EcoBoost  adalah merek dagang baru Ford dengan paket teknologi terdiri dari Injeksi Langsung, Turbocharger dan Ti-VCT (buka-tutup dan tinggi angkat katup yang bisa bervariasi)! Dengan paket tersebut, kinerja mesin bisa ditingkatkan. Contohnya, kemampuan mesin 1,0 liter EcoBoost sama dengan 1,6 liter non-EcoBoost (tanpa turbo, menggunakan injeksi port atau tidak langsung).

Mesin dengan paket EcoBoost Ford terdiri dari berbagai kapasitas, antara lain 1,0 liter (3-silinder), 1,6 liter dan 2.0 liter (4 silinder) dan terbesar adalah 3,5 liter, V6. Strategi ini dipilih Ford untuk sebelum menuju ke mobil hibrida dengan teknologi lebih mahal dan rumit. Dengan cara ini, harga mobil yang dijual ke konsumen akan lebih terjangkau namun relatif lebih irit dan emisi karbondioksida (CO2)  yang rendah.

EcoBoost sebenarnya sama dengan strategi yang telah dilakukan  oleh merek lain, seperti  Mazda dengan Skyactiv, BMW dengan EfficientDynamics, Mercedes- Benz  melalui BlueEFFICIENCY dan BlueMOTION oleh VW.

3 silinder

Mesin dengan sistem injeksi langsung, turbocharger, 3 silinder untuk 1.0 liter bukan lagi teknologi baru di ranah otomotif.  Kombinasi mesin injeksi langsung plus turbocharger sudah digunakan oleh mobil-mobil asal Jerman yang dijual di Indonesia, antara lain BMW dan Mercedes-Benz, Audi dan VW. Merek-merek asal Jepang juga sudah ada yang menggunakan injeksi langsung, yaitu Mazda dengan paket teknologi Skyactiv. Sebagian merek, Jepang, seperti Toyota dan Honda juga sudah menggunakan teknologi injeksi langsung!

Untuk 3-silinder, sudah digunakan oleh mobil termurah (LCGC) di Indonesia, yaitu Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Bedanya, belum menggunakan injeksi langsung dan tanpa turbocharger. Bahkan Daihatsu sudah menggunakan mesin 3 silinder sejak 1980-an di Indonesia.

Getaran

Mesin 3 silinder, getarannya lebih keras dibandingkan 4 silinder. Pasalnya, ketidakseimbangan  karena jumlah piston ganjil saat bekerja. Dua silinder pertama bisa diseimbangkan, namun satu silinder lagi sendiri! Inilah yang menyebabkan terjadi ketidakseimbangan dan getaran!

Untuk menghilangkan getaran, para insinyur mesin memasang bobot pengimbang  atau “counter balance/weight”. Namun Ford mengatakan, tidak memilih cara ini. Alasannya, bobot pengimbang akan menambah berat mesin. Ford membiarkan saja, namun membuat roda gila atau kopling dengan rancangan khusus (diberi peredam) dan menggunakan belt-in-oil drive. Dengan cara ini, Ford mengklaim, getaran mesin 3 silinder tidak sampai “mengoncang” mobil dan penumpangnya.

Jumlah Komponen
Dengan tiga silinder, Ford berharap jumlah komponen yang digunakan lebih sedikit, sekaligus mengurangi antar-komponen mesin. Alasan ini bisa diterima! Mesin DOHC 4-katup per silinder, dipastikan punya 16 katup (juga punya 16 per), pelatuk katup (rocker arm), 16 nok (cam), 4 piston bersama ring, 4 setang piston, 4 jurnal kruk as.

Bandingkan dengan mesin 3 silinder, hanya butuh 12 katup. 12 pelatuk, 3-piston dan ring, 3 setang piston dan 3 jurnal di kruk as. Karena jumlah komponen berkurang, mesin jadi lebih ringan. Begitu juga gesekan antar komponen. Konsep ini hanya digunakan untuk mesin 1,0 liter, sedangkan untuk 1,6 liter, tetap 4 silinder!