Toyota atau Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology. Di musium ini – dulunya adalah pabrik pemintalan atau tekstil Toyoda Boshoku Corporation – diuraikan perjalanan Toyota hingga kini menjadi produsen mobil #1 di dunia.

Ihwal yang sangat menarik dari musium ini, bukan hanya benda-benda atau produk bersejarah dari Toyota. Tetapi adalah nilai filosofi dan edukasi. Filosofi yang menarik adalah ucapan Sakichi Toyoda, cikal-bakal Toyota: Selalu belajar dan kreatif, bekerja lebih baik agar tetap terdepan (Always be studious and creative, striving to stay ahead of the times).

Pabrik Pintal
Karena kunjungan ke musium ini bagian dari acara  Asia Journalist Trip 2010 yang diprakarsai Toyota Asia Pacific Pte., Ltd, pelayanan dan informasi yang diperoleh lebih baik dari pengunjung biasa.  Hasilnya, pada kunjungan singkat ini memperoleh kenterangan dan demonstrasi singkat yang  cukup memuaskan dari petugas musium. Terutama bagian yang sangat penting dalam perjalananToyota perusahaan industri otomobil terkemuka di dunia.

Kendati demikian masih ada yang dirasa kurang. Karena jadwal yang ketat,  tidak bisa mengamati lebih detil-detil menarik benda-benda dan produk teknologi otomotif yang dipajang di musium ini. Misalnya, berberbagai perkembangan teknologi otomotif mutakhir. Termasuk berbagai komponen yang membuat mobil menjadi semakin canggih.

Demo atau eksibisi yang mendidik pada musium ini adalah proses pemintalan kain, mulai dari kapas dijadikan benang, hingga tekstil hasil kerja mesin yang dikontrol oleh komputer. Toyota tetap mengenang cikal bakalnya tersebut.

Karena itulah, di ruang utama musium (room of fame) dipanjang mesin pintal putar berukuran besar yang masih berfungsi (hanya buat demo). Ternyata, mesin tersebut juga digunakan sebagai gambar utama brosur musium. Hebatnya lagi, musium ini menyediakanpula brosur berbahasa Indonesia.

Meseum terdiri dua bagian utama, yaitu paviliun mesin tekstil dan mobil. Bagian lainnya disebut  taman energi, mesin uap, technoland dan toko untuk souvenir.

Paviliun Tekstil
Langkah pertama memasuki musium, diawali dengan kebun kapas mini yang sedang berbunga. Selanjutnya dipamerkan mesin tenun hasil penemunan dan pengembangan hasil Sakichi Toyoda.

Juga ada patung kayu kecil Sakichi Toyoda dari kayu setengah badan dan buku-buku yang ditulisnya.  Dijelaskan, Sakachi  lebih banyak menghabiskan umurnya menemukan mesin pintal. Hasil penemuan tersebut diproduksi oleh putra tertuanya, Kiichiro Toyoda, pendiri Toyota Motor Corporation (TMC).

Demo yang sangat menarik dan mendidik pada musium ini pemintalan kapas menjadi benang. Cara pemintalan atau pembuatan benang dari kapas langsung diperagakan kepada pengunjung. Spontan, pengunjung yang belum tahu tentang proses pembuatan benang dari kapas – bahan dasar kain –   dibuat kagum. Sangat informatif! Di diperlihatkan (juga boleh dipegang) gumpalan kapas – seperti manisan – bisa langsung diubah menjadi benang. Woow!

Berbagai mesin tenun yang dikembangkan Sakichi Toyoda diperlihatkan. Mulai alat tenun dari kayu yang ditarik-maju mundur, sampai kecepatan tinggi. Di musium ini juga dipamerkan mesin tekstil canggih terkini – dikontrol dengan komputer – dengan hasil kain bergambar.

Paviliun Mobil
Pada gerbang paviliun otomobil dipajang pesan Sakichi Toyoda seperti yang ditulis di atas. Ceritanya, pada Oktober 1935 – enam tahun setelah Sakichi meninggal –  Kiichiro ingin menularkan semangat ayahnya kepada masyarakat Jepang. Tujuannya, agar bisa berkontribusi menciptakan kemakmuran di negara tersebut melalui berbagai penemuan.

Kiichiro Toyoda, lahir 1894, mengikuti semangat ayahnya. Diceritakan pada 1934, Kiichiro sudah berhasil mengetes bensin besin kecil 4-PS buatannya. Pada 1933, ia mendirikan departemen khusus industri mobil.

