Selain bermanfaat dalam menjaga kondisi tubuh tetap fit dan bugar, aktivitas aerobik ternyata juga erat kaitannya dengan masalah kesehatan otak.

Sebuah riset kecil yang dilakukan para ahli dari University of North Carolina, Chapel Hill School of Medicine, AS, mengklaim bahwa aktivitas aerobik berperan penting untuk menjaga otak agar tetap muda.

Temuan tersebut berdasarkan hasil pengamatan terhadap 7 pria dan 7 wanita usia lanjut (aktif secara fisik) berusia 60-80 tahun, dengan memeriksa jumlah dan bentuk pembuluh darah di otak. Peneliti ini dipimpin oleh profesor Elizabeth Bullitt, MD, seorang ahli bedah saraf.

Subyek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang melakukan aktivitas tinggi dan berpartisipasi dalam latihan aerobik selama minimal 180 menit per minggu selama 10 tahun terakhir.

Sedangkan kelompok kedua adalah mereka yang melakukan aktivitas rendah dan tidak punya riwayat olahraga teratur dan hanya menghabiskan waktu kurang dari 90 menit setiap seminggunya saat melakukan aktivitas fisik.

Hasil menunjukkan, pada kelompok dengan aktivitas tinggi dan melakukan aerobik, diameter pembuluh darah lebih kecil, tidak berliku-liku dan menunjukkan pola pembuluh darah yang mirip dengan orang dewasa muda.

Menurut peneliti, secara alami, pembuluh darah otak pada orang usia lanjut cenderung sempit dan lebih berliku-liku. Tetapi penelitian telah menunjukkan, pola serebrovaskular pada orang yang dengan aktif tinggi terlihat lebih “muda” ketimbang orang yang kurang aktif secara fisik.