Lakukan perjalanan solo. Bila Anda terbiasa berwisata dalam grup atau rombongan, cobalah berwisata sendirian. Entah Anda perempuan maupun laki-laki, Anda harus mencoba melakukan perjalanan seorang diri.

Ada banyak destinasi wisata di Indonesia yang memungkinkan Anda untuk berpergian seorang diri. Sebut saja seperti Bali, Bandung, Yogyakarta, bahkan Manado ataupun Flores. Selama perjalanan, Anda akan belajar mandiri dan belajar mengenal diri Anda lebih mendalam.

Kabur dari rombongan. Ikut perjalanan bisnis dengan rekan-rekan kantor? Atau, wisata bersama teman-teman? Luangkan waktu sejenak untuk diri Anda sendiri.

Misalnya usai rapat dan urusan pekerjaan, “kabur” ke obyek wisata terdekat. Tak perlu ajak yang lain, biarkan diri Anda menjelajahi tempat-tempat asing sendirian.

Pun begitu saat Anda ikut rombongan. Bangunlah lebih pagi dan jelajahi tempat-tempat menarik di sekitar Anda menginap. Jika Anda berwisata dan menginap di pantai di Indonesia, kegiatan di Tempat Pelelangan Ikan menjadi hal yang menarik.

Belajar bahasa asing walau sedikit. Sebelum berkunjung ke sebuah destinasi wisata, tak ada salahnya Anda belajar bahasa setempat. Bila luar negeri yang akan Anda tuju, sedikit belajar percakapan sehari-hari bisa menjadi modal.

Jangan selamanya mengandalkan Bahasa Indonesia saat pelesir dalam negeri maupun Bahasa Inggris saat pelesir luar negeri. Berwisata tak sekedar jalan-jalan menyenangkan, namun ada proses pembelajaran di setiap langkahnya.

Tak hanya saat melakukan perjalanan luar negeri, lakukan hal sama saat Anda hendak berkunjung ke destinasi wisata di Indonesia. Biasakan memanggil seseorang dengan sapaan sesuai bahasa daerah setempat. Banyak wisatawan asal Jakarta menyapa seseorang dengan panggilan “Mas” dan “Mbak”, walau ia sedang berada di daerah luar Pulau Jawa.

Bagaimana cara belajar bahasa daerah? Cari saja teman yang berasal dari daerah tersebut. Atau, datangi restoran yang menjual makanan daerah tersebut, dan pelajari beberapa kosa kata ringan seperti “terima kasih”, “tolong”, “maaf”, “harga”, “di mana”, dan sebagainya.

Tunjukan rasa hormat Anda dengan berbicara bahasa setempat. Walaupun hanya sedikit, penduduk lokal yang Anda ajak bicara akan merasa dihargai. Ini juga cara agar Anda mudah akrab dengan penduduk lokal.

Gunakan biro perjalanan wisata. Kebalikan dari resolusi di atas, jika Anda terbiasa berwisata ala backpacker atau menyusun sendiri tur Anda, lakukan sebaliknya.

Ada kenyamanan dan keasyikan tersendiri jika menggunakan biro perjalanan wisata. Jangan gunakan hanya untuk memesan tiket, namun lakukan secara lengkap, mulai dari pemesanan hotel sampai paket tur, bahkan tempat makan.

Cukup utarakan keinginan Anda pada biro perjalanan wisata pilihan, mulai dari destinasi yang ingin dikunjungi dan kegemaran Anda. Lalu, biarkan mereka yang menyusunnya semua. Anda tinggal duduk dan menikmati semua perjalanan yang sudah dirancang. Anda pun tak repot menyusun rencana, semua tinggal terima beres.

Ikuti arus ketenaran. Bila Anda termasuk yang seirng melancong, ada kecenderungan untuk menghindari tempat-tempat turistik. Apalagi wisata ala backpacker, akan lebih memilih tempat-tempat yang digemari penduduk lokal.

Nah, sesekali rancang perjalanan wisata yang sebaliknya. Kunjungi tempat-tempat turistik yang selama ini Anda hindari. Makan di restoran yang sedang tenar dan sebagian besar pengunjungnya adalah turis.

Lakukan pula hal ini jika Anda menjadi penduduk lokal di sebuat destinasi wisata favorit. Jadilah turis di kampung halaman Anda sendiri. Sebuah pengalaman baru akan hadir.

Putus hubungan dengan pekerjaan. Hidup di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, ada kecenderungan walau mengambil cuti dan berlibur keluar kota, pekerjaan tetap mengikuti. Saatnya benar-benar merancang liburan tanpa pekerjaan sama sekali.

Matikan smartphone Anda yang terhubung dengan pekerjaan. Jangan bawa laptop Anda. Sebisa mungkin, bebaskan diri Anda dari dunia digital. Kalau perlu tinggalkan saja smartphone. Bawa saja telepon genggam yang hanya berfungsi untuk telepon dan SMS. Lalu, nikmati benar-benar liburan Anda.

Jangan merasa bersalah dengan kantor Anda. Jika Anda membawa pekerjaan saat berlibur, pulang-pulang Anda hanya merasa memerlukan liburan lagi. Pikiran yang rileks selepas liburan akan membuat Anda lebih produktif saat bekerja.

Mulai menabung. Jika destinasi wisata impian Anda tak pernah bisa diwujudkan, coba pikir apa yang menghalangi Anda. Biasanya adalah urusan uang. Maka, tahun ini, menabunglah untuk mewujudkan wisata impian Anda.

Hitung total pengeluaran yang kira-kira Anda akan habiskan untuk perjalanan Anda termasuk tiket pesawat dan hotel. Lalu menabunglah dengan cara menyicilnya per bulan. Memang terkesan lama, tetapi saat hal itu benar-benar terwujud, saat itu akan menjadi perjalanan yang tak akan pernah Anda lupa.

Lakukan hal ekstrem. Anda takut ketinggian? Maka pilih aktivitas wisata yang menantang ketinggian, misalnya bungy jumping.

Pilih aktivitas wisata yang menantang diri Anda. Ajak teman untuk menyemangati Anda. Kegiatan ini cocok terutama untuk Anda yang sehari-hari bekerja dalam rutinitas hingga hidup terasa monoton dan teratur.

Tentu pilih kegiatan yang tetap dalam koridor aman. Tak selalu hal ekstrem berarti berhubungan dengan wisata olahraga. Sebab setiap orang pasti memiliki ketakutan sendiri-sendiri. Bisa jadi, mengelus singa di Taman Safari menjadi hal ekstrem bagi Anda yang takut pada binatang.

Advertisements