Pada 1934, Kiichiro berhasil membuat mesin pertama, yaitu tipe A1. Pada 1935, prototipe mobil pertama A, juga selesai dibuat. Alhasil, pemegang saham perusahaan melipatgandakan modal untuk memulai memproduksi mobil secara massal. Truk pertama yang diproduksi adalah GA pada 1936 yang merupakan modifikasi dari G1.

Pada tahun yang sama, Toyota juga memproduksi mobil penumpang AA, hasil pengembangan dari pototiope A1. Sedangkan truk diberi nama GA (modifikasi dari G1). Logo dan nama produk pun diubah dari Toyoda menjadi Toyota.

Mobil kayu
Dalam bentuk diorama diperlihatkan cara membuat prototip pertama Toyoda dari kayu. Seluruh bodi dibuat dari kayu (di museum menggunakan kayu yang masih baru) dan pelat diketok yang diketuk sesuai dengan bentuk mobil. Setelah itu, pelat dipasangkan ke bodi kayu yang berfungsi sebagai rangka.

Mobil pertama buatan Toyoda yang dipajang museum berwarna hitam dengan beberapa bagian diperbarui, terutama joknya. Dibandingkan dengan mobil pertama yang dibuat Mercedes-Benz dan Ford, mobil Toyoda yang lahir belakangan lebih modern. Pasalnya, sudah menggunakan ban karet dan seluruh bodi ditutup. Sementara Mercedes-Benz dan Ford menggunakan roda kayu dengan jari-jari seperti dokar.

Menjiplak
Sebenarnya, saat prototipe, Kiichiro Toyoda  meminta karya membuat mobil sesuai dengan kondisi Jepang, saat itu dikuasai Chevrolet dan Ford. Kiichiro minta prototipe mobil yang akan dibuat harus menggunakan komponen asli Chevrolet.

Waktu itu, rancangan bodi dan mesin Chevrolet dinilai yang terbaik. Kendati demikian, ia menggunakan komponen Ford untuk sasis dan sistem pemindah gerak. Ia juga membeli DeSoto Airflow buatan 1934, yang dinilai sebagai mobil yang sangat canggih waktu itu. Kiichiro tertarik dengan bodinya yang aerodinamis, seluruh bodi dibuat dari baja serta cara penempatan mesin dan jok.

Akhirnya, lahirlah mobil pertama Toyoda pada April 1936 yang diberi diberi nama AA, hasil modifikasi dari prototipe A1. Di Nagoya, mobil tersebut dijual 3.350 yen, lebih murah 400 yen dibandingkan mobil buatan Ford dan General Motors yang dipasarkan Jepang. Sampai Desember 1942, jumlah mobil yang diproduksi mencapai 1.757 unit.

Dimensinya: panjang 4.785 mm, lebar 1.730 mm, tinggi 1.750 mm, dan jarak sumbu roda 2.850 mm. Beratnya 1.500 kg, bisa membawa 5 orang. Mobil ini menggunakan mesin 6 silinder segaris, OHV, tenaga maks 65PS @3.000 rpm.

Menjadi Toyota
Ketika penjualan mobil terus meningkat, pada 1937, Toyoda mengadakan kontes yang terbuka buat umum untuk membuat logo baru. Ternyata mendapat sambutan hangat dengan 27.000 peserta berasal dari seluruh Jepang. Pada September tahun yang sama dipilihlah logo baru di Toserba Takashimaya, Nihonbashi, Tokyo. Menurut Toyota, logo baru dimenangkan oleh Taneo Nakajima, seorang desainer grafis asal Nagasaki.

Sebulan kemudian, tepatnya Oktober 1937, Toyoda pun diubah menjadi Toyota. Selain bertujuan untuk memudahkan sebutan, juga karena menulisnya dalam huruf Jepang (katagana).

Pada Agustus 1937, Toyota Motor Co mengadakan rapat besar di Sako, Nagoya, markas besar Toyoda Boshoku (sekarang menjadi museum). Perusahaan baru pun didirikan, berpusat di Koromo-cho (sekarang Toyota City) dengan modal 12 juta yen dan karyawan 3.000 orang.

Waktu itu yang diangkat sebagai presiden direktur adalah Risaburo Toyoda, sedangkan Kiichiro Toyoda, yang banyak mempelajari teknologi mobil dan sistem produksinya di Inggris, justru menjadi wakil.