Kini ada lampu mobil pintar yang dapat memandu pengemudi dengan aman saat hujan atau salju turun di malam tiba. Lampu ini diciptakan oleh profesor Srinvasa Narashimhan dari Universitas Carnegie Mellon, Pennsylvania, Amerika Serikat. Alasannya menciptakan lampu ini, berdasarkan penelitian seperempat dari kecelakaan lalu lintas, terjadi saat cuaca buruk termasuk ketika hujan dan salju turun.

Lampu terdiri dari proyektor, kamera dan pemisah sorotan (beam splitter) dengan komposisi 50/50. Kamera digunakan untuk mendeteksi curah hujan sementara komputer menentukan kapan lampu mengedipkan cahayanya, khusus ketika partikel air atau salju jatuh melewati bidang sorotan lampu. Karena air hujan jatuh saat gelap, tidak terjadi pantulan cahaya lampu yang menyilaukan mata pengemudi. Kedipan terjadi dalam 13 milidetik, mata pun tak bisa menangkap proses tersebut.

“Lampu-lampu neon di ruangan Anda juga berkedip sepanjang waktu. Karena mereka begitu cepat Anda tidak menyadarinya. Begitu pula sistem yang bekerja pada lampu depan mobil ini,” terang Narasimhan. Dengan sistem ini, tingkat stres mengemudi bisa berkurang saat hujan dan salju turun.

Lampu depan bekerja lebih baik pada kecepatan rendah. Berdasarkan penelitian, partikel yang tertangkap sistem pada kecepatan 32 kpj hanya 70 persen. Sementara ketika melaju 100 kpj turun menjadi 15-20 persen. Hasil tersebut dipertajam dengan sistem yang diciptakannya,. Narashimhan berharap lampu sudah bisa digunakan secara komersil dalam 3-4 tahun mendatang.

Advertisements