Dengan pola kaizen, Toyota mulai mengaplikasikan teknologi mesin yang lebih canggih, yaitu Dual Variable Valve Timing-intelligent atau Dual VVT-i pada model yang berada di segmen menengah. Yang terbaru, teknologi itu ditanamkan pada mesin 2ZR-FE atau Corolla Altis 1,8 liter.

Kendati pertama kali digunakan Toyota pada 1998 (RS200 Altezza bermesin 3S-GE), untuk model yang dijual di Indonesia, teknologi baru ada pada Camry dan Alphard (mesin V6, 3,5 liter, 2GR-FE), Corolla Altis 2,0 liter (3ZR-FE), dan Prius 1,8 liter (1L4).

Sebelumnya, Corolla Altis 1.8 menggunakan teknologi VVT-i yang merupakan pengembangan dari VVT. Dikabarkan, semua mesin Toyota nantinya akan menggunakan teknologi ini, termasuk Yaris, Vios, Innova, Rush, dan Avanza.

Isap dan buang
Dual VVT-i berarti dua VVT-i. Kalau pengaturan proses buka dan tutup pada VVT-i hanya berlaku untuk katup masuk atau isap sesuai dengan putaran dan beban mesin, maka pengaturan pada Dual VVT-i termasuk katup buang. Dengan cara ini, selain mampu meningkatkan performa mesin (menambah tenaga dan torsi), konsumsi bahan bakar juga jadi lebih irit dan emisi gas buang pun bisa diturunkan lagi. Hal ini terlihat khususnya bila mesin Dual VVT-i dibandingkan dengan mesin yang masih menggunakan VVT-i.

VVT-i
Pada proses buka dan tutup katup (hanya isap atau masuk), waktu buka bisa berubah-ubah sesuai dengan putaran mesin. Pertanyaan yang mungkin muncul adalah, mengapa waktu buka dan tutup katup harus diubah sesuai dengan putaran dan beban mesin?

Pada mesin lama yang tidak menggunakan VVT, waktu buka dan tutup katup dari saat mesin stasioner sampai putaran tertinggi adalah sama. Hal ini mengakibatkan kerja mesin tidak optimal dan efisien. Dalam hal ini, kompromi yang dilakukan hanyalah membuat mesin efisien pada putaran menengah. Namun, pada putaran rendah dan tinggi, hasilnya kurang!

Penyesuaian antara waktu buka dan tutup katup dengan putaran dan beban mesin perlu dilakukan supaya mesin mendapatkan tenaga yang lebih besar. Pada putaran tinggi, diperlukan udara dan bahan bakar yang lebih banyak untuk memperoleh tenaga lebih besar.

Agar campuran yang masuk ke ruang bakar banyak, waktu buka katup isap harus lebih lama. Sebaliknya, pada putaran rendah, waktu buka katup dipersingkat. Dengan demikian, tidak banyak bahan bakar dan udara yang terbuang.

Dual VVT-i
Di sini, waktu buka dan tutup katup buang juga bisa diubah. Kalau waktu buka katup buang dipercepat pada putaran tinggi (overlap juga bertambah), maka aliran bahan bakar dan udara baru ke dalam mesin lebih lancar. Pasalnya, tidak ada hambatan dari gas sisa pembakaran di dalam mesin.

Sebaliknya, waktu menutup katup buang harus lebih cepat pada putaran rendah agar campuran yang baru masuk ke dalam ruang bakar tidak langsung mengalir ke luar. Kondisi ini juga membantu mengurangi polusi. Karena itulah, performa dan emisi dari mesin Dual VVT-i lebih baik dibandingkan VVT-i.

Advertisements