Seperti juga penyakit lainnya, penentu kesembuhan gangguan tulang belakang yang paling penting adalah segera memeriksakan diri ketika mendapati adanya keluhan pada bagian tersebut. Begitu disebutkan Dr. dr Luthfi Gatam, Sp.OT, (K-Spine) dari Ramsay Spince Center (RSC). “Semakin segera ditangani, prognosis atau kesembuhan semakin baik dan cepat,” katanya. Disebutkan juga bahwa gangguan tulang belakang ini jika terlambat ditangani, bisa menurunkan kualitas hidup.

Menurut Luthfi, keterlibatan berbagai bidang ilmu sangat  diperlukan untuk menetapkan diagnosis dan terapi yang tepat. “Karena penyakit kerap datang dengan seribu wajah,” ujarnya. Tim dokter akan menyampaikan hasil diagnosis kepada pasien atau  keluarganya sejelas-jelasnya, demikian pula dengan semua tahapan pengobatan terhadap pasien. “Kami harus akuntabel dan transparan, tidak ada yang disembunyikan, sehingga pasien mengetahui seluruh rencana dan tahapan pengobatan penyakitnya,” ujar Luthfi.

Pasien pun kerap mengkhawatirkan risiko dari tindakan medis tertentu pada tulang belakang. Dengan teknik bedah minimal invasif, bisa membantu meminimalkan semua risiko yang mungkin terjadi. “Penyembuhan pun lebih cepat dan risiko munculnya jaringan parut bekas sayatan lebih kecil,” kata Luthfi menjelaskan. Tersedianya fasilitas yang lengkap di RSC akan mempermudah pengambilan keputusan apakah pasien membutuhkan tindakan operatif atau tindakan non operatif.

Untuk memperoleh gambaran utuh tulang belakang, RSC memiliki alat bantu diagnosis Long Length Imaging (LLI), yang dapat memberikan gambaran utuh dari objek tulang yang panjang seperti tulang belakang, mulai dari leher sampai tulang ekor, serta dari tulang panggul sampai tumit.