Sebelum Carlos Ghosn mencoba sendiri Nissan Leaf yang bisa menggemudi sendiri di Makuhari Mesee, Chiba, Jepang, kemarin, seminggu lalu, Nissan memberi kesempatan kepada wartawan Jepang untuk membuktikan secara langsung teknologi ini.

Salah satunya, menurut Nissan, otonomos dalam kota sudah didaftarkan dan mendapat pelat lisensi dengan nomor 2020. “Ini pelat lisensi biasa untuk mobil luar biasa,” kata Presiden dan CEO, Nissan Carlos Ghosn. “Sebulan lalu kami mengumumkan target otonomos 2020, sekarang sudah mengujinya,” tambah Carlos.


Sensor

Perbedaan kedua mobil secara umum adalah jumlah sensor yang digunakan. Untuk versi jalan tol, menggunakan satu kamera dan 3 sensor laser, sedangkan dalam kota, 5 kamera dan 5 sensor laser. Tambahan lain, radar gelombang milimeter yang dipasang di depan mobil.

Setiap mobil dilengkapi dengan GPS dan aktuator bekerja sebagai sensor tambahan pada setiap mobil seta kamera yang dapat memastikan atau menganalisis gambar mobil di sekitarnya plus sensor laser untuk memindai (scan) suasana di sekeliling mobil.

Menurut Ketua Ahli Nissan untuk pengembangan mobil listrik, juga divisi pengembangan IT & ITS, Toru Futami, teknologi otonomos Nissan Leaf dikembangkan untuk memperoleh keamanan dan kenyamanan bagi pengemudi, seperti yang sudah digunakan pada pada kereta, kapal laut dan pesawat terbang.
Teknologi ini mengamankan setir yang mengontrol arah mobil. Isu legalnya, konsep ini harus menjadi kenyataan, membuat mobil ini bisa membantu kerja manusia, mengemudi lebih aman dan menyenangkan. Contohnya, pengemudi tidak repot atau pontang-panting memutar setir saat memarkir mobil di tempat yang sempit. Bahkan, bila menghadapi kondisi lalu lintas padat merayap, ya…tinggal otonomos saja!

Pengemudi? Bisa saja tidur, menghubungi kerabat, bermain on-line untuk menghilang kejenuhan dan stress karerna macet “tiada akhir” atau tanpa harapan. Bahkan bisa membantu orang  tua yang plesiran dengan dengan mobil, sementara anak-anaknya  tidak punya waktu mendampingi.


Google

Dijelaskan pula, teknologi harus dikembangkan bersama inftrastruktur ITS dan GPS. Sebagai contoh, mobil tanpa pengemudi Google dilengkapi dengan pemindai (scanner) laser generasi ke-3. Alat ini mengontrol mobil secara simultan sekaligus menentukan peta lokasi yang diperlukan (diambil dari GPS), mengubah suasana mobil di sekitarnya menjadi gambar 3D (menggunakan radar area).

Sementara Leaf menggunakan 5 radar laser untuk memantau kondisi sekitar, sama dengan teknologi yang digunakan Google. Bedanya, 5 kamera digunakan menganalisa data secara visual sehingga bisa mengontrol mobil lebih akurat.

Darurat
Hal tersebut dilakukan, karena  ada kemungkinan mobil seperti yang dirancang Google tidak lagi bisa berfungsi mengontrol diri sendiri, khusus bila tidak dapat menyesuaikan diri dengan informasi lokal. Sementara Leaf dirancang, bisa mengontrol diri sendiri dan mengambil alih kerja sementara sesuai dengan kondisi di sekitarnya. Misalnya, terjadi perubahan kondisi jalan dan gedung-gedung yang rubuh akibat gempa bumi.

Di samping itu, kemampuan mengontrol juga bisa dilakukan dengan cara berbeda. Dengan ini, bisa mengurangi biaya dan bisa dipasarkan dengan cepat. Saat ini, teknologi otonomos masih mahal. Sebagai contoh, untuk satu pemindai dipasang di atap mobil Google, biayanya mencapai beberapa juta yen.

Sebaliknya, dengan 5 kamera dan pemindai laser, seperti yang digunakan pada Leaf, menurut Nissan, biayanya tidak terlalu mahal. Saat tes, untuk memastikan dan menganalisis gambar termasuk data, digunakan komputer (5 server) yang ditaruh di bagasi!

Advertisements