Berdasar pada data Michigan Research Network 2007, kelainan pada dinding dada menempati peringkat pertama yaitu 36%, diikuti kelainan saluran pencernaan 19%, kelainan jantung 16%, kejiwaan 8%, paru-paru 5%, dan yang tidak diketahui secara pasti 16%.

Manifestasi nyeri dada dapat berbeda-berbeda tergantung penyebabnya. Rasa nyeri mungkin dirasakan hanya di satu sisi atau di kedua sisi dada, terbatas atau menjalar sampai ke punggung atau lengan, berlangsung singkat atau lama, terjadi pada saat istirahat atau ketika beraktivitas atau bernafas.

Rasa nyeri sering terjadi bersamaan dengan gejala lain seperti mual, muntah, sesak nafas, berkeringat, atau gelisah.

Nyeri dada dapat disebabkan oleh banyak faktor, yang dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu jantung dan non-jantung. Penyebab paling umum nyeri dada karena masalah jantung adalah angina pektoris (sesak dada karena otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen).

Nah, dilansir Health24, selain karena masalah jantung, berikut beberapa gangguan kesehatan

Gangguan pernapasan

Nyeri dada adalah perasaan nyeri atau tidak enak yang mengganggu daerah dada dan seringkali merupakan rasa nyeri yang diproyeksikan pada dinding dada (disebut pain).

Timbulnya nyeri dada sering mengakibatkan kecemasan pada penderita, karena takut nyeri tersebut diakibatkan oleh penyakit jantung, padahal nyeri dada juga bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab, bisa dari otot atau tulang, jantung, paru-paru, saluran pencernaan, atau bisa pula karena masalah psikologis.

Pulmonary embolism. Nyeri dada yang disebabkan karena adanya bekuan darah yang menyumbat sebuah arteri (paru) paru-paru sehingga menghalangi aliran darah ke jaringan paru-paru.

Pleurisy. Nyeri tajam yang bersifat lokal di sekitar dada. Pleurisy dapat diakibat oleh beberapa kemungkinan pneumonia, autoimun, misalnya lupus.

Kondisi paru – paru lainnya. Pneumotoraks (paru – paru berhubungan dengan dunia luar), tekanan darah tinggi di dalam arteri yang membawa darah ke paru-paru (hipertensi pulmonal) dan asma juga dapat menghasilkan nyeri dada .

Masalah kardiovaskular

Penyakit jantung iskemik merupakan penyebab paling umum dan membutuhkan perhatian darurat. Kondisi ini disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan arteri koroner sehingga memeras otot jantung untuk memenuhi asupan oksigen.

Aortic dissection yang bisa mengancam jiwa. Terjadi gangguan diantara lapisan-lapisan aorta yang biasanya akibat tekanan darah tinggi tidak terkontrol.

Kondisi ini sering datang secara tiba-tiba atau akibat trauma seperti kecelakaan mobil yang menyebabkan kerusakan aorta.

Tak hanya itu, Miokarditis (radang otot jantung) dan perikarditis (radang membran pelindng di sekitar jantung) juga bisa dipicu dari sering timbulnya nyeri dada.

Gangguan pencernaan

Naiknya asam lambung. Asam lambung yang naik hingga kerongkongan dapat menyebabkan sensasi nyeri terbakar di belakang tulang dada.

Kejang otot kerongkongan. Merupakan gangguan pada kerongkongan yang menimbulkan rasa sakit di dada dan kesulitas menelan. Kejang otot kerongkongan menyebabkan otot-otot kerongkongan tidak terkoordinasi dalam memindahkan dada atau nyeri terutama setelah makan.

Masalah kantong empedu. Batu empedu atau radang kandung empedu atau pankreas dapat menyebabkan sakit perut akut yang menyebar ke dada.

Hiatus hernia. Dalam kondisi ini lambung masuk ke rongga dada melewati diagfrahma. Hal ini dapat menyebabkan tekanan dada atau nyeri terutama setelah makan.

Gangguan otot

Costochondritis. Merupakan radang pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dan tulang dada yang menyebabkan nyeri dada. Kondisi ini disebut juga sindrom Tietze.

Nyeri otot. sindrom nyeri kronis seperti fibromyalgia dapat menghasilkan nyeri dada persisten pada otot yang bersangkutan.

Cedera rusuk atau saraf terjepit. Sebuah tulang rusuk memar atau patah, serta saraf terjepit bisa menyebabkan nyeri dada.