Menurut studi terbaru oleh Lembaga Nasional Administrasi Keselamatan Jalan Raya (NHTSA) Amerika Serikat (AS), kontrol stabilitas elektonik (ESC) terbukti mampu mencegah korban jiwa akibat kecelakaan. Khusus karena mobil kehilangan kontrol. Dalam rilis yang dikeluarkan NHTSA ,Pemerintah AS sendiri telah membakukan peraturan pengunaan ESC sejak 2007 pada mobil penumpang dan komersial. Realisasi penerapan di lapangan dilakukan secara bertahap dan terus meningkat setiap tahun.

Dijelaskan, ESC telah menyelamatkan 2.200 nyawa sejak 2008 hingga 2010. Rinciannya 634 pada 2008, 705 di 2009 dan 863 pada 2010 atau terus meningkat dengan hasil lebih baik.

ESC mengatur stabilitas mobil secara otomatis (dikontrol oleh komputer) kentika kehilangan pengendalian saat jalan lincin akibat lebih jauh dari understeer dan oversteer. Cara kerjanya, tekanan rem diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan di setiap roda, sehingga pengemudi bisa nmenjaga stabilitas. Mobil juga masih bisa diarahkan sesuai keinginan pengemudi.

“Penelitian NHTSA yang dilakukan secara konsisten menunjukkan hasil bahwa ESC mampu membantu pengemudimenjaga mobilnya tetap stabil. Dengan demikian mencegah mobil tergelincir atau terguling akibat kehilangan kontrol,” beber David Strickland, Administrator NHTSA.