Sport drink terdiri atas isotonic sport drink, hypertonic sport drink, dan hypotonic sport drink. Yang paling banyak dijual jenis isotonik.

Isotonic sport drink mengandung elektrolit dan 5-8 g karbohidrat/100 ml. Mengonsumsi isotonic sport drink setelah olahraga membantu tubuh memperbaiki kecepatan resistensi glikogen. Cocok dikonsumsi bila olahraga berlangsung lebih dari satu jam. Dapat dikonsumsi sebelum, selama, dan sesudah olahraga.

Hypotonic sport drink kandungan karbohidratnya kurang dari 3 g/100 ml. Merupakan tipe minuman yang cocok untuk orang yang mengalami dehidrasi dan membutuhkan asupan cairan dalam waktu cepat. Minuman ini baik untuk mereka yang berolahraga dalam intensitas rendah atau kurang dari satu jam.

Hypertonic sport drink dicirikan kandungan karbohidratnya yang lebih dari 10 g/100 ml. Diserap tubuh lebih lama dari air biasa, sehingga cocok bagi yang membutuhkan energi dalam waktu cepat.

Sport drink berbeda dengan stimulant drink atau energy drink. Ke dalam sport drink biasanya ditambah ion-ion elektrolit, sedangkan energy drink berupa komponen pemacu tenaga seperti rempah-rempah, kafein, ginseng, taurin, karnitin, dan sebagainya.