TAMAN adalah sebuah areal yang berisi komponen material keras dan lunak yang saling mendukung satu sama lain. Taman sengaja direncanakan dan dibuat oleh manusia sebagai zona penyejuk di dalam dan di luar ruangan. Nah, salah satu faktor pemicu udara lancar, yaitu dengan menghadirkan taman di rumah.
Hal tersebut diungkapkan arsitek lanskap Giwo Rubianto. Menurut dia, taman bisa dijadikan alat untuk menetralisir udara di dalam rumah sehingga udara di dalam rumah menjadi lebih sehat dan sejuk.

Hal serupa dikatakan arsitek Briyan Talaosa. Dia menuturkan, selain bukaan, peran taman di rumah juga mampu mengurangi kadar panas yang masuk ke dalam ruangan. Sebab, taman bisa mereduksi panas sampai lima derajat Celsius pada siang hari. Aspek-aspek seperti ini yang harus diperhatikan.
Jadi, sebelum panas matahari langsung menyentuh bangunan, sebaiknya Anda tangkal dengan apa pun yang bisa mereduksi panas sang surya.

Jenis tanaman yang dapat Anda aplikasikan pun bervariasi. Bisa dengan mengaplikasikan tanaman indoor atau indoor garden, tinggal bagaimana Anda memilih cara pengaplikasiannya. Ingin meletakkan tanaman pot atau jenis tanaman yang langsung ditanam ke tanah? Poin utama yang perlu diperhatikan adalah, apakah tanaman tersebut banyak menyerap polutan dan ramah lingkungan atau tidak?

Karena itu, pemilihan jenis pohon atau tanaman yang tepat adalah salah satu faktor pemicu rumah tersebut bisa dikatakan sehat dan ramah lingkungan. Tanaman ramah lingkungan adalah yang dapat menjadi paru-paru bagi penghuni rumah. Tanaman tersebut mampu menyerap polusi udara cukup banyak.

Menurut dosen arsitektur lanskap Sumiantono Raharjo, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendesain taman yang ramah lingkungan. Di antaranya menanam tanaman berdaun lebar seperti pohon ketapang, pohon biola, atau sejenis family dari pohon jati di taman. Pohon-pohon itu berfungsi mengurangi penguapan air ke udara. ”Letakkan pohon-pohon tersebut di beberapa bagian sudut rumah yang dikombinasikan dengan desain taman,” sarannya.

Jenis pohon lain yang dapat Anda gunakan yaitu tanaman sri rejeki, lidah mertua, tanaman hanjuang, dan palem kuning. Beberapa tanaman tersebut termasuk yang paling banyak menyerap polusi udara di dalam maupun di luar rumah.

Kedua, taman harus bersenyawa dengan gaya hidup si empunya rumah. Maksudnya, taman yang Anda buat harus tidak ”membahayakan” Anda dan keluarga. Seperti tidak menggunakan semak-semak berduri, luas lahan harus lebih besar, serta jangan menanam pohon yang ranting-rantingnya mudah patah dan mengeluarkan getah.

Ketiga, penghalang dan pelindung merupakan salah satu unsur untuk membuat taman yang ramah lingkungan. Misalnya, Giro menyebutkan, jika Anda memiliki rumah menghadap barat, maka letakkanlah tanaman-tanaman yang dapat melindungi rumah berikut penghuninya dari terpaan sinar matahari pada siang hari.

Advertisements