Pada dasarnya prinsip kerja dari CPI adalah dengan perbedaan berat jenis. Dimana berat jenis air lebih besar daripada berat jenis minyak sehingga saat proses pemisahan terjadi, air akan berada di bagian bawah dan minyak akan berada di bagian atas, selanjutnya minyak yang terkumpul akan disalurkan / dibuang ke sludge tank, dengan kadar kontaminasi minyak 10 ppm akan di buang keluar (over board).

Prinsip kerja CPI hampir sama dengan separator API (American Petroleum Institute). Akan tetapi yang membedakannya di dalam CPI ditambahkan plate-plate fiberglass yang tersusun paralel dengan kemiringan 45°- 60°. Plate-plate ini dapat berfungsi menambah luas penampang lintang dari aliran atau mengurangi lintasan butiran partikel minyak ke permukaan sehingga butiran minyak yang telah terkumpul di bawah permukaan plate dapat mengumpul lebih lanjut atau meluncur ke atas permukaan air, plate juga berfungsi untuk mempersingkat jarak tempuh partikel minyak di dalam fase air sehingga pembentukan lapisan minyak dapat lebih cepat dan juga mengatur alirannya agar lebih laminer. Minyak yang terkumpul pada permukaan akan langsung masuk ke skim pipe.

CPI memisahkan partikel-partikel yang dipakai di industri-industri yang lebih kecil yaitu di bawah 150 mikron. Alat ini banyak dipakai di industri-industri karena selain hemat tempat juga hemat biaya pembuatan serta pemeliharaan dibandingkan dengan alat pemisah sebelumnya. Selain itu ada beberapa keuntungan dari CPI yaitu :

1. Peningkatan metode pemisahan minyak dari air.

2. Aliran laminer antara piringan atau plate-plate.

3. Distribusi aliran yang efektif tidak dipengaruhi oleh angin.

4. Konstruksinya murah khususnya dalam bahan tahan asam.