Sekarang sudah banyak mobil dilengkapi fitur yang membantu pengemudi  mundur lebih mudah atau tidak menabrak benda yang berada di belakangnya. Antara lain sensor mundur bahkan kamera belakang dengan gambar yang ditayangkan langsung pada layar monitor di depan atau samping pengemudi. Ternyata, menurut Continental, produsen komponen otomotif asal Jerman cara itu belum cukup untuk mengurangi kecelakaan tabrak belakang atau saat mundur.

 

Dijelaskan, kesulitan yang banyak dialami pengemudi saat mundur adalah ketika parkir berderet pada kondisi rapat. “Saat mundur, pengemudi tidak bisa mengetahui situasi atau kondisi di samping (kanan dan kiri) di belakang yang mendekat ke arah mobil. Misalnya, pejalan kaki, pesepeda, sepeda motor dan mobil.

 

Kamera Belum Cukup

Untuk itulah, salah satu divisi Continental (sebelumnya Siemens) memperkenalkan teknologi yang disebut asisten mundur. Tambahan baru dari sistem ii, mobil mengerem secara otomatis jika ada obyek mendekatinya .

 

Diakui, saat ini, pembantu mundur, yaitu gambar yang ditayang di layar monitor cukup membantu. Masalahnya, pengemudi kesulitan memantau kondisi saat mobilnya dibelokkan ke ke kanan atau kiri. Nah, dengan asisten mundur yang baru, bila obyek yang mendekati mobil mundur berada pada jarak tertentu, rem akan diaktifkan.

 

“Kami belum sreg dengan teknologi asisten mundur yang ada sekarang. Karena itulah kami melengkapi dengan sistem yang menghentikan mobil secara otomatik,” kata Wolfgang Fey, Direktur Pengembangan dari Sistem Bantuan Pengemudi di Continental di Lindau, Jerman saat diwawancarai, Society Automotive Engineering di Frankfurt Motor Show.

 

Dijelaskan, kendaraan atau orang yang berjalan mendekati mobil yang sedang mundur, pengemudinya dipastikan tidak bisa memberikan perhatian yang lebih baik. Bahkan sudah dilengkapi dengan sistem peringatan, seperti suara atau lampu, pengemudi dijamin belum bisa memberikan reaksi pada waktu yang pas.

 

RCTA

Asisten mundur yang diperkenalkan Continental disebut Rear Cross Traffic Alert (RCTA). Sistem bekerja dengan mendeteksi mobil yang datang dalam jarak 30–40 meter dari arah arah kiri atau kanan. Berkaja berdasarkan teknologi deteksi blind spot (blind-spot detection; BSD).

 

Sistem menggunakan dua sensor jarak dekat dengan sudut deteksi 120 derajat, dipasang di belakang pojok bemper belakang untuk mamantau bagian belakang dan samping kendaraan.

 

Agar pemindaian bisa dilakukan dengan tepat dan cepat, sensor yang digunakan harus presisi. Sensor juga harus bisa mendeteksi obyek bergerak mulai dari kecepatan minimum 5 kpj dan paling tinggi 30 kpj, termasuk penjalan kaki.

 

Dijelaskan pula, RCTA akan menjadi sistem pembantu pengemudi yang bekerja untuk tiga kondisi, yaitu menghentikan mobil secara otomatis, memperingatkan pengemudi akan bahaya saat pindah jalur dan “blind spot”.

 

“Kami memilih menggunakan dua sensor untuk tipe asisten pengemudi ini,” kata Frey. “Satu teknologi radar, yang bekerja pada 24 GHz dan 77Ghz dan satu lagi kamera yang bisa memastikan obyek. Untuk ini kami menggunakan kamera stereo  yang  bisa membacara jarak dengan tepat dan cepat.”

 

Dengan gabungan peranti keras tersebut, Continental berharap kinerja RCTA  makin handal. Nantinya juga diusahakan harganya makin terjangkau.Sedangkan target utama penggunaannya mobil baru yang dijual di Amerika mulai pada 2013.