Renault memperkenalkan teknologi produksi modular “Common Module Family” bersama aliansinya Nissan Motor Company. Langkah ini menyelaraskan produksi antara kedua produsen untuk menekan biaya produksi dengan kendaraan serupa tetapi tidak sama.

Jean-Michel Billig, Executive vice president of Engineering and Quality Renult-Nissan mengatakan, teknologi ini memungkinkan kedua merek memangkas biaya rancang bangun dan proses produksi 30 sampai 40 persen. Juga, memanfaatkan 20-30 persen komponen yang sama sampai 2020.

“Target kami memangkas jumlah pemasok komponen secara global untuk mengembangkan produk secara internasional,” jelas Jean yang dilansir Bloomberg, kemarin (19/6/2013). Semua produk Renault dan Nissan akan berbagi 50 persen komponen sampai 2020. Langkah ini dimulai dari pusat riset dan pengembangan di Prancis.

Komponen disediakan secara terintegrasi, terdiri dari bagian-bagian (komponen) kecil yang sebelumnya dibeli terpisah dan dimanfaatkan untuk model kompak dan besar. Jumlah mobil yang dibuat dengan cara ini mencapai 1,6 juta unit per tahun atau 14 model dari Renaut dan Nissan.

Pada 2015, teknologi ini mulai diaplikasi pada model-model subkompak dan mobil kota pada tahun berikutnya (2016). Model perdana yang memanfaatkan sistem produksi ini adalah Nissan Rogue, Qashqai dan X Trail yang ditargetkan meluncur tahun ini. Termasuk Renault Escape pada 2014, disusul Laguda dan Snenic.

Metode yang sama juga dijalankan di India untuk menciptakan mobil murah dan siap diluncurkan 2015. Proyek ini akan diikuti Nissan Micra dan Renault Clio.

Teknologi ommon Module Family merupakan jawaban dari MQB Volkswagen yang diterapkan untuk Golf dan Audi A3.