Ahli Jantung Jonathan Goldstein dari Pusat Medis St. Michael di Newark, New Jersey menyebutkan bahwa gejala kelainan pada jantung tidak hanya pada nyeri dada melainkan ada gejala lain.

“Jantung bersama dengan arteri yang memberi pasokan oksigen serta makanan, merupakan satu otot besar, dan ketika ketika otot tersebut mulai gagal, gejala dapat timbul di berbagai bagian tubuh,” kata Jonathan.

Dilansir MSN Health, berikut beberapa keluhan ringan yang menjadi pertanda adanya ‘kerusakan pada jantung Anda.

Ritme jantung tak merata

Jantung berdebar-debar tidak karuan tanpa sebab yang jelas tidak selalu berarti grogi, bisa juga menandakan aritmia atau ketidakteraturan denyut jantung yang merupakan gejala umum pada penyakit jantung koroner. Penyakit ini sewaktu-waktu bisa memicu stroke dan serangan jantung.

Nyeri dada

Keluhan nyeri dada adalah tanda-tanda spesifik pada penyakit jantung koroner. Berbeda dengan nyeri dada pada serangan jantung yang rasanya seperti ditusuk atau diremas, sensasi nyeri pada angina pectoris biasanya lebih mirip seperti ditekan benda berat. Tidak cuma di bagian dada, nyerinya juga sering terasa hingga bahu dan leher.

Sakit pada rahang dan telinga

Sakit pada rahang memang menjadi gejala yang misterius karena bisa jadi diakibatkan oleh beberapa sebab, akan tetapi terkadang bisa juga menjadi petunjuk dari penyakit jantung koroner dan serangan jantung.

Rasa sakit yang muncul sepanjang rahang sampai ke telinga dan sulit menemukan dari mana rasa sakit itu berasal.

Mengalami gangguan seksual

Mengalami kesulitan untuk mencapai atau menjaga ereksi bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit jantung koroner. Dokter saat ini akan melakukan pemeriksaan kardiovaskular ketika ada pria yang mengeluhkan masalah disfungsi ereksi.

Hal ini terjadi karena arteri di sekitar jantung yang menyempit atau mengeras akan mempengaruhi pasokan darah ke penis, sehingga akan membuatnya sulit mencapai atau menjaga agar tetap ereksi.

Pusing dan sesak napas

Menurut data dari Journal of the American Heart Association lebih dari 40 persen perempuan melaporkan sering mengalami sesak napas pada periode beberapa hari sebelum terkena serangan jantung.

Seseorang mungkin akan mengalami tidak bisa bernafas, pusing atau pingsan bahkan saat tengah melakukan hal yang biasa dilakukan seperti berjalan atau membersihkan rumah yang sebelumnya tidak pernah bermasalah.

Mual dan perut perih

Serangan gangguan pencernaan parah dn mual bisa menjadi gejala awal serangan jantung atau myocardial infarction, terutama pada perempuan.

Dalam satu penelitian diketahui bahwa perempuan dua kali lebih mungkin mengalami muntah, mual dan gangguan pencernaan selama beberapa bulan menjelang serangan jantung dibandingkan dengan laki-laki.

Hal ini terjadi karena sumbatan lemak di arteri akan mengurangi suplai darah ke jantung yang biasanya terjadi di dada dan terkadang bisa muncul di bagian perut. Hal ini tergantung pada bagian mana dari jantung yang mengalami gangguan sehingga ia mengirimkan sinyal rasa sakit di bagian tubuh yang lebih rendah dari dada.

Mendengkur

Penelitian membuktikan, orang yang tidurnya ngorok punya risiko 3 kali lebih tinggi untuk meninggal karena serangan jantung dalam 5 tahun berikutnya.

Pasalnya, ngorok berhubungan juga dengan risiko sleep apnea atau henti napas saat tidur. Terhentinya pernapasan membuat suplai oksigen berkruang, sehingga memicu kerusakan jaringan di berbagai organ termasuk jantung.

Gusi berdarah

Tidak selamanya gusi berdarah hanya sebatas masalah periodontal atau gigi dan mulut, ada kalanya juga menunjukkan gejala awal penyakit jantung.

Para ahli meyakini, salah satu penyebab infeksi dan gusi berdarah adalah sirkulasi darah yang tidak lancar di daerah tersebut. Apapun yang berhubungan dengan sirkulasi darah, ujungnya tetap ke jantung sebagai pompanya.