The Goodyear Tire & Rubber Company (Goodyear) akhirnya sukses mengembangkan ban “hidup” yang secara otomatis bisa menjaga tekanan angin. Produk tersebut dipamerankan pada event “Internationale Automobil-Ausstellung 2012” (mobil niaga) di Hanover, Jerman, 20-27 September.

Ban Air Maintenance Technology (AMT) yang dikembangkan di Goodyear’s Innovation Center di Akron, Ohio, AS, khusus untuk kendaraan niaga (truk) ini menggunakan sistem katup pintar dan sensor, tanpa sumber tenaga (baterai) dari luar, ataupun pompa elektronik.

Cara kerja
Proses kerjanya, ketika regulator dalam ban melalui sensornya merasakan tekanan udara di dalam berkurang akan membuka katup agar aliran angin masuk ke dalam pipa penyalur. Sebagaimana ban berputar, perubahan bentuk pada bodi ban memberi tekanan terhadap pipa penyalur sehingga mendorong udara ke dalam ban melalui katup masuk di pipa penyalur. Selanjutnya, udara mengalir masuk mengisi ruang dalam ban sampai pada tekanan yang optimal. Uji coba ini pun berhasil dilakukan di pabrik Goodyear di Topeka, Kansas, AS.

“Kami percaya ban AMT untuk kendaraan niaga ini tidak hanya akan meningkatkan kinerja ban, tetapi juga akan menghemat biaya yang dikeluarkan pemilik armada dan operator. Dengannya, usia tapak ban lebih panjang (karena ban kurang tekanan angin lebih sering bergesekan dengan aspal/jalan), yang sekaligus juga membuatnya menghemat bahan bakar (karena ban kurang tekanan angin membuat kerja mesin lebih berat),” ungkap Kepala Teknis Goodyear, Jean-Claude Kihn. “Kami berharap bisa terus mengembangkan teknologi ini,” tambahnya.

Bantuan Pemerintah
Butuh setahun lebih (setelah Agustus 2011 lalu) Goodyear mengabarkan sedang mengembangkan ban ini. Pihaknya pun mengakui pengembangan tersebut memberikan tantangan luar biasa mengingat standar tekanan ban pada mobil truk di AS sekitar 105 psi, sementara mobil-mobil penumpang di kisaran 32 psi. Hasil ini pada akhirnya membuktikan bahwa mereka siap untuk pengembangan lebih jauh.

Seperti pernah disampaikan sebelumnya, Departemen Energi Ameriksa Serikat, semacam Kementerian ESDM di Indonesia, memberikan bantuan 1,5 juta dollar AS dalam riset, pengembangan, dan demonstrasi ban AMT untuk ban truk tersebut.

Menurut American Trucking Association mengutip Heavy Duty Trucking Magazine, ongkos yang dikeluarkan untuk ban menjadi masalah tunggal terbesar dalam pemeliharaan kendaraan. Setengah dari total kerusakan truk dan trailer melibatkan masalah ban.

Bicara soal ide, pada 2008 sebuah perusahaan dari Ceko, Coda Development S R O, sebenarnya telah memperkenalkan ban serupa dengan nama Self Inflating Tire (SIT). Namun pada kenyataannya, ban yang menggunakan pompa peristaltik itu sampai sekarang belum bisa dikomersialkan.