, New York.

 

Selanjutnya, jika memang sistem komputerisasi mobil ini berjalan dengan baik, maka makin banyak orang terlihat berdiam diri di dalam mobil yang diparkir di pojok jalan. Mereka akan memanfaatkan komputer di dalam kabin untuk browsing.

 

“Industri non-otomotif sangat terpengaruhi dalam hal ini, yaitu telekomunikasi, peranti lunak, media, transportasi umum, semi-konduktor, dan asuransi,” tambah Morgan Stanley.

Lembaga peneliti Forst & Sullivans menambahkan, hampir semua prinsipal otomotif mengembangkan teknologi ini. Mercedes-Benz, salah satu yang terdepan, disusul merek asal Jerman lainnya, BMW dan Volkswagen. Adapun Toyota melalui Lexus juga sedang mempersiapkan teknologi yang sama. Ford tidak ketinggalan. Begitu juga dengan Google, mereka menyiapkan diri sebagai industri penunjang, bukan produsen otomotif. Selain itu, ada IBM dan Cisco, yang mempersiapkan infrastruktur komputer.

Advertisements