Upacara Melaspas bermakna upacara yang bertujuan membersihkan dan menyucikan bangunan yang baru selesai dibangun/dibuat atau baru ditempati kembali, seperti rumah, kantor, toko, kandang dan lain lain. Sementara untuk pembangunan tempat suci palinggih atau istana Dewa, Bhatara serta Dewa Pitara/Hyang, upacara Melaspas dilanjutkan dengan Ngenteg Linggih.

Melaspas dalam bahasa Bali nya terdiri dari dua rangkaian kataMlas artinya pemisah sedangkanPas artinya cocok, jadi kalau di jabarkan/uraikan Melaspas adalah pembuatan bangunan terdiri dari dua unsur yang berbeda (kayu dan batu), lalu di satukan terbentuklah bangunan yang cocok atau layak untuk di tempati/didiami.

Upacara Melaspas ini wajib dilakukan oleh Umat Hindu di Bali dan sudah menjadi tradisi secara turun temurun hingga saat ini. Kegiatan upacara ini diadakan agar orang yang akan menempati bangunan tersebut merasa tentram, kerasan/betah dan terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan (sakit, boros, marah marah, pertengkaran), dalam arti kata lain tidak tenang dan nyaman berada di tempat tersebut maka diadakan lah upacara Melaspas ini.

Dalam upacaraMelaspas ini ada tiga tingkatan penggolongan sesuai dengan kemampuan dan keadaan ekonomi dari yang akan melaksanakannya. Upacara ini dipimpin oleh seorang pendeta

Tiga tingkatan bentuk upacara Melaspas ini:

Kanista upacara yang diadakan tergolong kecil.
Madyaupacara yang diadakan tergolong menengah.
Utama upacara yang diadakan tergolong besar.

Pelaksaan upacara:

Ngayaban caru(Ngayaban: mengantarkan sesajen dengan mantra).

Mengundang Bhutakala.
Memberikan labaan.
Mengusir atau mengembalikan ketempat masing masing, roh roh yang ada pada bangunan
tersebut, dan honon dihadirkan Dewa Ghana sebagai dewa rintangan.

Ngayaban Pamlaspas yang di dahului dengan:

Mengucapkan orti pada mudra bangunan
Memasang ulap ulap pada bangunan, ulap ulap dipasang tergantung jenis bangunan ( ulap
ulap kertas yang ditulis dengan hurup rajahan ).
Bila bangunan tersebut tempat suci maka dasar banguan digali lubang untuk tempatkan
pedagingan, kalau bangunan utama di isi pedagingan pada puncak dan madya juga, pada
bagian puncak diisi padma dari emas.
Pangurip urip,arang bunga digoreskan pada tiap tiap bangunan (melambangkan tri murti,
Brahmana, Visnu, Iswara), jadi umat Hindu Bali percaya bahwa bangunan yang didirikan
tersebut menpunyai daya hidup.
Ngayaban banten ayaban dan ngayaban pras pamlaspas yang didahului memberikan
sesajen pada sanggah surya ( Batang bambu yang menjulang tinggi)
Ngayaban caru prabot

Serangkaian upacara yang dilakukan ini semua bermakna agar manusia selalu bersyukur kehadapan yang sang pencipta dengan apa yang telah diberikannya.

Dari pemaparan di atas dapat di simpulkan bahwa dengan mengadakan upacara Melaspas ini kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, saat menempati bangunan yang sudah dibangun/dibuat diberikan rahmat dan anugerahnya agar tidak terjadi hal hal yang diluar keinginan manusia.