Sebenarnya, apakah artroskopi itu? “Ini adalah teknik pembedahan sayatan kecil (minimally invasive) untuk mengatasi beberapa jenis gangguan sendi,” ujar spesialis ortopedi dari Sport Clinic, dr Sapto Adji SpOT. Adji menjelaskan, artroskopi tergolong tindakan minimal invasif karena prosedurnya tidak dilakukan dengan membedah sendi, melainkan dengan membuat tiga sayatan di area sendi. Masing-masing panjangnya hanya 1cm-1,5 cm.

Melalui sayatan itu, alat-alat operasi yang bentuknya serupa pipa dimasukkan dan dikendalikan dokter dari luar. Pipa pertama adalah kamera video yang tersambung dengan layar monitor. Kamera ini menjadi mata dokter dalam melihat kondisi jaringan di dalam sendi. Pipa-pipa berikutnya adalah alat-alat untuk melakukan prosedur-prosedur operasi termasuk menjahit dan membersihkan sendi.

Artroskopi cocok digunakan untuk mengatasi cedera sendi yang mengakibatkan robekan pada jaringan di dalamnya. Atlet maupun para pehobi olah raga kerap memanfaatkan fungsi artroskopi ini untuk mengatasi cedera sendi yang mereka alami. “Sering terjadi, ketika mengalami cedera sendi masyarakat pergi ke tukang pijat atau urut. Padahal, cedera yang disertai robekan jaringan di dalam sendi tidak bisa dipulihkan dengan pijat,” ujar Adji.

Prosedur artroskopi umumnya berlangsung selama 1-2 jam. Sesudahnya, pasien perlu menjalani proses pemulihan (rehabilitasi) selama beberapa bulan sebelum sendi bisa digunakan seperti sedia kala. Selain untuk mengatasi jaringan yang rusak karena trauma, artroskopi juga bermanfaat ‘membersihkan’ sendi.

Umumnya, prosedur ini diperlukan pasien-pasien usia lanjut yang sendinya mengalami pengapuran. Sendi berkapur melepaskan zat-zat peradangan yang menimbulkan nyeri, terutama ketika sendi digerakkan. “Dengan artroskopi, zat-zat yang menimbulkan nyeri tersebut dibersihkan,” ujar Adji.

Dibandingkan metode konvensional (pembedahan), artroskopi yang dilakukan dengan sayatan kecil memiliki beberapa keuntungan. Antara lain, risiko infeksi lebih kecil, pemulihan lebih cepat, biaya lebih murah dan secara kosmetis bekas luka yang timbul lebih tersamar.