Salah satu aspek yang menarik dari mobil listrik adalah, pemasangan motor listrik yang bisa langsung dilakukan pada roda (in-wheel motor). Dengan cara ini, cara kerja mobil listrik lebih efisien kendati juga timbul masalah lain, misalnya, bobot suspensi dan ban menjadi makin berat.
Mobil listrik dengan motor di roda telah dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia. Salah satunya adalah Protean Electric dari Troy, Michigan.
Protean telah memperkenalkan mobil listrik dan hibrida (termasuk hibrida plug-in) dengan motor listrik di roda. Protean memilih konsep ini karena menilai bisa meningkatkan efisiensi energi (bahan bakar untuk mobil hibrida), torsi dan tenaga dan mengklaim kendaraan lebih mudah dikendalikan.

Protean juga sudah bekerjasama dengan Brabus membuat prototipe mobil hibrida. Mobil digerakkan oleh roda belakang yang menggabungkan mesin konvensional dengan motor listrik Protean yang dipasang di roda dengan tambahan tenaga setiap roda (belakang saja), 80 kW (110 PS0 dan 80 Nm).
Dengan konfigurasi tersebut, Protean mengklaim mobil yang dimodifikasi tersebut mampu melakukan sprint 0-100 km hanya 7,4 detik dan untuk 60 – 120 km/jam hanya 5,6 detik.

Protean juga sudah bekerjasama dengan investor China, GSR Ventures New Times Group untuk mendirikan pabrik di Liyang dengan investasi 84 juta dollar AS. Targetnya, menghasilkan 50.000 motor yang dimulai awal 2013.

Ceo Protean, Bob Purcell, jebolan General Motors, yang pernah terlibat sebagai kepala pengembangan mobil listrik GM, EV-1 mengatakan, ”Kami sudah mendemonstrasikan prototipe motor listrik di roda untuk mobil listrik dan hibrida,” jelasnya.

”Dengan motor di roda, desain mobil menjadi lebih praktis. Sasis juga jadi seperti skateboard, tidak seperti mobil listrik pada umumnya,” imbuhnya.

Rotor luar
Tidak seperti mobil listrik lain yang memasang motor pada transmisi dan as roda, motor listrik Protean menjadi satu kesatuan dengan roda dan ban.Dengan cara ini, mobil empat roda bisa saja menjadi 4×4 atau bila hanya menggunakan dua motor listrik, menjadi 4×2. Dua roda lagi, menggunakan konsep konvensional, hanya roda, ban dan rem.

Agar ban mudah dilepas, Protean menggunakan rotor yang berada di luar. Sedangkan bagian dalam, yaitu stator berada di tengah dengan menggunakan magnet permanen. Komponen lain yaitu, inverter dan pengatur kerja motor (power electronic) berada antara magnet (stator) dan rotor.

Dengan cara ini, bobot kendaraan jadi berkurang. Masing-masing motor didukung oleh empat atau delapan sub-motor yang dipasang pararel. Dengan cara ini, meski salah satu ban tidak berfungsi atau rusak, mobil akan tetap akan melaju.

Advertisements