Mengapa Toyota memutuskan Grand New Corolla Altis harus menggunakan Continuously Variable Transmission (CVT)?

“Agar perpindahan gigi berlangsung halus-mulus (smooth stepless) dan konsumsi bahan bakar irit,” jelas Michihiko Sato, Chief Engineer Corolla, khusus kepada KOMPAS.com di  Sepang, Malaysia pada  acara “Grand New Corolla Altis Test Drive Experience 2010” awal Septermber ini.

Perubahan Progesif
Ya, dengan Super CVT- intelligent (CVT-i) – demikian Toyota menyebut CVT-nya – perpindahan gigi berlangsung secara progresif. Tidak ada sentakan!

Pasalnya, untuk mengubah perpindahan gigi, CVT tidak lagi menggunakan roda-roda gigi seperti transmisi manual dan otomatis konvensional (gigi planet). Pada transmisi otomatik konvensional masih ada gigi planet yang mengubah atau memindahkan gigi dengan  cara “meloncat”. Hanya, perpindahan gigi yang diatur secara otomatis.

Karena itulah, mobil yang menggunakan transmisi manual dan otomatik konvensional, ditulis perbandingan giginya: 1, 2, 3, 4 dan seterusnya. Sedangkan pada transmisi CVT, tidak ada. Pasalnya, begitu putaran mesin naik atau turun – sesuai dengan beban atau muatan – perbandingan gigi langsung berubah.

Cara kerjanya, salah satu sisi puli (ada dua puli, memutar dan diputar) bergeser yang mengakibatkan diameter tempat belt atau sabuk berputar, diameternya berubah, membesar atau mengecil. Karena perubahan diameter berlangsung secara progresif, perpindahan berlangsung mulus alias stepless!

Dalam kehidupan sehari-hari, beda antara transmisi manual dan otomatik konvensional (gigi planet) vs CVT, dengan sama dengan eskalator berjenjang (step escalator) dan eskalator tidak berjenjang (stepless escalator). Atau CVT sama juga dengan papan perosotan!

Pada transmisi manual dan otomatik konvensional, perpindahan gigi seperti tangga bertingkat, atau harus meloncat. Misalnya dari 2,847 langsung ke 1.904. (lihat ilustrasi). Sedangkan CVT melandai, setelah 2,847 ke nomor berikutnya 2,840 dan seterusnya. Mulus!

Kendati demikian, tetap ada pembatasan perbandingan paling rendah dan tinggi, misalnya pada Toyota Corolla, rentangnya dari 2,386 ~ 0,411.

Sequential Shiftmatic 7-Speed
Bagi pengemudi yang agresif atau ingin bergaya sport, berakselerasi lebih cepat, Toyota melengkapi Super CVT-i  sistem kontrol pintar: bisa dioperasikan secara manual. Toyota menyebutnya Sequential Shiftmatic 7-Speed. Perpindahan gigi mudah, cukup dengan mengeser (mendorong ke depan atau menarik ke belakang) tongkat transmisi.

Untuk itu, di kotak transmisi tersedia posisi tongkat “D” dan “M”. Nah, agar berrfungsi seperti manual, tongkat transmisi harus berada di “M”. Khusus untuk Corolla Altis bermesin 2.0 liter perpindahan gigi bisa dilakukan dengan men-“cowel” tuas paddle shift di belakang setir dengan jari (telunjuk, manis dan juga jari manis). Untuk menambah kecepatan dan tenaga, menarik paddle shift di kanan (up atau +) dan untuk menurunkan kecepatan di kiri (down atau -)

Lebih Kompak
Dijelaskan pula oleh Michihiko Sato, keuntungan CVT, bobotnya lebih ringan karena jumlah komponennya lebih sedikit dibandingkan transmisi otomatik konvensional. Karena itu pula dari segi harga, juga  lebih kompetitif.

Komponen utama CVT adalah dua puli yang dihubungkan oleh sabuk yang dibuat dari logam.

Pulilah yang bergeser secara menyamping (harisontal), sehingga diameter dalamnya (tempat sabuk berputar) berubah, membesar atau mengecil.  Pada  transmisi otomatik konvensional, masih ada gigi (planet), kopling dan sistem aliran ATF yang mengatur perpindahan gigi berdasarkan perintah komputer.

Pada Corolla,  CVT dikombinasikan dengan torque converter (digunakan pada transmisi otomatik konvensional). Ini memang bukan baru. Podusen Jepang yang sudah melakukan cara ini, yaitu Nissan dan Honda.

Keuntungan torque converter pada CVT, membuat transmisi bekerja seperti manual. Gigi bisa dipindahkan kapan saja, termasuk berakselerasi keketiga start. Hebatnya, tidak akan dirasakan sentakan saat berakselerasi.

Karena itu pula, ditambahkan oleh Sato, Corolla Altis dengan Super CVT-i sangat cocok untuk kondisi mengemudi dalam kota yang makin tinggi frekuensi “stop & go”-nya (maklum makin macet) dan membantu mengurangi stress.

Sebaliknya, kalau ingin ngebut di jalan tol, mendalui mobil lain, tinggal mencowel paddle shift di kanan. Atau bila ingin santai dan mengirit bensin, mencowel paddle di kiri. (Hanya untuk Corolla Altis 2.0 liter).

Untuk  Corolla Altis 1.8 liter, perindahan manual hanya bisa dilakukan  dengan menggeser tongkat persneling (saat berada di posisi M) ke depan dan belakang! (“+” dan “-“)Hebat, apalagi dikawinkan dengan Dual VVT-i yang membuat mesin makin irit konsumsi bahan bakar!