Drona Parva terdiri dari : Dronabhiseka, Abhimanyu-badha, Jayadratha-badha, Ghatotkacha-badha dan Drona-badha. Dikisahkan, pengangkatan Drona sebagai panglima. Kemudian peng-hancuran ‘Sansaptaka’. Gugurnya Abhimanyu. Sumpahnya Arjuna untuk membantai Jayadratha. Gugurnya Jayadratha. Parva yang bagus ini disebut Drona ini penuh dengan kejadian. Pertama diangkatnya guru yang sangat hebat ini menjadi panglima perang. Drona: kemudian bersumpah untuk menangkap Yudhishthira yang bijaksana dalam pertempuran untuk menyenangkan hati Duryodhana. Mundurnya Arjuna dari pertempuran sebelum Sansaptaka. Jatuhnya Bhagadatta seperti layaknya Indra dalam pertempuran, dengan gajahnya yang bernama Supritika, oleh Arjuna. Gugurnya Abhimanyu yang masih berumur belasan tahun. Keberanian Putra Arjuna ini tanpa bantuan siapapun memasuki formasi pertahanan ketat Kaurava. Abhimayu tewas di tangan keluarga Maharatha termasuk Jayadratha. Setelah gugurnya Abhimanyu, Arjuna mengamuk di medan pertempuran dengan mengerahan tujuh Akshauhini pasukan dan menghancurkan Jayadratha. Bhima yang berlengan sangat perkasa dan Satyaki kesatria kereta perang yang terkenal ikut membantu menembus barisan Kaurava yang sangat ketat dan tidak bisa ditembus bahkan oleh para dewa. Penetrasi Arjuna atas perintah Yudhishthira akhirnya penghancuran sisa-sisa keluarga Sansaptaka. Di Drona Parva ini juga dikisahkan kematian Alambusha, keluarga Srutayu, Jalasandha, Virata, satria kereta yang hebat Drupada, Ghatotkacha dan lain-lainnya. Di sini Asvattaman, putra Drona naik darah mengetahui tewasnya Drona, ayahandanya dalam pertempuran setelah Arjuna melepaskan senjata Narayana yang mengerikan. Juga ada kisah kemenangan Rudra atas terbakarnya tiga kota. Kedatangan Vyasa yang mengagungkan kemuliaan Krishna dan Arjuna. Inilah Parva ketujuh yang sangat termasyhur bagian dari Bharata dimana seluruh kepala dan pangeran yang disebutkan sesuai dengan ceritanya masing-masing. Gugurnya Drona karena perhatian yang mengagetkan dikatakan gajah Asvattaman tewas oleh Yudhishthira yang disangka anaknya. Ditembakkannya senjata yang disebut Narayana.

Drona Parwa yang disusun Rishi Vyasa berjumlah 170 bab ini terdiri dari 8.909 sloka. Rishi Vyasa, selain terkenal menyusun Veda, juga memiliki jnana sangat sempurna, yang merupakan buah dari ketekunannya meditasi.

Karna parva :

Karna parva ini juga sangat bagus. Disini diceritakan penunjukan raja Madra sebagai saisnya Karna. Sejarah jatuhnya Asura Tripura. Karna dan Salya saling melontarkan kata-kata kasar menjelang keberangkatannya ke medan pertempuran. Cerita tentang burung angsa dan burung gagak yang saling hina melalui sindiran. Wafatnya Pandya di tangan Asvattaman yang berjiwa mulia. Gugurnya Dandasena. Gugurnya Darda. Pertarungan Yudhishthira dengan Karna yang sangat beresiko. Kegusaran Yudhishthira dan Arjuna. Krishna menenangkan Arjuna. Pada Parva ini Bhima, memenuhi sumpahnya membelah dada Dussasana sekalian meminum darah dari hatinya. Arjuna membantai Karna yang hebat dalam duel yang sangat sengit. Ini termasuk Parva yang kedelapan. Jumlahnya 69 bab dan disusun Rishi Vyasa yang termasyhur sebanyak 4.964 sloka.

Sedangkan, Shalya parva terdiri dari Hrada-pravesa dan Gada-yuddha. Parva kesembilan yang dinamai Shalya ini sangat bagus. Setelah prajurit-prajurit tangguh terbantai, raja dari Madra menjadi panglima pasukan Kaurava. Pertarungan antar satu prajurit dengan prajurit yang lain, antar kereta perang telah diceritakan. Nasib Shalya juga sama gugur lewat pertarungan sangat hebat dengan Yudhishthira, yang adil. Disini juga diceritakan gugurnya Shakuni dalam pertempuran di tangan Sahadeva. Dengan sedikitnya sisa pasukannya yang masih hidup setelah pembantaian massal terjadi. Duryodhana pergi ke danau dan membuat ruangan dalam air dan beristirahat sejenak disana. Kemudian diceritakan keluar kata-kata penghinaan dari Yudhishthira yang cerdas. Duryodhana yang tidak tahan akan penghinaan ini, keluar dari dalam air. Pertarungan dengan gada antara Duryodhana dan Bhima tidak terhindarkan. Kedatangan Balarama gurunya Duryodhana pada saat dimulainya duel tersebut. Diceritakan juga kesucian dari Dewi Saraswati. Tahap tahapan pertarungan dengan gada. Hancur dan patahnya paha Duryodhana oleh Bhima dalam pertarungan dengan ditandai terlempar gadanya yang dasyat. Semuanya ini telah digambarkan dengan sangat hebat pada parva yang kesembilan ini. Rishi Vyasa yang termasyhur menyusun dalam 59 bab dan 3.220 sloka, bermaksud penyebarkan kemasyhuran keluarga Kaurava.

About these ads