Toyota cukup agresif  mengurangi dampak dari pemanasan global. Bukti dukungan tak cuma melalui produk, yang dimulai dengan Prius dan beberapa model lainnya sudah menggunakan teknologi hybrid. Trus, yang lagi dalam pengembangan mobil listrik dan hydrogen. Bahkan sampai 2020 ditargetkan semua model Toyota sudah beremisi rendah.

Bukti lain, salah satu pabrik di Tsutsumi, Nagoya yang memproduksi Prius pun dirancang serba-hijau. Bahkan listriknya memanfaatkan sumber tenaga matahari.

Kini, pabrikan mobil terbesar di dunia ini menciptakan konsep lingkungan baru di masa depan yang memanfaatkan energi terbarukan alias renewable energy sebagai sumber utama. Bentuknya, seperti desa kecil bernama Rokkasho terletak sebelah utara Kota Danau Obuchi yang berisikan enam rumah. Energi listriknya diambil dari panas matahari dan kincir angin yang disimpan dalam baterai.

Dalam proyek ini, Toyota menyumbang sistem Toyota Smart Center. Peralatan ini bertugas sebagai pengontrol seberapa besar penyerapan dan penyimpanan energi, yang juga terintergrasi untuk mobil hybrid plug-in. Karena, pada setiap rumah  dirancang terdapat pengisian baterai di garasi depan. Seluruh rumah di desa ini dilengkapi dengan sistem manajemen energi yang berbeda dan pengukur otomatis.

Konsep ini menujukkan kepada penghuni rumah bagaimana mengatur kebutuhan energi setiap harinya. Selain itu, setiap penghuni memungkinkan melakukan aksi jual-beli energi kepada tetangga lainnya jika masih ada yang belum terpakai.

Dalam mewujudkan proyek ini, Toyota Motor Corporation bekerjasama dengan Japan Wind Development Co Ltd, Panasonic Electric Works Co Ltd dan Hitachi Ltd. Pihak Toyota mengatakan bakal terus menciptakan proyek baru untuk menciptakan konsep Lingkungan Rendah Emisi di masa mendatang.

Advertisements