Sebelum bumi diciptakan, hanya ada keheningan dan kegelapan, hanya langit dan laut hingga dewa Tepeu dan Gucumatz menciptakan pepohonan, binatang, dan manusia – begitu kata kitab suci Maya.

Popol Vuh adalah buku spiritual dan filosofis yang menjelaskan penciptaan dunia. Bahkan sampai saat ini, memainkan peran penting dalam menentukan identitas etnis Maya di Meksiko dan Amerika Tengah.

“Buku Komunitas” tersebut adalah buku berisi percampuran agama, mitologi, sejarah, astrologi, adat istiadat dan legenda.

“Kemudian muncul kata, seperti petir. Petir merobek langit, menembus air, dan memupuk pikiran dewa Bumi-Air, Tepeu dan Gucumatz,” kata buku itu.

Asal kitab tersebut tetap menjadi misteri. Sejumlah sejarawan percaya tulisan tersebut ditulis di atas kertas dalam bahasa Quiche oleh penduduk India di pertengahan abad ke-16 namun penulis teks aslinya tidak diketahui.

Teks tersebut tetap menjadi rahasia hingga 1701, saat imam Spanyol, Francisco Ximenez, menghasilkan terjemahan dalam bahasa Spanyol. Naskah tersebut saat ini berada di perpustakaan Newberry di Chicago.